Tanggal 12 Februari 2008 mendatang adalah hari bersejarah bagi evolusionis di dunia. Pasalnya, itulah hari lahir sang bapak teori evolusi, Charles Darwin. Namun di ulang tahun ke-199 Darwin itu para Darwinis boleh jadi bakal geram dan cemas lantaran aib mereka bakal dibongkar besar-besaran di depan khalayak ramai. Kali ini bukan melalui debat, konferensi, buku atau sarana biasa, melainkan melalui tayangan perdana film layar lebar Hollywood berjudul ”Expelled: No Intelligence Allowed“ (Dikeluarkan: Kecerdasan Dilarang).
Film non-fiksi ini akan dibintangi tokoh terkenal Ben Stein, yang membongkar sisi gelap para evolusionis di lembaga ilmiah dan akademis. Didasarkan pada fakta sesungguhnya yang kini terjadi, film dokumenter ini mengungkap para profesor yang menindas para ilmuwan kolega mereka yang berani mempertanyakan keabsahan teori evolusi, teori kebetulan yang menolak adanya penciptaan cerdas di alam.
Bersitus resmi di www.expelledthemovie.com, tayangan ini bukanlah sekedar komedi keluaran terakhir Hollywood. Ini adalah film dokumenter baru berdasarkan fakta nyata di lapangan. Expelled akan mengguncang siapa pun yang selama ini berpandangan bahwa semua ilmuwan memiliki kebebasan dalam meyakini kebenaran berdasarkan bukti, ke mana pun bukti itu mengarah.
Sebagaimana dipaparkan situs berita terkenal PRNewswire, 22 Agustus 2007, di balik film ini terdapat perusahaan ternama di dunia perfilman. Pemasaran film keluaran Premise Media ini, misalnya, dilakukan oleh Motive Entertainment, perusahaan yang melambungkan film terkenal The Passion of the Christ, Polar Express dan The Chronicles of Narnia. Selain itu, pendistribusiannya dilakukan oleh perusahaan Rocky Mountain Pictures, yang telah mendulang banyak sukses.
Bau Busuk di Pekarangan Evolusionis
Dikisahkan, pemeran utama film Expelled, si Ben Stein, sedang dalam petualangannya untuk menjawab salah satu pertanyaan terbesar yang pernah diajukan: Apakah kita dirancang , diciptakan? Ataukah kemunculan dan keberadaan kita sekedar hasil akhir dari kubangan lumpur purba yang tersambar petir, sebagaimana dinyatakan teori evolusi?
Selain seorang pengacara, pakar ekonomi, mantan penulis pidato presiden AS, Stein yang bersitus pribadi di http://www.benstein.com juga adalah seorang pengarang dan pengamat sosial. Dalam film itu, Stein kaget dengan apa yang tersingkap dalam petualangannya. Ia menemukan bahwa segolongan kalangan elit di lembaga-lembaga ilmiah bersikap dogmatis.
Lebih buruk lagi, Stein menyingkap bahwa kelompok elit ini menindas sederetan ilmuwan biologi, astronomi, kimia dan para filsuf. Nama baik mereka dirusak, karir mereka dihancurkan hanya karena mereka berseberangan dengan atau mempertanyakan teori evolusi. Lingkaran elit tersebut sama sekali tidak mengizinkan kritik terhadap teori mutasi acak dan seleksi alam yang menjadi tulang punggung teori evolusi Darwin.
Sisi gelap yang disingkap dalam film ini di antaranya adalah adanya para pengajar dan ilmuwan yang dilecehkan, tidak diperpanjang masa jabatannya, bahkan dipecat hanya karena mereka percaya bahwa ada „perancangan“ di alam. Dengan kata lain mereka didzalimi lantaran sekedar mempertanyakan dan menentang pemikiran bahwa makhluk hidup muncul menjadi ada sebagai hasil dari peristiwa tidak sengaja, tidak diciptakan, secara kebetulan dan acak, sebagaimana doktrin evolusi.
Korban-Korban Tirani Evolusionis
Richard Sternberg, pakar biologi dengan dua gelar Doktor termasuk yang ditemui Stein dalam film itu, papar situs berita PRNewswire. Dia adalah korban kebrutalan para evolusionis dogmatis ini. Ia telah meluluskan tulisan ilmiah yang memaparkan bukti-bukti adanya kecerdasan di alam semesta untuk diterbitkan di jurnal ilmiah. Kasus ini telah menjadi buah bibir media massa. The Washington Post, misalnya, menulis di terbitannya tanggal 19 Agustus 2005: "Richard Sternberg dicerca para ilmuwan di [lembaga] Smithsonian seputar tulisan yang mempertanyakan teori evolusi.“
Tak lama setelah penerbitan tulisan ilmiah itu, para staf dari National Center for Science Education dan Smithsonian Institution, tempat Sternberg bekerja, mulai melakukan tindakan pencorengan nama baik dan pelecehan agar sang ilmuwan muda berbakat itu dipecat dari jabatannya. Kebrutalan terhadap kebebasan ilmiah ini sedemikian parah hingga memicu penyelidikan konggres.
Ilmuwan lain yang ditemui Stein dalam petualangannya adalah pakar astrobiologi Guillermo Gonzalez, yang perpanjangan masa jabatannya ditolak di Iowa State University meskipun catatan prestasinya sangat gemilang. Alasannya, Gonzalez memaparkan adanya perancangan yang ia amati di jagat raya.
Korban penganiayaan oleh evolusionis lain adalah Caroline Crocker, dosen cerdas mata kuliah biologi di George Mason University. Ia dipaksa hengkang dari universitasnya hanya karena memperbincangkan singkat tentang hal-hal bermasalah seputar teori Darwin. Alasan lainnya adalah karena sang dosen memberitahu para mahasiswanya bahwa sebagian ilmuwan yakin tentang adanya perancangan cerdas di alam semesta.
Daftar para korban tirani evolusionis ini terus bertambah. Nama para korban yang disebutkan di film ini adalah nyata dan kedzaliman itu benar-benar telah terjadi.
Menampilkan Pendapat Berseberangan
Expelled menampilkan bukan hanya orang-orang yang memiliki pendapat sepihak Film ini memunculkan pula ilmuwan evolusionis seperti pakar biologi berpengaruh PZ Myers dan Eugenie Scott, ketua lembaga terkenal pembela teori evolusi National Centerfor Science Education. Selain itu ditampilkan pula Richard Dawkins, biologiwan ateis asal Inggris sekaligus pengarang buku The God Delusion (Khayalan tentang Tuhan).
Selama 2 tahun para pembuat film Expelled melanglang buana mewawancarai banyak ilmuwan, doktor, filsuf dan para tokoh publik. Yang mereka temukan sungguh mengejutkan: kebebasan berpikir, kebebasan melakukan pemeriksaan dan penyelidikan ditindas di sekolah-sekolah tinggi, universitas-universitas dan lembaga-lembaga ilmiah yang didanai oleh uang rakyat.
Film ini layak untuk tidak dilewatkan, bagi siapa saja yang ingin melihat sisi gelap para evolusionis dogmatis di abad modern ini. Selengkapnya, saksikan informasi lebih lanjut beserta penggalan film ini di situs resminya: http://www.expelledthemovie.com. [cr/hid/www.hidayatullah.com]
Thursday, September 6, 2007
Wednesday, September 5, 2007
Duduk Perkara Mossad dan Intel Asing di Indonesia
http://intelindonesia.blogspot.com/2007/03/mimpi-buruk-indonesia-raya.html
Seperti pernah saya ungkapkan bahwa rencana infiltrasi yang lebih dalam ke NKRI telah menjadi agenda Mossad sejak tahun lalu. Sasarannya adalah lembaga keamanan Indonesia dengan tujuan menciptakan jalur komunikasi langsung yang tidak bisa diintersep oleh pihak ketiga. Jalur komunikasi tersebut dibangun atas biaya Mossad, dengan biaya yang sebenarnya tidak terlalu mahal bagi sebuah negara, namun cukup lumayan bagi instansi keamanan. Menurut informasi hasil intersep di Singapura, pembukaan jaring komunikasi tersebut merupakan ujian kenaikan bagi seorang agen yang telah bertahun-tahun menjadi Katsa di Indonesia. Selain itu, ada aspek bisnis yang besar berupa pembayaran atas jasa-jasanya dalam menciptakan jaring kegiatan di Indonesia. Agen tersebut berinisial ASGF, keturunan Arab serta memiliki hubungan dekat dengan pimpinan militer dan intelijen Indonesia. ASGF telah berhasil meyakinkan bahwa komunikasi Jakarta - Tel Aviv sangat penting dan harus dibangun tahun ini juga. Menurut informan Blog I-I yang berkantor di depan Kalibata Mall, bisa dipastikan bahwa alat tersebut sudah terpasang.
Tidak usah menuduh Blog I-I macam-macam, silahkan buktikan sendiri dan tanyakan langsung kepada pimpinan tertinggi di Kantor tersebut. Setidaknya perlu ada konfirmasi apakah Blog I-I menyebarkan fitnah belaka atau fakta.
Mohon maaf sekali lagi bila Blog I-I tidak mampu menahan diri dan melanggar prinsip Si decem habeas linguas, mutum esse addecet.
Sesungguhnya Kidon sudah direstrukturisasi menjadi Komemiute sesuai dengan konsep perang modern, assasination, sabotage, dll yang dilakukan Kidon bukan hanya aksi-aksi hebat dengan kemampuan teknis yang tinggi, melainkan mencakup operasi cuci otak atau dekonstruksi pikiran untuk menciptakan kondisi tertentu sesuai dengan keinginan Mossad. Bila proses dekonstruksi telah dilakukan, maka sasaran dianggap sudah "mati" karena tidaklagi menjadi oposisi atau musuh bagi Mossad. Sasaran dekonstruksi tersebut adalah tokoh-tokoh berpengaruh di NKRI. Meski saya belum paham bagaimana proses itu berjalan, tetapi konon sangat efektif.
Mengapa Indonesia? apa pentingnya Indonesia? sebuah pertanyaan desepsi untuk membodohi potensi bangsa dan negara Indonesia. Sebenarnya pertanyaan tersebut harus dibalik kapan Kidon datang dan kita menantikan juga dengan taraf kecerdasan yang seimbang sehingga mereka tidak mampu melakukan dekonstruksi pikiran para pemimpin kita. Indonesia Raya yang kuat adalah Mimpi Buruk bagi Israel sekutunya karena mereka juga memahami dan mempercayai kebangkitan kekuatan dari Selatan yang sebenarnya dipengaruhi cerita legenda berdasarkan kitab suci, diantaranya misalnya tafsir "bebas" dari surat Al Kahfi dalam Al-quran yang mana hal itu juga menjadi obyek penerawangan kaum Kabalist yang berpengaruh.
Mimpi Buruk Indonesia Raya
Satu tim bayonet sudah datang di bumi pertiwi beberapa waktu silam, tepatnya tanggal 3 Maret 2007 dari Singapura. Tahukah anda apa bayonet itu? dalam bahasa Ibrani bayonet adalah Kidon. Tim ini jauh lebih saya takuti daripada tim apapun di Indonesia. Bila Senopati Wirang diciduk dan diamankan oleh aparat pemerintah RI, Senopati masih punya bargaining yang besar, itupun kalau tidak terjadi kecerobohan aksi tembak-menembak seperti pada kasus Poso.
Tetapi bila harus berbicara tentang Kidon, itu sama saja dengan bunuh diri...iya benar bunuh diri. Kidon yang merupakan unit di dalam Mossad dan bekerja secara efisien untuk membunuh, sabotase, dan kerusakan serius lainnya sudah mendarat di bumi tercinta Nusantara. Tim yang baru datang tersebut melengkapi unit khusus Mossad yang sudah beroperasi di Republik Indonesia sekitar 7 bulan sebelum peristiwa 9/11. Seperti pernah saya ungkapkan pada tulisan tentang Intelijen Asing bahwa agen Mossad sangat minimalis dalam melakukan aksinya, yaitu 2-3 orang. Maka dalam kasus pengiriman Kidon kali ini terpantau ada sekitar 12 orang yang ada saat masuk Indonesia terpecah menjadi tiga kelompok, Jakarta, Surabaya, dan Denpasar, masing-masing beranggotakan 4 orang.
Spesialisasi keahlian Kidon adalah menggunakan senjata, menyamar dan operasi yang dalam bahasa Ibrani disebut Paylut Hablanit Oyenet (PHO) atau operasi sabotase tingkat tinggi. Ketika sejumlah kasus kecelakaan di laut dan udara terjadi, Blog I-I sudah menerima isu-isu unsur sabotase, namun saya menolaknya karena informasi yang masuk miskin hard fact. Lebih mirip teori konspirasi dan pencarian kambing hitam yang kurang meyakinkan. Bahkan ada pihak yang menyatakan bahwa kasus tenggelamnya Kapal Senopati Nusantara bukan hal yang tanpa pesan bagi Blog I-I, sebuah pesan pembunuhan bagi Senopati-Senopati "Liar" Indonesia yang mengganggu kepentingan Israel. Kemudian dilanjutkan dengan kasus kapal levina yang meskipun merupakan bahasa latin kebetulan juga merupakan kode Levi-Ina (kode bagi sleeping agent Mossad untuk bangun). Apakah saya akhirnya jadi percaya atau tetap tidak percaya dengan teori konspirasi? ataukah biarkan saja catatan-catatan kebetulan itu berlalu dan dianggap sebagai kecelakaan biasa.
Bagaimana pula dengan Adam Air dan Garuda Indonesia? saya tidak tahu harus bagaimana menyampaikannya...Saya sangat berharap ada transparansi dari hasil penyelidikan lapangan tentang apa penyebab utama terjadinya kecelakaan yang mengerikan tersebut. Sekecil apapun kecurigaan yang ada harus di teliti secara serius untuk melihat adanya kemungkinan sabotase. Andai saja aparat keamanan dan intelijen Indonesia bisa memiliki tempat kumpul bersama dan mendapat akses luas atas seluruh barang bukti, maka mekanisme keamanan nasional akan semakin solid. Beberapa rekan Blog I-I bahkan pernah memancing agar Blog I-I membahas kasus meledaknya Adam Air di udara. Blog I-I tetap tidak akan membahas sesuatu tanpa adanya bukti-bukti, walau dugaan sangat kuat tapi sulit untuk dikemukakan tanpa dukungan fakta. Sesungguhnyalah keberadaan Kidon yang membuat Blog I-I harus mengeluarkan nilai ancaman yang tinggi kepada Indonesia Raya.
Senopati-Senopati Liar yang dimaksud dalam tulisan Blog I-I adalah mereka yang selalu mengganggu kepentingan Israel. Adalah bukan kebetulan bila ketua PP Muhammadiyah Dien Syamsudin juga berada di dalam Pesawat Garuda yang naas terbakar. Ada indikasi bahwa tim Kidon yang dikirim bukan hanya ahli dalam soal pembunuhan dan sabotase kecelakaan, tetapi juga dalam permainan opini publik, dalam sebuah rangkaian cerita propaganda hitam yang secara jitu akan membidik Indonesia Raya menjadi pesakitan kembali. Saya tidak menakut-nakuti Senopati-Senopati pembela Indonesia Raya, karena saya juga akan menjadi target terdepan dengan membocorkan kedatangan mereka pada 3 Maret yang lalu itu. Mohon tingkat pengamanan transportasi menjadi perhatian, baik darat, laut maupun udara.
Juga bukan kebetulan bila hubungan RI-Australia yang buruk sangat diharapkan oleh Mossad agar Indonesia sibuk dengan urusan negara tetangga. Bukan hanya Australia, tetapi juga dengan Singapura dan Malaysia yang selalu di adu domba dengan tema kepentingan nasional. Malaysia yang sangat ingin menjadi pemimpin dunia Malays beserta kelompok etniknya sangat mudah didorong untuk bersikap arogan terhadap Indonesia. Sementara Singapura juga demikian, dengan kepentingan-kepentingan yang didorong oleh sejumlah operator Mossad menjadi seolah-olah "potensi musuh berbahaya" bagi Indonesia.
Juga bukan kebetulan apabila telah terjadi proses kristalisasi yang berupaya memecah belah persatuan TNI melalui gerakan cabut mandat kepada SBY baru-baru ini. Kekecewaan yang besar dari sekelompok elit militer terhadap SBY bukanlah hal yang ringan, kelompok ini sudah bersatu dengan kelompok militer yang terpojok oleh kasus-kasus HAM, mereka juga punya senjata dan kemampuan mobilisasi massa yang baik. Belum lagi adanya indikasi paramiliter swasta yang sedang berproses menjadi profesional dengan dukungan dari jaring jual-beli senjatanya. Apabila semua berproses, dan kemudian SBY juga berproses didorong untuk memuaskan kelompok HAM dengan "prestasi" penyelesaian masalah maka...saya tidak tahu harus memberikan gambaran seperti apa di tahun 2007-2008-2009 ini. Serangan dari berbagai arah yang mengupayakan proses penghilangan legitimasi SBY terus berproses bagaikan air yang mengalir mencari celah-celah. Mulai dari dasar hukum (UUD 45 dll), kristalisasi ketidakpuasan rakyat, bahkan sampai isu-isu pribadi SBY dan aspek magis politik juga menjadi alternatif serangan.
Coba kita melongok ke luar. Sebuah informasi yang cukup solid (A2) misalnya menyebutkan bahwa SBY telah sangat mengecewakan Mossad (Israel) karena kedekatannya dengan kelompok Ikhwanul Muslimin dan Iran. bahkan ketika SBY didaulat sebagai pemimpin dunia Islam oleh DR. Yusuf Qardhawi, hal itu sudah cukup untuk meningkatkan ancaman kepada Indonesia. Hal itu diperparah dengan konsistensi politik luar negeri Indonesia yang mengecam masalah penggalian di sekitar Mesjid Al Asqha. Mungkin si plontos ydde yang bolak-balik ke Seno Raya bisa berpura-pura kooperatif, tapi sungguh mereka tidak akan henti-hentinya mengupayakan kerusakan yang serius bagi Indonesia Raya. Si plontos ydde juga akan menyangkal kehadiran Kidon di Indonesia, atau malahan akan segera terbang ke Singapura begitu tahu Blog I-I membongkar kedatangan Kidon, untuk menghindari pertanyaan. Mengapa Blog I-I tidak melaporkan kepada pihak yang berwenang agar digelar sebuah operasi besar untuk mengungkap jaring Mossad di Indonesia? mohon maaf, Blog I-I kurang percaya kepada aparat karena Blog I-I tidak merasakan adanya ketulusan dari dalam organisasi keamanan maupun intelijen. Blog I-I malahan sudah dituduh macam-macam, dan maka dari itu hanya ini yang bisa Blog I-I lakukan agar ada kewaspadaan nasional. Bukankah Indonesia juga menganut prinsip hankamrata atau pertahanan keamanan rakyat semesta, biarlah kewaspadaan itu meluas melalui media ini dan terus disebarluaskan agar rakyat semesta waspada bila ada upaya penyusupan oleh agen-agen asing. Saya masih percaya intelijen PBNU dan Muhammadiyah juga terus bekerja, belum lagi elemen intelijen Mujahidin yang sudah mulai paham peta terorisme internasional. Saya juga berharap bahwa moderasi Islam di Indonesia bisa dipahami oleh kelompok non Muslim sebagai langkah menuju kesepahaman tentang Indonesia Raya. Sehingga tidak akan terjadi kesalahpahaman pada tingkatan manapun ketika kita membahas ancaman asing. Saya yakin bahwa apapun keyakinan kita, hanya mereka yang tidak punya hati nurani yang rela mengorbankan Indonesia Raya.
Saya tahu resiko terbesar mengungkapkan Kidon adalah tidak ada ampun. Tetapi dengan keyakinan bahwa kekuatan berita Blog I-I akan meningkatkan kewaspadaan aparat keamanan dan intelijen, maka gerak Kidon tidak akan leluasa di Indonesia. Meskipun Kidon kemudian direstrukturisasi menjadi Komemiute, tetapi istilah itu masih aktif.
Mohon maaf, saya tidak berani mengungkap lebih detail tentang Tim Kidon yang baru masuk. Saya juga tidak berani mengungkap sel yang sudah ada di Indonesia, meski sudah ada masukan tentang orang Indonesia keturunan Arab yang telah dibina di luar negeri. Keterbatasan hard fact dan demi keselamatan rekan-rekan Blog I-I yang terus memantau kegiatan mereka menjadi alasan yang saya kira bisa dibenarkan.
--------------
...itulah kesan saya setelah membaca ini. Namun kecenderungan saya untuk percaya mendekati 75% - 80% karena Mossad memiliki tangan gurita yang menjangkau seluruh dunia. Kalau Anda pernah membaca buku karangan pembelot Mossad, Victor Ostrovsky, By The Way of Deception, Anda akan tahu kehebatan sekaligus ngeri melihat cara mereka membuat kekacauan. Contohnya, mereka melatih militer Sri Lanka yang didominasi warga Sinhala di satu sisi dan melatih teroris separatis Macan Tamil di sisi lain pada waktu bersamaan. Ostrovsky mengaku pusing mengupayakan cara agar dua golongan yang diadu ini tidak saling bertemu saat menjalani latihan di pangkalan AL Zionis.
Salah satu cara yang diajarkan Mossad pada teroris Tamil ini adalah cara menyergap dan mengoperasikan FPB IMI Dvora yang kebetulan dimiliki AL Sri Lanka, sementara militer Zionis juga menjalankan misinya yaitu melatih personel AL Sri Lanka mengoperasikan Dvora. Saat perang yang dilancarkan Sri Lanka terhadap separatis ini meletus, dua Dvora berhasil dirampas teroris Tamil dan dimasukkan dalam jajaran AL Macan Tamil.
Sdr. Abu Ridho, terima kasih! Kita mesti waspada, khususnya pada katsa lokal kita; sesuatu yang aneh mengingat Mossad hanya mau merekrut warga Yahudi perantauan yang memiliki keluarga di entitas Zionis. Contohnya, wartawan AWSJ, Daniel S. Pearl yang dipenggal orang Pakistan. Ibu Pearl ternyata tinggal di Tel Aviv dan intelijen India - yang memiliki akses dengan Mossad - membenarkan status asli Pearl kepada Jane's...
From : Andy Dirgantara
-------------
Seperti pernah saya ungkapkan bahwa rencana infiltrasi yang lebih dalam ke NKRI telah menjadi agenda Mossad sejak tahun lalu. Sasarannya adalah lembaga keamanan Indonesia dengan tujuan menciptakan jalur komunikasi langsung yang tidak bisa diintersep oleh pihak ketiga. Jalur komunikasi tersebut dibangun atas biaya Mossad, dengan biaya yang sebenarnya tidak terlalu mahal bagi sebuah negara, namun cukup lumayan bagi instansi keamanan. Menurut informasi hasil intersep di Singapura, pembukaan jaring komunikasi tersebut merupakan ujian kenaikan bagi seorang agen yang telah bertahun-tahun menjadi Katsa di Indonesia. Selain itu, ada aspek bisnis yang besar berupa pembayaran atas jasa-jasanya dalam menciptakan jaring kegiatan di Indonesia. Agen tersebut berinisial ASGF, keturunan Arab serta memiliki hubungan dekat dengan pimpinan militer dan intelijen Indonesia. ASGF telah berhasil meyakinkan bahwa komunikasi Jakarta - Tel Aviv sangat penting dan harus dibangun tahun ini juga. Menurut informan Blog I-I yang berkantor di depan Kalibata Mall, bisa dipastikan bahwa alat tersebut sudah terpasang.
Tidak usah menuduh Blog I-I macam-macam, silahkan buktikan sendiri dan tanyakan langsung kepada pimpinan tertinggi di Kantor tersebut. Setidaknya perlu ada konfirmasi apakah Blog I-I menyebarkan fitnah belaka atau fakta.
Mohon maaf sekali lagi bila Blog I-I tidak mampu menahan diri dan melanggar prinsip Si decem habeas linguas, mutum esse addecet.
Sesungguhnya Kidon sudah direstrukturisasi menjadi Komemiute sesuai dengan konsep perang modern, assasination, sabotage, dll yang dilakukan Kidon bukan hanya aksi-aksi hebat dengan kemampuan teknis yang tinggi, melainkan mencakup operasi cuci otak atau dekonstruksi pikiran untuk menciptakan kondisi tertentu sesuai dengan keinginan Mossad. Bila proses dekonstruksi telah dilakukan, maka sasaran dianggap sudah "mati" karena tidaklagi menjadi oposisi atau musuh bagi Mossad. Sasaran dekonstruksi tersebut adalah tokoh-tokoh berpengaruh di NKRI. Meski saya belum paham bagaimana proses itu berjalan, tetapi konon sangat efektif.
Mengapa Indonesia? apa pentingnya Indonesia? sebuah pertanyaan desepsi untuk membodohi potensi bangsa dan negara Indonesia. Sebenarnya pertanyaan tersebut harus dibalik kapan Kidon datang dan kita menantikan juga dengan taraf kecerdasan yang seimbang sehingga mereka tidak mampu melakukan dekonstruksi pikiran para pemimpin kita. Indonesia Raya yang kuat adalah Mimpi Buruk bagi Israel sekutunya karena mereka juga memahami dan mempercayai kebangkitan kekuatan dari Selatan yang sebenarnya dipengaruhi cerita legenda berdasarkan kitab suci, diantaranya misalnya tafsir "bebas" dari surat Al Kahfi dalam Al-quran yang mana hal itu juga menjadi obyek penerawangan kaum Kabalist yang berpengaruh.
Mimpi Buruk Indonesia Raya
Satu tim bayonet sudah datang di bumi pertiwi beberapa waktu silam, tepatnya tanggal 3 Maret 2007 dari Singapura. Tahukah anda apa bayonet itu? dalam bahasa Ibrani bayonet adalah Kidon. Tim ini jauh lebih saya takuti daripada tim apapun di Indonesia. Bila Senopati Wirang diciduk dan diamankan oleh aparat pemerintah RI, Senopati masih punya bargaining yang besar, itupun kalau tidak terjadi kecerobohan aksi tembak-menembak seperti pada kasus Poso.
Tetapi bila harus berbicara tentang Kidon, itu sama saja dengan bunuh diri...iya benar bunuh diri. Kidon yang merupakan unit di dalam Mossad dan bekerja secara efisien untuk membunuh, sabotase, dan kerusakan serius lainnya sudah mendarat di bumi tercinta Nusantara. Tim yang baru datang tersebut melengkapi unit khusus Mossad yang sudah beroperasi di Republik Indonesia sekitar 7 bulan sebelum peristiwa 9/11. Seperti pernah saya ungkapkan pada tulisan tentang Intelijen Asing bahwa agen Mossad sangat minimalis dalam melakukan aksinya, yaitu 2-3 orang. Maka dalam kasus pengiriman Kidon kali ini terpantau ada sekitar 12 orang yang ada saat masuk Indonesia terpecah menjadi tiga kelompok, Jakarta, Surabaya, dan Denpasar, masing-masing beranggotakan 4 orang.
Spesialisasi keahlian Kidon adalah menggunakan senjata, menyamar dan operasi yang dalam bahasa Ibrani disebut Paylut Hablanit Oyenet (PHO) atau operasi sabotase tingkat tinggi. Ketika sejumlah kasus kecelakaan di laut dan udara terjadi, Blog I-I sudah menerima isu-isu unsur sabotase, namun saya menolaknya karena informasi yang masuk miskin hard fact. Lebih mirip teori konspirasi dan pencarian kambing hitam yang kurang meyakinkan. Bahkan ada pihak yang menyatakan bahwa kasus tenggelamnya Kapal Senopati Nusantara bukan hal yang tanpa pesan bagi Blog I-I, sebuah pesan pembunuhan bagi Senopati-Senopati "Liar" Indonesia yang mengganggu kepentingan Israel. Kemudian dilanjutkan dengan kasus kapal levina yang meskipun merupakan bahasa latin kebetulan juga merupakan kode Levi-Ina (kode bagi sleeping agent Mossad untuk bangun). Apakah saya akhirnya jadi percaya atau tetap tidak percaya dengan teori konspirasi? ataukah biarkan saja catatan-catatan kebetulan itu berlalu dan dianggap sebagai kecelakaan biasa.
Bagaimana pula dengan Adam Air dan Garuda Indonesia? saya tidak tahu harus bagaimana menyampaikannya...Saya sangat berharap ada transparansi dari hasil penyelidikan lapangan tentang apa penyebab utama terjadinya kecelakaan yang mengerikan tersebut. Sekecil apapun kecurigaan yang ada harus di teliti secara serius untuk melihat adanya kemungkinan sabotase. Andai saja aparat keamanan dan intelijen Indonesia bisa memiliki tempat kumpul bersama dan mendapat akses luas atas seluruh barang bukti, maka mekanisme keamanan nasional akan semakin solid. Beberapa rekan Blog I-I bahkan pernah memancing agar Blog I-I membahas kasus meledaknya Adam Air di udara. Blog I-I tetap tidak akan membahas sesuatu tanpa adanya bukti-bukti, walau dugaan sangat kuat tapi sulit untuk dikemukakan tanpa dukungan fakta. Sesungguhnyalah keberadaan Kidon yang membuat Blog I-I harus mengeluarkan nilai ancaman yang tinggi kepada Indonesia Raya.
Senopati-Senopati Liar yang dimaksud dalam tulisan Blog I-I adalah mereka yang selalu mengganggu kepentingan Israel. Adalah bukan kebetulan bila ketua PP Muhammadiyah Dien Syamsudin juga berada di dalam Pesawat Garuda yang naas terbakar. Ada indikasi bahwa tim Kidon yang dikirim bukan hanya ahli dalam soal pembunuhan dan sabotase kecelakaan, tetapi juga dalam permainan opini publik, dalam sebuah rangkaian cerita propaganda hitam yang secara jitu akan membidik Indonesia Raya menjadi pesakitan kembali. Saya tidak menakut-nakuti Senopati-Senopati pembela Indonesia Raya, karena saya juga akan menjadi target terdepan dengan membocorkan kedatangan mereka pada 3 Maret yang lalu itu. Mohon tingkat pengamanan transportasi menjadi perhatian, baik darat, laut maupun udara.
Juga bukan kebetulan bila hubungan RI-Australia yang buruk sangat diharapkan oleh Mossad agar Indonesia sibuk dengan urusan negara tetangga. Bukan hanya Australia, tetapi juga dengan Singapura dan Malaysia yang selalu di adu domba dengan tema kepentingan nasional. Malaysia yang sangat ingin menjadi pemimpin dunia Malays beserta kelompok etniknya sangat mudah didorong untuk bersikap arogan terhadap Indonesia. Sementara Singapura juga demikian, dengan kepentingan-kepentingan yang didorong oleh sejumlah operator Mossad menjadi seolah-olah "potensi musuh berbahaya" bagi Indonesia.
Juga bukan kebetulan apabila telah terjadi proses kristalisasi yang berupaya memecah belah persatuan TNI melalui gerakan cabut mandat kepada SBY baru-baru ini. Kekecewaan yang besar dari sekelompok elit militer terhadap SBY bukanlah hal yang ringan, kelompok ini sudah bersatu dengan kelompok militer yang terpojok oleh kasus-kasus HAM, mereka juga punya senjata dan kemampuan mobilisasi massa yang baik. Belum lagi adanya indikasi paramiliter swasta yang sedang berproses menjadi profesional dengan dukungan dari jaring jual-beli senjatanya. Apabila semua berproses, dan kemudian SBY juga berproses didorong untuk memuaskan kelompok HAM dengan "prestasi" penyelesaian masalah maka...saya tidak tahu harus memberikan gambaran seperti apa di tahun 2007-2008-2009 ini. Serangan dari berbagai arah yang mengupayakan proses penghilangan legitimasi SBY terus berproses bagaikan air yang mengalir mencari celah-celah. Mulai dari dasar hukum (UUD 45 dll), kristalisasi ketidakpuasan rakyat, bahkan sampai isu-isu pribadi SBY dan aspek magis politik juga menjadi alternatif serangan.
Coba kita melongok ke luar. Sebuah informasi yang cukup solid (A2) misalnya menyebutkan bahwa SBY telah sangat mengecewakan Mossad (Israel) karena kedekatannya dengan kelompok Ikhwanul Muslimin dan Iran. bahkan ketika SBY didaulat sebagai pemimpin dunia Islam oleh DR. Yusuf Qardhawi, hal itu sudah cukup untuk meningkatkan ancaman kepada Indonesia. Hal itu diperparah dengan konsistensi politik luar negeri Indonesia yang mengecam masalah penggalian di sekitar Mesjid Al Asqha. Mungkin si plontos ydde yang bolak-balik ke Seno Raya bisa berpura-pura kooperatif, tapi sungguh mereka tidak akan henti-hentinya mengupayakan kerusakan yang serius bagi Indonesia Raya. Si plontos ydde juga akan menyangkal kehadiran Kidon di Indonesia, atau malahan akan segera terbang ke Singapura begitu tahu Blog I-I membongkar kedatangan Kidon, untuk menghindari pertanyaan. Mengapa Blog I-I tidak melaporkan kepada pihak yang berwenang agar digelar sebuah operasi besar untuk mengungkap jaring Mossad di Indonesia? mohon maaf, Blog I-I kurang percaya kepada aparat karena Blog I-I tidak merasakan adanya ketulusan dari dalam organisasi keamanan maupun intelijen. Blog I-I malahan sudah dituduh macam-macam, dan maka dari itu hanya ini yang bisa Blog I-I lakukan agar ada kewaspadaan nasional. Bukankah Indonesia juga menganut prinsip hankamrata atau pertahanan keamanan rakyat semesta, biarlah kewaspadaan itu meluas melalui media ini dan terus disebarluaskan agar rakyat semesta waspada bila ada upaya penyusupan oleh agen-agen asing. Saya masih percaya intelijen PBNU dan Muhammadiyah juga terus bekerja, belum lagi elemen intelijen Mujahidin yang sudah mulai paham peta terorisme internasional. Saya juga berharap bahwa moderasi Islam di Indonesia bisa dipahami oleh kelompok non Muslim sebagai langkah menuju kesepahaman tentang Indonesia Raya. Sehingga tidak akan terjadi kesalahpahaman pada tingkatan manapun ketika kita membahas ancaman asing. Saya yakin bahwa apapun keyakinan kita, hanya mereka yang tidak punya hati nurani yang rela mengorbankan Indonesia Raya.
Saya tahu resiko terbesar mengungkapkan Kidon adalah tidak ada ampun. Tetapi dengan keyakinan bahwa kekuatan berita Blog I-I akan meningkatkan kewaspadaan aparat keamanan dan intelijen, maka gerak Kidon tidak akan leluasa di Indonesia. Meskipun Kidon kemudian direstrukturisasi menjadi Komemiute, tetapi istilah itu masih aktif.
Mohon maaf, saya tidak berani mengungkap lebih detail tentang Tim Kidon yang baru masuk. Saya juga tidak berani mengungkap sel yang sudah ada di Indonesia, meski sudah ada masukan tentang orang Indonesia keturunan Arab yang telah dibina di luar negeri. Keterbatasan hard fact dan demi keselamatan rekan-rekan Blog I-I yang terus memantau kegiatan mereka menjadi alasan yang saya kira bisa dibenarkan.
--------------
...itulah kesan saya setelah membaca ini. Namun kecenderungan saya untuk percaya mendekati 75% - 80% karena Mossad memiliki tangan gurita yang menjangkau seluruh dunia. Kalau Anda pernah membaca buku karangan pembelot Mossad, Victor Ostrovsky, By The Way of Deception, Anda akan tahu kehebatan sekaligus ngeri melihat cara mereka membuat kekacauan. Contohnya, mereka melatih militer Sri Lanka yang didominasi warga Sinhala di satu sisi dan melatih teroris separatis Macan Tamil di sisi lain pada waktu bersamaan. Ostrovsky mengaku pusing mengupayakan cara agar dua golongan yang diadu ini tidak saling bertemu saat menjalani latihan di pangkalan AL Zionis.
Salah satu cara yang diajarkan Mossad pada teroris Tamil ini adalah cara menyergap dan mengoperasikan FPB IMI Dvora yang kebetulan dimiliki AL Sri Lanka, sementara militer Zionis juga menjalankan misinya yaitu melatih personel AL Sri Lanka mengoperasikan Dvora. Saat perang yang dilancarkan Sri Lanka terhadap separatis ini meletus, dua Dvora berhasil dirampas teroris Tamil dan dimasukkan dalam jajaran AL Macan Tamil.
Sdr. Abu Ridho, terima kasih! Kita mesti waspada, khususnya pada katsa lokal kita; sesuatu yang aneh mengingat Mossad hanya mau merekrut warga Yahudi perantauan yang memiliki keluarga di entitas Zionis. Contohnya, wartawan AWSJ, Daniel S. Pearl yang dipenggal orang Pakistan. Ibu Pearl ternyata tinggal di Tel Aviv dan intelijen India - yang memiliki akses dengan Mossad - membenarkan status asli Pearl kepada Jane's...
From : Andy Dirgantara
-------------
cewek dipukul cowok di belakang gedung BRI
Sari Sudarnoto
o.com>
08/30/07 05:13
PM
Hi mates, I am on my way to RS Jakarta, but drop u
this message first.
Gue semalem ditonjok 2x sama cowok, pertama kena pipi
kiri &
sekarang gue gak bisa ngunyah, secara lidah gue
kegigit ma gigi gue sendiri, gak bisa banyak ngomong
juga. kedua kena alis/mata/hidung jadi alis, mata kiri
bengkak dikit, gak usah pake
eyesadow secara dah biru natural. hidung kiri atas
deket alis sakit, susah napas karna hidung atas gue
bengkak.
kejadiannya selasa malem 28 Agustus 07 gue pulang jam
7an gitu.. di belakang BRI depan warnet LEGOS, sebelum
salon Tulus
gue lagi jalan pulang, di belakang BRI itu kan kalo
jam segitu emang rame,
mana banyak mobil sembarangan parkir, rata2 mobil
lewat situ pelan2,
tapi ternyata pas lagi jalan, gue dah minggir, ee ada
mobil nglakson gue,
gila!! udah tau jalanan sempit, pake nglakson2
segala!! dia kira gue cicak kali ya bisa nempel di
tembok
wah panas gue, gue gebrag kaca'nya, taunya dia mepet
gue ke pinggir, di pinggir jalan ada grobag jualan
yang lagi tutup, sampe gue gak bisa gerak, cewek yang
di kursi kiri neriakin gue dari arah kanan gue, jadi
gue lagi nengok ke kanan, cowok yang nyetir keluar
langsung nonjok gue dari kiri, kedua tangan gue lagi
bawa tentengan
tas sepatu & blanjaan, jadi gue gak bisa bales. gue
bilang ke dia "kok kamu braninya mukul perempuan??" ee
dia makin kalap, sementara cewek nya masih ngomel2 -
gak kasar sih, sambil narik lengan baju gue dari
kanan, jadi gue nengok ke kanan lagi, eeee cowok'nya
pukul gue lagi dari kiri kena mata kiri gue,dan
punggung ma kepala belakang gue ngebentur grobag
dan dia masih mau mukul gue lagi tapi ditarik ma
orang2, sambil dikasih tau "kamu gak boleh mukul
perempuan"
ee tu cowok masih teriak2 "biarain aja!! sini kamu!!"
trus gue berasa hidung & mulut gue berdarah, jadi gue
ngludah di kap mobil orang itu,
mereka berdua langsung jadi diem & masuk mobil kali
karna yang gue ludahin DARAH..
mereka udah di mobil tapi gue terus ngludahin
mobilnya. jadi darah bececeran di kap mobil tu orang.
lalu mereka pergi begitu saja, tapi cewek berjilbab
itu masih nyempetin buka kaca mobil, nunjuk2 ke gue
sambil bilang "inget! yang SOPAN ya!!"
gue udah ke dokter, si dokter sampai heran "memang
mobil-nya apa sih sampe bela2in mukul perempuan???"
sayangnya gue gak sempet catet no mobil'nya,
tapi gue mo minta tolong lu semua forward'in email ini
ke temen2 elu, siapa tau nyampe ke email lelaki banci
yang mukul gue itu.... gue mau ketemu dia lagi, gue
mau kasih dia kesempatan dia mukul gue lagi dalam
keadaan gue siap (gue kan lagi meleng ke kanan diajak
ngomong yang cewek, dia tonjok gue dari kiri) & tanpa
tentengan.
ciri2 cowok: pendek kira2 160cm, rada gemuk, kulit
putih, mata sipit, rambut cepak, kayaknya sih BANCI
karna braninya mukul perempuan
cewek: pake jilbab rapi (serba hitam pada saat
kejadian), pake kacamata, agak kurus tinggi sekitar
156cm, kantornya kali di BRI / GKBI ===>> mbak, mbak,
kalo mbak mati itu mobil gak dibawa ke liang kubur,
gak usah bela2in segitunya, lagian gue kan mukul
mobilnya pake tangan kosong, gak pake benda tajam
apapun
yang SOPAN itu yang gimana??? di jalanan juga ada
SOPAN santun berlalulintas, kalau jalanan sempit & gak
ada trotoar, sabar dikit sama pejalan kaki gak HARAM
kok... berpahala malah
Mereka tau gue tinggal dimana..
08/30/07 05:13
PM
Hi mates, I am on my way to RS Jakarta, but drop u
this message first.
Gue semalem ditonjok 2x sama cowok, pertama kena pipi
kiri &
sekarang gue gak bisa ngunyah, secara lidah gue
kegigit ma gigi gue sendiri, gak bisa banyak ngomong
juga. kedua kena alis/mata/hidung jadi alis, mata kiri
bengkak dikit, gak usah pake
eyesadow secara dah biru natural. hidung kiri atas
deket alis sakit, susah napas karna hidung atas gue
bengkak.
kejadiannya selasa malem 28 Agustus 07 gue pulang jam
7an gitu.. di belakang BRI depan warnet LEGOS, sebelum
salon Tulus
gue lagi jalan pulang, di belakang BRI itu kan kalo
jam segitu emang rame,
mana banyak mobil sembarangan parkir, rata2 mobil
lewat situ pelan2,
tapi ternyata pas lagi jalan, gue dah minggir, ee ada
mobil nglakson gue,
gila!! udah tau jalanan sempit, pake nglakson2
segala!! dia kira gue cicak kali ya bisa nempel di
tembok
wah panas gue, gue gebrag kaca'nya, taunya dia mepet
gue ke pinggir, di pinggir jalan ada grobag jualan
yang lagi tutup, sampe gue gak bisa gerak, cewek yang
di kursi kiri neriakin gue dari arah kanan gue, jadi
gue lagi nengok ke kanan, cowok yang nyetir keluar
langsung nonjok gue dari kiri, kedua tangan gue lagi
bawa tentengan
tas sepatu & blanjaan, jadi gue gak bisa bales. gue
bilang ke dia "kok kamu braninya mukul perempuan??" ee
dia makin kalap, sementara cewek nya masih ngomel2 -
gak kasar sih, sambil narik lengan baju gue dari
kanan, jadi gue nengok ke kanan lagi, eeee cowok'nya
pukul gue lagi dari kiri kena mata kiri gue,dan
punggung ma kepala belakang gue ngebentur grobag
dan dia masih mau mukul gue lagi tapi ditarik ma
orang2, sambil dikasih tau "kamu gak boleh mukul
perempuan"
ee tu cowok masih teriak2 "biarain aja!! sini kamu!!"
trus gue berasa hidung & mulut gue berdarah, jadi gue
ngludah di kap mobil orang itu,
mereka berdua langsung jadi diem & masuk mobil kali
karna yang gue ludahin DARAH..
mereka udah di mobil tapi gue terus ngludahin
mobilnya. jadi darah bececeran di kap mobil tu orang.
lalu mereka pergi begitu saja, tapi cewek berjilbab
itu masih nyempetin buka kaca mobil, nunjuk2 ke gue
sambil bilang "inget! yang SOPAN ya!!"
gue udah ke dokter, si dokter sampai heran "memang
mobil-nya apa sih sampe bela2in mukul perempuan???"
sayangnya gue gak sempet catet no mobil'nya,
tapi gue mo minta tolong lu semua forward'in email ini
ke temen2 elu, siapa tau nyampe ke email lelaki banci
yang mukul gue itu.... gue mau ketemu dia lagi, gue
mau kasih dia kesempatan dia mukul gue lagi dalam
keadaan gue siap (gue kan lagi meleng ke kanan diajak
ngomong yang cewek, dia tonjok gue dari kiri) & tanpa
tentengan.
ciri2 cowok: pendek kira2 160cm, rada gemuk, kulit
putih, mata sipit, rambut cepak, kayaknya sih BANCI
karna braninya mukul perempuan
cewek: pake jilbab rapi (serba hitam pada saat
kejadian), pake kacamata, agak kurus tinggi sekitar
156cm, kantornya kali di BRI / GKBI ===>> mbak, mbak,
kalo mbak mati itu mobil gak dibawa ke liang kubur,
gak usah bela2in segitunya, lagian gue kan mukul
mobilnya pake tangan kosong, gak pake benda tajam
apapun
yang SOPAN itu yang gimana??? di jalanan juga ada
SOPAN santun berlalulintas, kalau jalanan sempit & gak
ada trotoar, sabar dikit sama pejalan kaki gak HARAM
kok... berpahala malah
Mereka tau gue tinggal dimana..
Pers Mahasiswa Fak. Hukum Trisakti Diancam Dibredel
Kronologis Pemanggilan Anggota Serta Ancaman Pembredelan Organisasi Pers
Mahasiswa Suara Hukum Oleh Wadek III FH Usakti
Pers mahasiswa hadir sebagai medium informasi, penyadaran msyarakat, dan
propaganda bagi gerakan mahasiswa lainnya. Tembangnya rezim soeharto tahun
1998 yang lalu, tidaklah bisa dilepaskan dari peran pers mahasiswa. Melalui
berbagai terbitannya, media mahasiswa menjadi pemompa semangat mahasiswa
dari dalam kampus. Di luar kampus pers mahsiswa beradu dengan pers umum
membangun opini publik dan melakukan penyadaran masyarakat akan hak-haknya.
Kolaborasi aksi turun dijalan dan aksi penyadaran masyarakat yang dimainkan
oleh pers mahasiswa telah membuahkan hasil dengan tembangnya rezim yang
telah berkuasa lebih dari 32 tahun. Kehadiran pers mahasiswa pun menjadi
bagian terpenting yang pada akhirnya gerakan mahasiswa termasuk pers
mahasiswa meraih sebuah pencapaian yang cukup signifikan.
Keberhasilan reformasi seharusnya membuat kran - kran demokrasi terbuka
lebar bagi kaum - kaum kritis yang menginginkan perubahan lebih baik baik di
dalam kampus maupun perubahan dalam tatanan sosial masyarakat. tetapi
nampaknya kekritisan mahasiswa khususnya terhadap kondisi kampus harus di
bayar " mahal ", ini terbukti dengan tindakan birokrasi Fakultas Hukum
Universitas Trisakti yang melakukan tindakan intimidasi serta ancaman
pembredelan terhadap Organisasi Mahasiswa ( Ormawa ) Lembaga Pers Mahaiswa
Suara Hukum.
Tindakan tersebut di awali dengan pemanggilan anggota Organisasi Tingkat
fakultas (OTF) Suara Hukum (SH), berawal dari bertemunya anggota SH yaitu
Nindy, Nikko, dan Risma dengan mahasiswa baru yang bernama Mimi tepatnya
hari kamis tanggal 30 Agustus 2007. Pada tanggal tersebut merupakan breafing
untuk persiapan PPSMB (Program Pengenalan Studi Mahasiswa Baru).
Dalam pertemuan tersebut terjadilah sebuah percakapan mengenai PPSMB. Dimana
dalam percakapan tersebut Mimi meminta bantuan kepada anggota SH untuk
mempersiapkan kebutuhan PPSMB yaitu kemeja putih, rok hitam dan sepatu
pantople. Sehingga mereka berempat pergi ke Blok M yaitu dari kampus
trisakti jam 15.00 WIB, setelah kebutuhan untuk PPSMB terpenuhi mereka
langsung pulang. Sekitar jam 18.00 WIB (sebelum mag'rib) mereka sampai di
grogol tepatnya jalan Susilo (RM. Warung Kito). Mimi lalu diantarkan oleh
anggota SH untuk sampai kerumahnya, namun mimi meminta hanya diantarkan
sampai gang rumahnya saja. Setelah mengantarkan sampai gang rumah mimi,
anggota SH langsung pulang kerumah masing-masing.
Namun yang terjadi pada hari Jum'at tanggal 31 Agustus 2007 orang tua Mimi
melapor kepada pihak fakultas dalam hal ini kepada ferry Eduard, SH. MH
selaku WADEK III. Dalam laporan tersebut orang tua Mimi mengatakan bahwa
anaknya pulang malam yaitu jam 22.00 WIB, setelah diajak oleh Nindy, Nikko
dan Risma pergi ke Blok M. Sesungguhnya tujuan anggota SH waktu itu adalah
melakukan reportase karena ada penugasan dari SH untuk kebutuhan terbitan
majalah.
Mendapatkan laporan tersebut Ferry Eduard melakukan panggilan secara paksa (
menarik pergelangan tangan salah satu anggota SH yang bernama Niko )dan
melakukan tindakan intimidasi terhadap Nindy, Nikko dan Risma dengan alasan
mengajak pergi Mimi dengan paksaan. Dalam introgasi tersebut dijaga ketat
oleh pihak otorita kampus ( satpam kampus ) yaitu sekitar 10 orang, yang
gunanya untuk melakukan tekanan kepada anggota SH. Rochmat selaku ketua umum
SH dipanggil pula( pemanggilan lewat HP bukan pemanggilan secara
organisasional dengan surat ), pemanggilan tersebut Rochmat pun mendapatkan
perlakuan yang sama seperti anggota SH yang terlebih dahulu dipanggil. Dalam
hal ini Rochmat dipanggil dalam pertanggung jawaban mengenai tugasnya
mengontrol anggota SH.
Dalam pemanggilan tersebut Nindy, Nikko, Risma dan rochmat di desak untuk
memberikan No. telephon atau No. HP orang tuanya, dengan maksud agar Ferry
Eduard ( Wakil Dekan III Kemahasiswaan ) bisa memberikan tekanan psikologi
kepada mereka melalui orang tuanya ( melarang anaknya untuk mengikuti
kegiatan organisasi pers Suara Hukum ) . Akhirnya meraka diberikan surat
pemanggilan orang tua yang akan dilaksanakan pada hari Senin tanggal 3
September 2007. Dalam kejadian tersebut Ferry Eduard memberikan ancaman
secara lisan akan melakukan pembredelan terhadap Suara Hukum (SH),
sebetulnya pembredelan terhadap SH tidak dengan alasan yang kuat dan
rasional yang mendasarinya. ancaman tersebut di barengi dengan tindakan Fery
eduar yang menyuruh staff kampus bagian administrasi beserta otorita untuk
mengeluarkan dan menyita barang - barang Suara Hukum serta mengunci ruangan
sekretariat Suara Hukum di lantai 9 Fakultas Hukum Trisakti.
Dalam pertemuan orang tua mahasiswa dengan pihak fakultas yang di wakili
oleh Bpk. Rahmat Santoso ( Sekretaris pada hari senin tanggal 3 September
2007 jam 10.00 WIB di lantai 2 ruang Prof. Soeherman, tidak menghasilkan
keputusan yang jelas. karena di dalam forum tersebut pihak kampus memberikan
penjelasan yang tidak rasional mereka menjelaskan bahwa anak - anaknya
terlibat dalam organisasi terlarang dan memberikan ancaman di mana mereka
akan memproses kasus ini apabila orangtua tersebut tidak melakukan
pengontrolan terhadap aktivitas anaknya dalam hal ini anggota Suara Hukum.
Dampak buruk yang dirasakan oleh anggota SH dan ketua umum SH setelah
proses intimidasi tersebut adalah dampak Psikologis berupa tekanan dari
orang tua. Selain itu pasca kejadian itu sampai sekarang kawan - kawan
anggota Suara Hukum merasakan tindakan intimidasi yang dilakukan oleh kampus
yaitu pengawasan yang di lakukan oleh otorita dan intel kampus ( memata -
matai gerak - gerik kawan - kawan Suara Hukum ) serta bentuk intimidasi yang
di lakukan oleh beberapa Dosen di dalam kelas dengan cara pembusukkan /
opini - opini negatif tentang Suara Hukum. Tindakan tersebut menjadi jawaban
apakah Trisakti masih dapat di katakan sebagai kampus Reformasi yang
seharusnya menjunjung tinggi nilai - nilai Demokrasi bukan menjunjung nilai
- nilai Represifitas serta Kriminalisasi terhadap Pers Mahasiswa.
Jakarta, 3 September 2007
Ketua Umum Suara Hukum
( Rochmat Dwi. R )
----------
From : Satrio Arismunandar
Mahasiswa Suara Hukum Oleh Wadek III FH Usakti
Pers mahasiswa hadir sebagai medium informasi, penyadaran msyarakat, dan
propaganda bagi gerakan mahasiswa lainnya. Tembangnya rezim soeharto tahun
1998 yang lalu, tidaklah bisa dilepaskan dari peran pers mahasiswa. Melalui
berbagai terbitannya, media mahasiswa menjadi pemompa semangat mahasiswa
dari dalam kampus. Di luar kampus pers mahsiswa beradu dengan pers umum
membangun opini publik dan melakukan penyadaran masyarakat akan hak-haknya.
Kolaborasi aksi turun dijalan dan aksi penyadaran masyarakat yang dimainkan
oleh pers mahasiswa telah membuahkan hasil dengan tembangnya rezim yang
telah berkuasa lebih dari 32 tahun. Kehadiran pers mahasiswa pun menjadi
bagian terpenting yang pada akhirnya gerakan mahasiswa termasuk pers
mahasiswa meraih sebuah pencapaian yang cukup signifikan.
Keberhasilan reformasi seharusnya membuat kran - kran demokrasi terbuka
lebar bagi kaum - kaum kritis yang menginginkan perubahan lebih baik baik di
dalam kampus maupun perubahan dalam tatanan sosial masyarakat. tetapi
nampaknya kekritisan mahasiswa khususnya terhadap kondisi kampus harus di
bayar " mahal ", ini terbukti dengan tindakan birokrasi Fakultas Hukum
Universitas Trisakti yang melakukan tindakan intimidasi serta ancaman
pembredelan terhadap Organisasi Mahasiswa ( Ormawa ) Lembaga Pers Mahaiswa
Suara Hukum.
Tindakan tersebut di awali dengan pemanggilan anggota Organisasi Tingkat
fakultas (OTF) Suara Hukum (SH), berawal dari bertemunya anggota SH yaitu
Nindy, Nikko, dan Risma dengan mahasiswa baru yang bernama Mimi tepatnya
hari kamis tanggal 30 Agustus 2007. Pada tanggal tersebut merupakan breafing
untuk persiapan PPSMB (Program Pengenalan Studi Mahasiswa Baru).
Dalam pertemuan tersebut terjadilah sebuah percakapan mengenai PPSMB. Dimana
dalam percakapan tersebut Mimi meminta bantuan kepada anggota SH untuk
mempersiapkan kebutuhan PPSMB yaitu kemeja putih, rok hitam dan sepatu
pantople. Sehingga mereka berempat pergi ke Blok M yaitu dari kampus
trisakti jam 15.00 WIB, setelah kebutuhan untuk PPSMB terpenuhi mereka
langsung pulang. Sekitar jam 18.00 WIB (sebelum mag'rib) mereka sampai di
grogol tepatnya jalan Susilo (RM. Warung Kito). Mimi lalu diantarkan oleh
anggota SH untuk sampai kerumahnya, namun mimi meminta hanya diantarkan
sampai gang rumahnya saja. Setelah mengantarkan sampai gang rumah mimi,
anggota SH langsung pulang kerumah masing-masing.
Namun yang terjadi pada hari Jum'at tanggal 31 Agustus 2007 orang tua Mimi
melapor kepada pihak fakultas dalam hal ini kepada ferry Eduard, SH. MH
selaku WADEK III. Dalam laporan tersebut orang tua Mimi mengatakan bahwa
anaknya pulang malam yaitu jam 22.00 WIB, setelah diajak oleh Nindy, Nikko
dan Risma pergi ke Blok M. Sesungguhnya tujuan anggota SH waktu itu adalah
melakukan reportase karena ada penugasan dari SH untuk kebutuhan terbitan
majalah.
Mendapatkan laporan tersebut Ferry Eduard melakukan panggilan secara paksa (
menarik pergelangan tangan salah satu anggota SH yang bernama Niko )dan
melakukan tindakan intimidasi terhadap Nindy, Nikko dan Risma dengan alasan
mengajak pergi Mimi dengan paksaan. Dalam introgasi tersebut dijaga ketat
oleh pihak otorita kampus ( satpam kampus ) yaitu sekitar 10 orang, yang
gunanya untuk melakukan tekanan kepada anggota SH. Rochmat selaku ketua umum
SH dipanggil pula( pemanggilan lewat HP bukan pemanggilan secara
organisasional dengan surat ), pemanggilan tersebut Rochmat pun mendapatkan
perlakuan yang sama seperti anggota SH yang terlebih dahulu dipanggil. Dalam
hal ini Rochmat dipanggil dalam pertanggung jawaban mengenai tugasnya
mengontrol anggota SH.
Dalam pemanggilan tersebut Nindy, Nikko, Risma dan rochmat di desak untuk
memberikan No. telephon atau No. HP orang tuanya, dengan maksud agar Ferry
Eduard ( Wakil Dekan III Kemahasiswaan ) bisa memberikan tekanan psikologi
kepada mereka melalui orang tuanya ( melarang anaknya untuk mengikuti
kegiatan organisasi pers Suara Hukum ) . Akhirnya meraka diberikan surat
pemanggilan orang tua yang akan dilaksanakan pada hari Senin tanggal 3
September 2007. Dalam kejadian tersebut Ferry Eduard memberikan ancaman
secara lisan akan melakukan pembredelan terhadap Suara Hukum (SH),
sebetulnya pembredelan terhadap SH tidak dengan alasan yang kuat dan
rasional yang mendasarinya. ancaman tersebut di barengi dengan tindakan Fery
eduar yang menyuruh staff kampus bagian administrasi beserta otorita untuk
mengeluarkan dan menyita barang - barang Suara Hukum serta mengunci ruangan
sekretariat Suara Hukum di lantai 9 Fakultas Hukum Trisakti.
Dalam pertemuan orang tua mahasiswa dengan pihak fakultas yang di wakili
oleh Bpk. Rahmat Santoso ( Sekretaris pada hari senin tanggal 3 September
2007 jam 10.00 WIB di lantai 2 ruang Prof. Soeherman, tidak menghasilkan
keputusan yang jelas. karena di dalam forum tersebut pihak kampus memberikan
penjelasan yang tidak rasional mereka menjelaskan bahwa anak - anaknya
terlibat dalam organisasi terlarang dan memberikan ancaman di mana mereka
akan memproses kasus ini apabila orangtua tersebut tidak melakukan
pengontrolan terhadap aktivitas anaknya dalam hal ini anggota Suara Hukum.
Dampak buruk yang dirasakan oleh anggota SH dan ketua umum SH setelah
proses intimidasi tersebut adalah dampak Psikologis berupa tekanan dari
orang tua. Selain itu pasca kejadian itu sampai sekarang kawan - kawan
anggota Suara Hukum merasakan tindakan intimidasi yang dilakukan oleh kampus
yaitu pengawasan yang di lakukan oleh otorita dan intel kampus ( memata -
matai gerak - gerik kawan - kawan Suara Hukum ) serta bentuk intimidasi yang
di lakukan oleh beberapa Dosen di dalam kelas dengan cara pembusukkan /
opini - opini negatif tentang Suara Hukum. Tindakan tersebut menjadi jawaban
apakah Trisakti masih dapat di katakan sebagai kampus Reformasi yang
seharusnya menjunjung tinggi nilai - nilai Demokrasi bukan menjunjung nilai
- nilai Represifitas serta Kriminalisasi terhadap Pers Mahasiswa.
Jakarta, 3 September 2007
Ketua Umum Suara Hukum
( Rochmat Dwi. R )
----------
From : Satrio Arismunandar
Tuesday, September 4, 2007
Ganyang Malaysia ? : cerita2 menakutkan di malaysia II
Cerita tentang nasib "Indonesian" di negeri seberang
memang banyak sekali. Kadang-kadang membuat geli dan
sering kali membuat sakit hati, tapi ini lebih
dikarenakan kelakuan kita sendiri sebagai "Indonesian"
1. Pernah saya melakukan perjalanan bersama seorang
teman, dan teman saya yang bernama "Kamaruzaman" ini
tidak bisa lewat Imigrasi di Changi karena namanya
yang sama namanya dengan nama yang diedarkan oleh
Interpol sebagai teroris.
Dia dipaksa masuk ruang interogasi di Changi dan
ditanya hampir selama 8 jam oleh petugas di imigrasi
dan polisi. Dia bisa lepas dari Imigrasi Changi
setelah petugas interpol datang dari Thailand dan
memeriksa dia hanya selama 10 menit saja.
Tapi selama 8 jam itu dia sempat "pipis" dicelana
karena diancam hukuman gantung sebagai
teroris....hehehe
Ketika dia sampai di hotel tempat kami menginap dia
marah besar sama saya karena saya lagi makan "Ayam
Tandoori" di Little India dan tanda pesan kamar
hotelnya ada dikamar saya.
2. Pernah suatu kali saya membawa 5 staf saya yang
belum pernah keluar negeri dan mereka berbahasa
Inggris sangat pas-pasan. Karena ingin lihat suatu
negara secara jelas kami putuskan melalui perjalanan
darat dan naik Kereta Api.
Ketika tiba diperbatasan antar negara di wilayah
Johor, 3 orang staf saya ditahan di kantor Imigrasi
perbatasan Singapura dan Malaysia karena diduga kuat
memiliki hubungan dengan teroris. Mungkin nama -nama
mereka seperti Hamdan, Taslim, Saiful patut diduga
kuat sebagai anggota teroris. Mereka diminta turun ,
dan dimasukkan kedalam kamar 1m x 1m untuk
diinterogasi. Beruntung mereka membawa surat
perjalanan dari kantor sehingga ketika dihubungi ke
Indonesia mereka akhirnya bisa dilepaskan.
Ketika kereta api mulai berjalan meninggalkan
perbatasan ke dua negara, berlarian mereka mengejar
dan ketika sudah duduk, keringat dingin mereka
bertetesan....hehehehe.
3. Pernah saya mendarat disebuah negara. Sebelum
melalui imigrasi, setiap penumpang dimasukkan kedalam
ruang kecil dan seekor anjing kecil yang ganas sudah
menanti didalam ruang itu. Kalau dia menyalak bisa
repot juga, artinya saya membawa narkoba.Tetapi saya
beruntung, anjing kecil yang ganas itu tidak menyalak.
Hanya teman seperjalanan saya jadi repot karena
anjingnya menyalak lama sekali.
Teman saya digelandang kedalam ruang, diminta melepas
pakaian, dan kemudian anjing itu menyalak pada kaos
kaki teman saya yang telah dilepas....gak tahu kenapa.
Mungkin sudah 5 hari tidak dicuci dan berbau mirip
narkoba.
Dia dilepas dengan syarat tidak membawa kaos
kakinya...hehehe.
4. Pernah suatu kali saya tertahan diimigrasi karena
salah jawab. Karena saya akan tinggal cukup lama maka
saya membawa cobek dan ulekan agar bisa bikin sambel
or masak masakan "indon" Petugas menggeledah koper
saya dan menanyakan tentang kedua benda itu...saya
menjawab fungsi ke dua benda itu dengan manis, tapi
dia tanya lagi mulai kapan benda-benda itu digunakan.
Dengan ringan saya jawab " Maybe since a thusand years
ago..." Wah saya digelandang ke ruang kecil di
imigrasi karena dianggap penyelundup barang purbakala.
Untung akal agak banyak dan saya bilang itu benda baru
dan kalau dia mau boleh ambil tapi kalau boleh setelah
saya selesai menuntut ilmu di kota itu hehehe. Setelah
2 jam berdebat saya dilepaskan ....dan cobek serta
ulekan itu sekarang menjadi penghias ruang tamu rumah
si petugas imigrasi itu...... (Nasi Tim...Timothy Rice
or Tim Rice namanya).
Rasanya tidak perlu takut pergi kemana saja asalkan
anda gak bawa hal-hal yang terlarang seperti narkoba
dan barang terlarang lainnya. Usahakan selalu paspor
atau copynya ada didompet anda. Nanti kalau selalu
ketakutan seperti Tempurung dibawah Katak
looo.....Santai aja. Gitu aja koq susah.
Bisul [ Budi Sulistyo ]
------------------
Kalau masuk Malaysia, Singapore, sebaiknya jenggot dan kumis dicukur, pakai
baju lengan panjang, rapih, warna cerah, pakai dasi, kalau perlu pakai jas.
Jangan sekali-kali pakai kaos, Tshirt atau sejenisnya. Pasti perlakuan
mereka beda. Saya sudah coba.
Pernah saya masuk Malaysia lewat udara, pakai baju rapih, bilang mau
langsung ke sunway lagoon untuk conference Invensys Asia Pacific, nggak ada
masalah.
Karena ada keperluan beli spare-part kitchen equipment hotel, maka saya ke
Singapore lewat darat (bus), pakai baju lengan pendek, tanpa dasi. Masuk
Singapore ditanya macem2, saya bilang cuma mau sehari saja, dan saya tinggal
di apartemen di Orchard road yang disewa kantor.
Pulangnya, masuk Malaysia lagi pakai bus, masalah lagi. Ditanya macem2,
mereka nggak percaya kalau saya mau masuk Malaysia untuk conference dan
bisnis. Agar "wawancara" cepat selesai, saya keluarkan dokumen2
korespondensi pembelian pipa2 HDPE ukuran besar untuk disupply ke tambang,
dan lolos.
Mungkin benar pepatah Jawa: "Ajining raga amarga saka busana".
Salam,
Prasetyo Roem.
-------------------------------------------------------
----- Original Message -----
From: "Priana Sudjono"
Sent: Tuesday, September 04, 2007 10:52 AM
> Pada saat saya masuk ke Penang pasport saya diperiksa. Pasport saya
> kebetulan sudah agak penuh, tapi si petugas bolak-balikin itu pasport.
> Saya
> mendekat, siapa tahu dia mencari sesuatu dan saya bisa bantu. Engak
> tahunya
> si petugas tiba-tida membentak saya, kasar sekali. Saya terkejut sambil
> mundur. Padahal saya datang bersama dua orang jepang. Mereka lancar saja
> bahkan petugasnya ngangguk2. Mungkin orang malaisia mencurigai kita !
> Dasar malaisia mesti diganyang, lebih baik enggak usah baikan deh sama
> orang
> malaisia. Saya juga punya banyak pengalaman buruk dengan orang malaisia
> yang
> merasa dirinya lebih dari kita.
>
>
memang banyak sekali. Kadang-kadang membuat geli dan
sering kali membuat sakit hati, tapi ini lebih
dikarenakan kelakuan kita sendiri sebagai "Indonesian"
1. Pernah saya melakukan perjalanan bersama seorang
teman, dan teman saya yang bernama "Kamaruzaman" ini
tidak bisa lewat Imigrasi di Changi karena namanya
yang sama namanya dengan nama yang diedarkan oleh
Interpol sebagai teroris.
Dia dipaksa masuk ruang interogasi di Changi dan
ditanya hampir selama 8 jam oleh petugas di imigrasi
dan polisi. Dia bisa lepas dari Imigrasi Changi
setelah petugas interpol datang dari Thailand dan
memeriksa dia hanya selama 10 menit saja.
Tapi selama 8 jam itu dia sempat "pipis" dicelana
karena diancam hukuman gantung sebagai
teroris....hehehe
Ketika dia sampai di hotel tempat kami menginap dia
marah besar sama saya karena saya lagi makan "Ayam
Tandoori" di Little India dan tanda pesan kamar
hotelnya ada dikamar saya.
2. Pernah suatu kali saya membawa 5 staf saya yang
belum pernah keluar negeri dan mereka berbahasa
Inggris sangat pas-pasan. Karena ingin lihat suatu
negara secara jelas kami putuskan melalui perjalanan
darat dan naik Kereta Api.
Ketika tiba diperbatasan antar negara di wilayah
Johor, 3 orang staf saya ditahan di kantor Imigrasi
perbatasan Singapura dan Malaysia karena diduga kuat
memiliki hubungan dengan teroris. Mungkin nama -nama
mereka seperti Hamdan, Taslim, Saiful patut diduga
kuat sebagai anggota teroris. Mereka diminta turun ,
dan dimasukkan kedalam kamar 1m x 1m untuk
diinterogasi. Beruntung mereka membawa surat
perjalanan dari kantor sehingga ketika dihubungi ke
Indonesia mereka akhirnya bisa dilepaskan.
Ketika kereta api mulai berjalan meninggalkan
perbatasan ke dua negara, berlarian mereka mengejar
dan ketika sudah duduk, keringat dingin mereka
bertetesan....hehehehe.
3. Pernah saya mendarat disebuah negara. Sebelum
melalui imigrasi, setiap penumpang dimasukkan kedalam
ruang kecil dan seekor anjing kecil yang ganas sudah
menanti didalam ruang itu. Kalau dia menyalak bisa
repot juga, artinya saya membawa narkoba.Tetapi saya
beruntung, anjing kecil yang ganas itu tidak menyalak.
Hanya teman seperjalanan saya jadi repot karena
anjingnya menyalak lama sekali.
Teman saya digelandang kedalam ruang, diminta melepas
pakaian, dan kemudian anjing itu menyalak pada kaos
kaki teman saya yang telah dilepas....gak tahu kenapa.
Mungkin sudah 5 hari tidak dicuci dan berbau mirip
narkoba.
Dia dilepas dengan syarat tidak membawa kaos
kakinya...hehehe.
4. Pernah suatu kali saya tertahan diimigrasi karena
salah jawab. Karena saya akan tinggal cukup lama maka
saya membawa cobek dan ulekan agar bisa bikin sambel
or masak masakan "indon" Petugas menggeledah koper
saya dan menanyakan tentang kedua benda itu...saya
menjawab fungsi ke dua benda itu dengan manis, tapi
dia tanya lagi mulai kapan benda-benda itu digunakan.
Dengan ringan saya jawab " Maybe since a thusand years
ago..." Wah saya digelandang ke ruang kecil di
imigrasi karena dianggap penyelundup barang purbakala.
Untung akal agak banyak dan saya bilang itu benda baru
dan kalau dia mau boleh ambil tapi kalau boleh setelah
saya selesai menuntut ilmu di kota itu hehehe. Setelah
2 jam berdebat saya dilepaskan ....dan cobek serta
ulekan itu sekarang menjadi penghias ruang tamu rumah
si petugas imigrasi itu...... (Nasi Tim...Timothy Rice
or Tim Rice namanya).
Rasanya tidak perlu takut pergi kemana saja asalkan
anda gak bawa hal-hal yang terlarang seperti narkoba
dan barang terlarang lainnya. Usahakan selalu paspor
atau copynya ada didompet anda. Nanti kalau selalu
ketakutan seperti Tempurung dibawah Katak
looo.....Santai aja. Gitu aja koq susah.
Bisul [ Budi Sulistyo ]
------------------
Kalau masuk Malaysia, Singapore, sebaiknya jenggot dan kumis dicukur, pakai
baju lengan panjang, rapih, warna cerah, pakai dasi, kalau perlu pakai jas.
Jangan sekali-kali pakai kaos, Tshirt atau sejenisnya. Pasti perlakuan
mereka beda. Saya sudah coba.
Pernah saya masuk Malaysia lewat udara, pakai baju rapih, bilang mau
langsung ke sunway lagoon untuk conference Invensys Asia Pacific, nggak ada
masalah.
Karena ada keperluan beli spare-part kitchen equipment hotel, maka saya ke
Singapore lewat darat (bus), pakai baju lengan pendek, tanpa dasi. Masuk
Singapore ditanya macem2, saya bilang cuma mau sehari saja, dan saya tinggal
di apartemen di Orchard road yang disewa kantor.
Pulangnya, masuk Malaysia lagi pakai bus, masalah lagi. Ditanya macem2,
mereka nggak percaya kalau saya mau masuk Malaysia untuk conference dan
bisnis. Agar "wawancara" cepat selesai, saya keluarkan dokumen2
korespondensi pembelian pipa2 HDPE ukuran besar untuk disupply ke tambang,
dan lolos.
Mungkin benar pepatah Jawa: "Ajining raga amarga saka busana".
Salam,
Prasetyo Roem.
-------------------------------------------------------
----- Original Message -----
From: "Priana Sudjono"
Sent: Tuesday, September 04, 2007 10:52 AM
> Pada saat saya masuk ke Penang pasport saya diperiksa. Pasport saya
> kebetulan sudah agak penuh, tapi si petugas bolak-balikin itu pasport.
> Saya
> mendekat, siapa tahu dia mencari sesuatu dan saya bisa bantu. Engak
> tahunya
> si petugas tiba-tida membentak saya, kasar sekali. Saya terkejut sambil
> mundur. Padahal saya datang bersama dua orang jepang. Mereka lancar saja
> bahkan petugasnya ngangguk2. Mungkin orang malaisia mencurigai kita !
> Dasar malaisia mesti diganyang, lebih baik enggak usah baikan deh sama
> orang
> malaisia. Saya juga punya banyak pengalaman buruk dengan orang malaisia
> yang
> merasa dirinya lebih dari kita.
>
>
Saturday, September 1, 2007
Study confirms human-human spread of bird flu
Updated Wed. Aug. 29 2007 10:43 AM ET
CTV.ca News Staff
A new analysis has confirmed that bird flu spread from person to person in Indonesia in April, U.S. researchers report in what appears to be a disturbing development for the infectious disease.
Health officials around the world have been closely monitoring the H5N1 strain of avian influenza spreading among birds from Asia to Africa to Europe.
So far, the strain rarely infects humans. But infectious disease experts are worried if it evolves so that it can spread easily from person to person, it may be the source of the next influenza pandemic, for which the globe is thought to be well overdue.
Since 2003, H5N1 has infected 322 people and killed 195. Most have been infected directly by birds. But a few clusters of cases have been noted for which no other explanation can be found except person-to-person transmission.
Biostatistician Ira Longini and colleagues at the Fred Hutchinson Cancer Research Center in Seattle looked at two such recent clusters -- one in which eight family members died in Sumatra in 2006, and another in Turkey, in which eight people were infected and four died.
Experts were almost certain the Sumatra cases were human-to-human transmission, but were eager to see more proof. Longini's team claims they have found that proof, reporting in the journal Emerging Infectious Diseases.
Using a computerized disease-transmission model that took into account the number of infected cases, the number of people potentially exposed, the viral-incubation period and other parameters, the researchers produced the first statistical confirmation of humans contracting the disease from each other.
How the cluster likely spread
The cluster likely began with a 37-year-old woman, who had been exposed to dead poultry and chicken feces, the presumed source of infection. She then probably passed the virus to her 10-year-old nephew who then passed it to his father.
The possibility that the boy infected his father was supported by genetic sequencing data. Other person-to-person transmissions in the cluster were backed up with statistical data.
All but one of the flu victims died.
Local health authorities eventually placed more than 50 relatives and close contacts under voluntary quarantine and the infections stopped. But Longini's team does not believe the quarantine did the trick; they believe the virus simply burned out.
"It went two generations and then just stopped, but it could have gotten out of control," Longini said in a statement.
"The world really may have dodged a bullet with that one, and the next time, we might not be so lucky."
The researchers now estimate the secondary-attack rate, which is the risk that one person will infect another, is at about 29 per cent. This is similar to what is seen for regular, seasonal influenza A in the United States.
As for the cluster in Turkey, Longini's team could not find statistical evidence of human-to-human transmission.
"There probably was person-to-person spread there as well but we couldn't get all the information we needed for the analysis," biostatistician Yang Yang said.
Longini's team also says they have developed a tool to run quick tests on disease outbreaks to see if dangerous epidemics or pandemics may be developing. The software product, called TranStat, would be available free of charge on the National Institutes of Health's Models of Infectious Disease Agent Study, or MIDAS, website.
From : http://www.ctv.ca/servlet/ArticleNews/story/CTVNews/20070829/bird_flu_070829/20070829?hub=Health
CTV.ca News Staff
A new analysis has confirmed that bird flu spread from person to person in Indonesia in April, U.S. researchers report in what appears to be a disturbing development for the infectious disease.
Health officials around the world have been closely monitoring the H5N1 strain of avian influenza spreading among birds from Asia to Africa to Europe.
So far, the strain rarely infects humans. But infectious disease experts are worried if it evolves so that it can spread easily from person to person, it may be the source of the next influenza pandemic, for which the globe is thought to be well overdue.
Since 2003, H5N1 has infected 322 people and killed 195. Most have been infected directly by birds. But a few clusters of cases have been noted for which no other explanation can be found except person-to-person transmission.
Biostatistician Ira Longini and colleagues at the Fred Hutchinson Cancer Research Center in Seattle looked at two such recent clusters -- one in which eight family members died in Sumatra in 2006, and another in Turkey, in which eight people were infected and four died.
Experts were almost certain the Sumatra cases were human-to-human transmission, but were eager to see more proof. Longini's team claims they have found that proof, reporting in the journal Emerging Infectious Diseases.
Using a computerized disease-transmission model that took into account the number of infected cases, the number of people potentially exposed, the viral-incubation period and other parameters, the researchers produced the first statistical confirmation of humans contracting the disease from each other.
How the cluster likely spread
The cluster likely began with a 37-year-old woman, who had been exposed to dead poultry and chicken feces, the presumed source of infection. She then probably passed the virus to her 10-year-old nephew who then passed it to his father.
The possibility that the boy infected his father was supported by genetic sequencing data. Other person-to-person transmissions in the cluster were backed up with statistical data.
All but one of the flu victims died.
Local health authorities eventually placed more than 50 relatives and close contacts under voluntary quarantine and the infections stopped. But Longini's team does not believe the quarantine did the trick; they believe the virus simply burned out.
"It went two generations and then just stopped, but it could have gotten out of control," Longini said in a statement.
"The world really may have dodged a bullet with that one, and the next time, we might not be so lucky."
The researchers now estimate the secondary-attack rate, which is the risk that one person will infect another, is at about 29 per cent. This is similar to what is seen for regular, seasonal influenza A in the United States.
As for the cluster in Turkey, Longini's team could not find statistical evidence of human-to-human transmission.
"There probably was person-to-person spread there as well but we couldn't get all the information we needed for the analysis," biostatistician Yang Yang said.
Longini's team also says they have developed a tool to run quick tests on disease outbreaks to see if dangerous epidemics or pandemics may be developing. The software product, called TranStat, would be available free of charge on the National Institutes of Health's Models of Infectious Disease Agent Study, or MIDAS, website.
From : http://www.ctv.ca/servlet/ArticleNews/story/CTVNews/20070829/bird_flu_070829/20070829?hub=Health
Flu Burung Telah Bertransmisi dari Manusia ke Manusia
Jumat, 31 Agustus 2007 22:19:00
Flu Burung Telah Bertransmisi dari Manusia ke Manusia
Darwin-RoL--Para peneliti Universitas Washington Amerika Serikat (AS) telah mengonfirmasi untuk pertama kalinya bahwa flu burung telah "berpindah" dari manusia ke manusia berdasarkan hasil riset mereka terhadap kasus seorang wanita Indonesia di Sumatera Utara yang terinfeksi virus mematikan itu Mei 2006.
Ketua tim riset universitas itu, Prof.Ira Longini, seperti dikutip jaringan pemberitaan ABC, Jumat, mengatakan, pihaknya mendapati bahwa wanita itu tidak hanya menyebarkan virus itu ke sepupunya yang berusia 10 tahun saja tetapi juga ke anggota keluarganya yang lain.
Tujuh dari delapan anggota keluarga korban yang tertular virus H5N1 ini segera meninggal, katanya.
"Ini membuktikan bahwa perpindahan (virus) dari manusia ke manusia dalam kasus ini terjadi di Sumatera Utara," katanya.
Temuan ini menunjukkan adanya ancaman serius pandemi flu burung. "Ini bisa saja terjadi dan akan terjadi, dan ini jelas mengkonfirmasikan bahwa virus H5N1 mampu menyebabkan perpindahan dari manusia ke manusia," katanya.
Namun dalam kasus di Sumatera Utara ini, terjadinya pandemi dapat dihindari karena adanya tindakan cepat dari para petugas kesehatan atau, setidaknya secara statistik. "Bisa saja karena keberuntungan", katanya.
Karena kelompok sampel yang ada "sangat kecil", tidak mungkin mengatakan seberapa cepat virus itu menyebar di tempat kerja ataupun jalan. Namun, penyebarannya di rumah lebih cepat, katanya.
Indonesia merupakan negara dengan jumlah kasus flu burung tertinggi di dunia. Hingga Mei 2007 terdapat 98 kasus H5N1 di Indonesia dan 78 dari 98 penderita meninggal.
Dunia pernah mengalami pandemi flu pada tahun 1918, 1957, dan 1968. Pada pandemi flu Spanyol yang terjadi dalam tiga gelombang, yakni 1918, 1919 dan 1957-1958, antara 20 hingga 40 juta orang meninggal di seluruh dunia.
Dalam pandemi flu Asia tahun 1957, dua juta orang meninggal dunia. Bayi dan orang lanjut usia merupakan kelompok penderita yang sangat rentan terhadap virus flu ini, sedangkan pada pandemi flu Hong Kong tahun 1968-1970, satu juta orang di seluruh dunia dilaporkan meninggal dunia.
Dalam kasus flu burung, industri perunggasan Indonesia mengalami kerugian hingga Rp13 triliun antara tahun 2003 dan 2005.
Secara global, total kerugian yang diderita industri peternakan dunia mencapai dua miliar dolar AS atau Rp18,282 triliun (1 dolar AS=Rp9.141-red) selama kurun waktu September 2005 hingga September 2006.
Di Cina hingga 4 Juni 2007, kementerian kesehatan negara itu melaporkan adanya 25 kasus H5N1. Sebanyak 16 penderita di antaranya meninggal dunia. antara/pur
Flu Burung Telah Bertransmisi dari Manusia ke Manusia
Darwin-RoL--Para peneliti Universitas Washington Amerika Serikat (AS) telah mengonfirmasi untuk pertama kalinya bahwa flu burung telah "berpindah" dari manusia ke manusia berdasarkan hasil riset mereka terhadap kasus seorang wanita Indonesia di Sumatera Utara yang terinfeksi virus mematikan itu Mei 2006.
Ketua tim riset universitas itu, Prof.Ira Longini, seperti dikutip jaringan pemberitaan ABC, Jumat, mengatakan, pihaknya mendapati bahwa wanita itu tidak hanya menyebarkan virus itu ke sepupunya yang berusia 10 tahun saja tetapi juga ke anggota keluarganya yang lain.
Tujuh dari delapan anggota keluarga korban yang tertular virus H5N1 ini segera meninggal, katanya.
"Ini membuktikan bahwa perpindahan (virus) dari manusia ke manusia dalam kasus ini terjadi di Sumatera Utara," katanya.
Temuan ini menunjukkan adanya ancaman serius pandemi flu burung. "Ini bisa saja terjadi dan akan terjadi, dan ini jelas mengkonfirmasikan bahwa virus H5N1 mampu menyebabkan perpindahan dari manusia ke manusia," katanya.
Namun dalam kasus di Sumatera Utara ini, terjadinya pandemi dapat dihindari karena adanya tindakan cepat dari para petugas kesehatan atau, setidaknya secara statistik. "Bisa saja karena keberuntungan", katanya.
Karena kelompok sampel yang ada "sangat kecil", tidak mungkin mengatakan seberapa cepat virus itu menyebar di tempat kerja ataupun jalan. Namun, penyebarannya di rumah lebih cepat, katanya.
Indonesia merupakan negara dengan jumlah kasus flu burung tertinggi di dunia. Hingga Mei 2007 terdapat 98 kasus H5N1 di Indonesia dan 78 dari 98 penderita meninggal.
Dunia pernah mengalami pandemi flu pada tahun 1918, 1957, dan 1968. Pada pandemi flu Spanyol yang terjadi dalam tiga gelombang, yakni 1918, 1919 dan 1957-1958, antara 20 hingga 40 juta orang meninggal di seluruh dunia.
Dalam pandemi flu Asia tahun 1957, dua juta orang meninggal dunia. Bayi dan orang lanjut usia merupakan kelompok penderita yang sangat rentan terhadap virus flu ini, sedangkan pada pandemi flu Hong Kong tahun 1968-1970, satu juta orang di seluruh dunia dilaporkan meninggal dunia.
Dalam kasus flu burung, industri perunggasan Indonesia mengalami kerugian hingga Rp13 triliun antara tahun 2003 dan 2005.
Secara global, total kerugian yang diderita industri peternakan dunia mencapai dua miliar dolar AS atau Rp18,282 triliun (1 dolar AS=Rp9.141-red) selama kurun waktu September 2005 hingga September 2006.
Di Cina hingga 4 Juni 2007, kementerian kesehatan negara itu melaporkan adanya 25 kasus H5N1. Sebanyak 16 penderita di antaranya meninggal dunia. antara/pur
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
“Ki sanak, siapakah nama Ki Sanak? Dari manakah asal Ki Sanak? Sebab dari pengamatan kami, Ki Sanak bukanlah orang daerah kami…” Ia ...
-
Pada 28 Mei 2011 08:54, Ophoeng menulis: Mas Wisnu dan TTM semuwah, Hai, apakabar? Sudah makan tahu? Hehehe... pagi-pagi sudah d...
-
IPDN punya tradisi pukulan setengah kancing, dimana posisinya kira-kira adalah di Ulu Hati. Apakah ada tempat lain yang mempunyai tradisi it...