Dari: Satrio Arismunandar
Tanggal: 2007 Jan 8 13:01
Judul: [ppiindia] Teori Segitiga Bermuda dalam Kasus Adam Air - 3 pesawat hilang tahun 1961
---------------------------------------------------
Teori Segitiga Bermuda dalam Kasus Adam Air
Sunguh menarik, bahwa setelah segala upaya pencarian pesawat Boeing 737-400 Adam Air tidak membuahkan hasil, ada sejumlah kalangan yang memunculkan teori adanya “Segitiga Bermuda” di perairan Indonesia.
Kepada Media Indonesia (Jumat, 5 Januari 2007), pengamat hukum penerbangan dari STMT (sekolah Tingi Manajemen Transpor) Trisaksi K. Martono mengungkapkan teori itu. Menurut Martono, yang diamksud “segitiga Bermuda di Indonesia” itu adalah di Laut Sulawesi. Persisnya di Sulawesi Selatan, termasuk perairan Masalembo, Palewali, Madar, dan sekitarnya.
Ia menuturkan, peristiwa kehilangan pesawat yang misterius pernah terjadi pada Januari 1961. Sebuah pesawat Garuda hilang di perairan Masalembo. Kemudian, dikirim pesawat pencari, yaitu sebuah Dakota C-47. Tapi pesawat pencari ini juga hilang.
Lalu, dikirim lagi sebuah helikopter TNI-Angkatan Udara untuk mencarinya. Tapi helikopter ini juga hilang. “Sulit dimengerti mengapa tiga pesawat itu hilang tanpa berita atau jejak,” tandas Martono.
Wah, seandainya peristiwa 1961 itu terjadi pada tahun 2007, pasti pemberitaan media akan luar biasa besarnya dan dramatis pula. Bayangkan, 3 pesawat hilang hanya dalam selang waktu beberapa hari!
Satrio A.
Monday, January 8, 2007
Daftar Jiplakan
Bukan cuma Ekskul, masih banyak film terutama sinetron Indonesia
yang asli 100% jiplakan dari luar. "Buku Harian Nayla" yang sekarang
sedang heboh di blogger misalnya asli2 adalah jiplakan dari Ichi
Ritoru No Namida (One Litre of Tears) sebuah drama dari Jepang
Berikut daftar film/sinetron bajakan hasil googling dari beberapa
blog pecinta film dan sinetron Indonesia:
1. Benci Bilang Cinta (Goong / Princess Hours - korean drama)
2. Benci Jadi Cinta (My Girl - korean drama)
3. Impian Cinderella (Prince Who Turns Into Frogs - taiwan
drama)
4. Cowok Impian (It Started With A Kiss - taiwan drama)
5. Putri Kembar (100% Senorita / Twins - taiwan drama)
6. Dua Hati Satu Cinta (Qin Shen Shen Yu Meng Meng / Kabut Cinta
- taiwan drama)
7. Sumpeh Gue Sayang Loe (Smile Pasta - taiwan drama)
8. Kau Masih Kekasihku (At The Dolphin Bay - taiwan drama)
9. Pangeran Penggoda (Devil Beside You - taiwan drama)
10. Rahasia Pelangi (Love Apart A Moment - taiwan drama)
11. 2 Hati (Snow Angel - taiwan drama)
12. Berani Tampil Beda (Magicians of Love / Ai Qing Mo Fa Shi -
taiwan
drama) - apparently belon maen
13. Benar-benar cinta (Devil Beside You - taiwan drama)
14. Bukan Diriku (Anything For You - japanese drama)
15. Pengantin Remaja (My Little Bride - korean drama)
16. Bintang (HZGG - taiwan drama)
17. Pacarku Besar Sekali - ftv (My Name is Kim Sam Soon - korean
drama)
18. Katakan Kau Mencintaiku (Sad Love Song - korean drama)
19. Cincin (Beautiful Days - korean drama)
20. Liontin (Glass Shoes - korean drama)
21. Wulan (Term of endearment)
22. Intan (Be Strong Geum Soon - korean drama)
23. I love you, Boss! (Bright Girl's Success Story - korean
drama)
24. Buku Harian Nayla (1 litre of tears - japanese drama)
25. Janji Jaya (My Name is Kim Sam Soon - korean drama)
26. Cinta Remaja (My Sassy Girl Choon Hyang - korean drama)
27. Darling (My Name is Kim Sam Soon - korean drama)
FFI/FSI harusnya mempunyai sebuah standard uji kelayakan, yang
melibatkan masyarakat luas untuk memberikan tanggapan atas setiap
nominasi film/sinetron sehingga dapat membantu mereka sendiri dalam
menentukan pemenang.
Para juri tidak mungkin melahap semua film/sinetron se-dunia dan
lalu mencari film/sinetron nominasi yang terindikasi jiplakan.
Apalagi kalo cerita / plot baik drama, aksi, dll secara umum kadang
bisa saja bersamaan hanya nama, lokasi yang berbeda. Cerita tentang
penderitaan anak tiri misalnya bisa saja kita sama-samakan antara
anak tiri Indonesia dengan Jepang atau India.
Kalau kemudian Mira Lesmana cs mengembalikan piala, ya sah-sah saja
karena Ekskul memang jiplak! Tapi apakah masalah jiplak ini sudah
diberitahu kepada juri sebelumnya?
Sama dengan cerita aksi. Film "Departed" arahan sutradara Martin
Scorsese, yang berhasil menerima penghargaan 'Best-Picture' dari
Chicago Film Critics Association. Film itu juga menerima beberapa
penghargaan untuk sutradara terbaik dan screenplay yang digarap oleh
William Monahan. Tapi ada suara sumbang yang meng-claim bahwa
Departed adalah jiplakan dari film HK "Internal Affair" yang
dibintangi oleh Andy Lau.
Dan masih banyak lagi, cuma belum teringat sekarang .... :)
Selamat berakhir pekan!
Salam,
Min Hui
yang asli 100% jiplakan dari luar. "Buku Harian Nayla" yang sekarang
sedang heboh di blogger misalnya asli2 adalah jiplakan dari Ichi
Ritoru No Namida (One Litre of Tears) sebuah drama dari Jepang
Berikut daftar film/sinetron bajakan hasil googling dari beberapa
blog pecinta film dan sinetron Indonesia:
1. Benci Bilang Cinta (Goong / Princess Hours - korean drama)
2. Benci Jadi Cinta (My Girl - korean drama)
3. Impian Cinderella (Prince Who Turns Into Frogs - taiwan
drama)
4. Cowok Impian (It Started With A Kiss - taiwan drama)
5. Putri Kembar (100% Senorita / Twins - taiwan drama)
6. Dua Hati Satu Cinta (Qin Shen Shen Yu Meng Meng / Kabut Cinta
- taiwan drama)
7. Sumpeh Gue Sayang Loe (Smile Pasta - taiwan drama)
8. Kau Masih Kekasihku (At The Dolphin Bay - taiwan drama)
9. Pangeran Penggoda (Devil Beside You - taiwan drama)
10. Rahasia Pelangi (Love Apart A Moment - taiwan drama)
11. 2 Hati (Snow Angel - taiwan drama)
12. Berani Tampil Beda (Magicians of Love / Ai Qing Mo Fa Shi -
taiwan
drama) - apparently belon maen
13. Benar-benar cinta (Devil Beside You - taiwan drama)
14. Bukan Diriku (Anything For You - japanese drama)
15. Pengantin Remaja (My Little Bride - korean drama)
16. Bintang (HZGG - taiwan drama)
17. Pacarku Besar Sekali - ftv (My Name is Kim Sam Soon - korean
drama)
18. Katakan Kau Mencintaiku (Sad Love Song - korean drama)
19. Cincin (Beautiful Days - korean drama)
20. Liontin (Glass Shoes - korean drama)
21. Wulan (Term of endearment)
22. Intan (Be Strong Geum Soon - korean drama)
23. I love you, Boss! (Bright Girl's Success Story - korean
drama)
24. Buku Harian Nayla (1 litre of tears - japanese drama)
25. Janji Jaya (My Name is Kim Sam Soon - korean drama)
26. Cinta Remaja (My Sassy Girl Choon Hyang - korean drama)
27. Darling (My Name is Kim Sam Soon - korean drama)
FFI/FSI harusnya mempunyai sebuah standard uji kelayakan, yang
melibatkan masyarakat luas untuk memberikan tanggapan atas setiap
nominasi film/sinetron sehingga dapat membantu mereka sendiri dalam
menentukan pemenang.
Para juri tidak mungkin melahap semua film/sinetron se-dunia dan
lalu mencari film/sinetron nominasi yang terindikasi jiplakan.
Apalagi kalo cerita / plot baik drama, aksi, dll secara umum kadang
bisa saja bersamaan hanya nama, lokasi yang berbeda. Cerita tentang
penderitaan anak tiri misalnya bisa saja kita sama-samakan antara
anak tiri Indonesia dengan Jepang atau India.
Kalau kemudian Mira Lesmana cs mengembalikan piala, ya sah-sah saja
karena Ekskul memang jiplak! Tapi apakah masalah jiplak ini sudah
diberitahu kepada juri sebelumnya?
Sama dengan cerita aksi. Film "Departed" arahan sutradara Martin
Scorsese, yang berhasil menerima penghargaan 'Best-Picture' dari
Chicago Film Critics Association. Film itu juga menerima beberapa
penghargaan untuk sutradara terbaik dan screenplay yang digarap oleh
William Monahan. Tapi ada suara sumbang yang meng-claim bahwa
Departed adalah jiplakan dari film HK "Internal Affair" yang
dibintangi oleh Andy Lau.
Dan masih banyak lagi, cuma belum teringat sekarang .... :)
Selamat berakhir pekan!
Salam,
Min Hui
Saturday, January 6, 2007
History Boeing 737 yg crash itu ?
Tanggal: 2007 Jan 2 14:32
Judul: [mediacare] adam air yang nabrak gunung di sulawesi
Dari: Heru Widodo
-----------------------------------
adam air yang jatuh di sulawesi kemarin ternyata sudah berumur 20 tahun...
terbang pertama kali di 11 jan 89
dan sudah beberapa kali pindah kepemilikan
indonesia kebagian sisa2nya...
rgds,
heru
------------------------------------
Boeing 737 MSN : 24070
Status : Written off
Last registration : PK-KKW
General information Serial number 24070 LN:1665
Type 737-4Q8
First flight date 11/01/1989
Test registration
Flight Log KI 574 SUB -> MDC 01/01/07 PK-KKW
DA 982 CDG -> LGW 27/11/91 G-BNNL
[View details] - [ Add your flights]
History of the aircraft Delivery
Date Operator Registration Remark
26/01/1989 Dan-Air London G-BNNL lsd ILFC
07/11/1992 British Airways G-BNNL
19/03/1995 GB Airways G-BNNL lsd ILFC
06/04/2001 National JetsItaly G-BNNL
26/02/2002 WFBN N112TR
04/03/2002 Air One EI-CXH
11/12/2002 JAT YU-AOO ret to ILFC 10/2005
01/12/2005 AdamAir PK-KKW
January 1st, 2007 The plane has chrashed on Rentapao, Sulawesi Selatan, Indonesia. [???]
Judul: [mediacare] adam air yang nabrak gunung di sulawesi
Dari: Heru Widodo
-----------------------------------
adam air yang jatuh di sulawesi kemarin ternyata sudah berumur 20 tahun...
terbang pertama kali di 11 jan 89
dan sudah beberapa kali pindah kepemilikan
indonesia kebagian sisa2nya...
rgds,
heru
------------------------------------
Boeing 737 MSN : 24070
Status : Written off
Last registration : PK-KKW
General information Serial number 24070 LN:1665
Type 737-4Q8
First flight date 11/01/1989
Test registration
Flight Log KI 574 SUB -> MDC 01/01/07 PK-KKW
DA 982 CDG -> LGW 27/11/91 G-BNNL
[View details] - [ Add your flights]
History of the aircraft Delivery
Date Operator Registration Remark
26/01/1989 Dan-Air London G-BNNL lsd ILFC
07/11/1992 British Airways G-BNNL
19/03/1995 GB Airways G-BNNL lsd ILFC
06/04/2001 National JetsItaly G-BNNL
26/02/2002 WFBN N112TR
04/03/2002 Air One EI-CXH
11/12/2002 JAT YU-AOO ret to ILFC 10/2005
01/12/2005 AdamAir PK-KKW
January 1st, 2007 The plane has chrashed on Rentapao, Sulawesi Selatan, Indonesia. [???]
Pesawat Itu Tidak Mungkin Hilang
F Djoko Poerwoko
Wilayah Republik Indonesia telah terbagi habis oleh berbagai kepentingan, mulai dari kepentingan kepemilikan, kepentingan keamanan, hingga kepentingan keselamatan.
Hampir tidak ada wilayah negeri ini, baik yang berupa daratan, lautan, atau udara, tidak terawasi, atau baik yang bermakna setiap jengkal tanah, sepenggal lautan atau ruang udara Republik Indonesia, telah ada yang mengawasi atau bertanggung jawab untuk mengawasi.
Kewenangan udara
Khusus untuk ruang udara, Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) diberi kewenangan untuk mengawasi demi keamanan negara. Pengawasan itu dibagi menjadi empat Komando Sektor Pertahanan Udara (Kosek Hanudnas).
Untuk layanan penerbangan, negeri ini membagi wilayah udara menjadi dua flight information region (FIR) yang dikontrol oleh menara pengawas, sedangkan untuk pertolongan dikenal adanya Sub-Koordinator Rescue kelas A bagi wilayah Medan, Jakarta, Denpasar, Makassar, dan Biak, serta kelas B untuk sisanya.
Apabila mencermati colling procedure antara menara pengawas dan pesawat pengguna ruang udara, terjadi komunikasi dua arah yang pada hakikatnya hanya melaporkan posisi terakhir dalam penerbangan itu, perkiraan tiba di tempat tujuan, kadang kondisi cuaca atau hal-hal lain yang berhubungan dengan keselamatan.
Keseharian selama 24 jam di ruang udara nasional, terdapat hampir 2.000 pergerakan pesawat yang melintas, baik pesawat domestik, pesawat carter, pesawat latihan, hingga pesawat antarbenua.
Demi keamanan negara, Kohanudnas menengarai setiap obyek di udara dengan sebutan track number dengan tiga digit angka berbeda.
Untuk layanan penerbangan, FIR menengarai keberadaan obyek di udara dengan empat digit angka berbeda tergantung squawk number.
Adapun pihak operator menengarai dengan flight number yang umumnya untuk penerbangan ke arah Jakarta dengan tiga digit angka gasal dan tiga digit angka genap untuk penerbangan keluar dari Jakarta.
Dengan demikian, pesawat AdamAir yang menjadi fokus pemberitaan kali ini ditengarai sebagai track number-373 oleh Kohanudnas, dengan squawk number-6350 pada mode 3/A oleh otoritas layanan terbang, dan flight number KI 574 oleh operator.
Dari situ bila diklik dalam data base penerbangan, akan terbaca siapa dia, mulai dari tujuan, jenis pesawat, nama pilot, operator, rute, jumlah penumpang, bahan bakar yang dibawa, serta sederet data lain yang diperlukan mulai dari layanan rutin hingga layanan keselamatan.
Mestinya tidak hilang
Dari sederetan ketentuan berlapis itu, hampir tidak mungkin ada obyek di udara yang terlewati atau tidak terpantau. Semua obyek di udara akan terdeteksi, baik oleh otoritas penegak kedaulatan dalam status teman atau lawan maupun oleh otoritas pelayanan penerbangan dengan status normal atau up-normal.
Dengan demikian, "hilang"- nya pesawat AdamAir pada penerbangan 1 Januari 2007 yang saat itu memakai squawk number-6350 pada mode 3/A di layar radar sipil, dan terlihat sebagai track number-373 di layar radar militer adalah sesuatu yang tidak masuk akal.
Penerbangan dari Surabaya ke Manado yang akan ditempuh selama 2 jam 40 menit dengan pesawat B737-400, layaknya kita berkendara dari Jakarta ke Bandung lewat Tol Cipularang.
Memang di udara terdapat jalur udara yang disebut air ways yang dilengkapi dengan berbagai sarana navigasi, informasi cuaca, dan fasilitas panduan radar. Untuk itu setiap pengguna juga membayar sesuai lamanya pemakaian, koefisien berat pesawat, dan jenis sarana pelayanan layaknya kendaraan darat di jalan tol.
Jika AdamAir melalui jalur resmi, yaitu W-38 kemudian ke W-32, pasti akan mudah untuk bernavigasi karena melalui beberapa sarana navigasi, baik MKS VOR (Makassar VOR) dan homing ke Manado. Berbagai sarana itu juga memudahkan orang mencarinya bila terjadi sesuatu. Tetapi, bila dari kontroler diberi izin untuk terbang dari Kasol (titik lapor di Masalembo) langsung ke Diola (titik lapor di Soroako) dan di tengah jalan calling kalau dapat cross wind, masalah akan menjadi lain.
Selain bukan rute resmi juga akan terdapat delapan air ways yang terpotong meski dari segi jarak lebih pendek.
Memang tidak mudah memecahkan misteri ini bila ketentuan mendasar dalam dunia penerbangan tidak ditegakkan, termasuk membolehkan terbang langsung alias potong kompas.
Namun, dengan keluarnya ketentuan baru dari Dirjen Perhub No AU.0086/DKP.001/07 tertanggal 4 Januari 2007 tentang larangan "potong kompas", sepertinya menjadi indikasi nyata akan rute yang dilewati AdamAir kala itu.
Kasus "hilangnya" AdamAir/KI 782 tanggal 11 Februari 2006 dapat dijadikan contoh, dengan menyalahkan alat navigasi pesawat dapat terbang melenceng jauh dari rute yang ditentukan. Dan saat itu, AdamAir jurusan Makassar mendarat di Tambolaka. Kali ini, pesawat AdamAir dengan nomor penerbangan KI 574 kemungkinan juga melenceng jauh dan akan ditemukan di suatu tempat yang jauh dari perkiraan. Itu semua bisa terjadi hanya dengan menyalahkan cuaca sebagai penyebab.
Sudah waktunya ketentuan penerbangan ditepati dan ditegakkan. Kenyamanan boleh dipangkas, tetapi keselamatan harus tetap diutamakan.
F Djoko Poerwoko Pengamat Penerbangan
--------------------
Dari: samiaji
Tanggal: 2007 Jan 6 07:56
Judul: [nasional-list] Pesawat Itu Tidak Mungkin Hilang
Wilayah Republik Indonesia telah terbagi habis oleh berbagai kepentingan, mulai dari kepentingan kepemilikan, kepentingan keamanan, hingga kepentingan keselamatan.
Hampir tidak ada wilayah negeri ini, baik yang berupa daratan, lautan, atau udara, tidak terawasi, atau baik yang bermakna setiap jengkal tanah, sepenggal lautan atau ruang udara Republik Indonesia, telah ada yang mengawasi atau bertanggung jawab untuk mengawasi.
Kewenangan udara
Khusus untuk ruang udara, Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) diberi kewenangan untuk mengawasi demi keamanan negara. Pengawasan itu dibagi menjadi empat Komando Sektor Pertahanan Udara (Kosek Hanudnas).
Untuk layanan penerbangan, negeri ini membagi wilayah udara menjadi dua flight information region (FIR) yang dikontrol oleh menara pengawas, sedangkan untuk pertolongan dikenal adanya Sub-Koordinator Rescue kelas A bagi wilayah Medan, Jakarta, Denpasar, Makassar, dan Biak, serta kelas B untuk sisanya.
Apabila mencermati colling procedure antara menara pengawas dan pesawat pengguna ruang udara, terjadi komunikasi dua arah yang pada hakikatnya hanya melaporkan posisi terakhir dalam penerbangan itu, perkiraan tiba di tempat tujuan, kadang kondisi cuaca atau hal-hal lain yang berhubungan dengan keselamatan.
Keseharian selama 24 jam di ruang udara nasional, terdapat hampir 2.000 pergerakan pesawat yang melintas, baik pesawat domestik, pesawat carter, pesawat latihan, hingga pesawat antarbenua.
Demi keamanan negara, Kohanudnas menengarai setiap obyek di udara dengan sebutan track number dengan tiga digit angka berbeda.
Untuk layanan penerbangan, FIR menengarai keberadaan obyek di udara dengan empat digit angka berbeda tergantung squawk number.
Adapun pihak operator menengarai dengan flight number yang umumnya untuk penerbangan ke arah Jakarta dengan tiga digit angka gasal dan tiga digit angka genap untuk penerbangan keluar dari Jakarta.
Dengan demikian, pesawat AdamAir yang menjadi fokus pemberitaan kali ini ditengarai sebagai track number-373 oleh Kohanudnas, dengan squawk number-6350 pada mode 3/A oleh otoritas layanan terbang, dan flight number KI 574 oleh operator.
Dari situ bila diklik dalam data base penerbangan, akan terbaca siapa dia, mulai dari tujuan, jenis pesawat, nama pilot, operator, rute, jumlah penumpang, bahan bakar yang dibawa, serta sederet data lain yang diperlukan mulai dari layanan rutin hingga layanan keselamatan.
Mestinya tidak hilang
Dari sederetan ketentuan berlapis itu, hampir tidak mungkin ada obyek di udara yang terlewati atau tidak terpantau. Semua obyek di udara akan terdeteksi, baik oleh otoritas penegak kedaulatan dalam status teman atau lawan maupun oleh otoritas pelayanan penerbangan dengan status normal atau up-normal.
Dengan demikian, "hilang"- nya pesawat AdamAir pada penerbangan 1 Januari 2007 yang saat itu memakai squawk number-6350 pada mode 3/A di layar radar sipil, dan terlihat sebagai track number-373 di layar radar militer adalah sesuatu yang tidak masuk akal.
Penerbangan dari Surabaya ke Manado yang akan ditempuh selama 2 jam 40 menit dengan pesawat B737-400, layaknya kita berkendara dari Jakarta ke Bandung lewat Tol Cipularang.
Memang di udara terdapat jalur udara yang disebut air ways yang dilengkapi dengan berbagai sarana navigasi, informasi cuaca, dan fasilitas panduan radar. Untuk itu setiap pengguna juga membayar sesuai lamanya pemakaian, koefisien berat pesawat, dan jenis sarana pelayanan layaknya kendaraan darat di jalan tol.
Jika AdamAir melalui jalur resmi, yaitu W-38 kemudian ke W-32, pasti akan mudah untuk bernavigasi karena melalui beberapa sarana navigasi, baik MKS VOR (Makassar VOR) dan homing ke Manado. Berbagai sarana itu juga memudahkan orang mencarinya bila terjadi sesuatu. Tetapi, bila dari kontroler diberi izin untuk terbang dari Kasol (titik lapor di Masalembo) langsung ke Diola (titik lapor di Soroako) dan di tengah jalan calling kalau dapat cross wind, masalah akan menjadi lain.
Selain bukan rute resmi juga akan terdapat delapan air ways yang terpotong meski dari segi jarak lebih pendek.
Memang tidak mudah memecahkan misteri ini bila ketentuan mendasar dalam dunia penerbangan tidak ditegakkan, termasuk membolehkan terbang langsung alias potong kompas.
Namun, dengan keluarnya ketentuan baru dari Dirjen Perhub No AU.0086/DKP.001/07 tertanggal 4 Januari 2007 tentang larangan "potong kompas", sepertinya menjadi indikasi nyata akan rute yang dilewati AdamAir kala itu.
Kasus "hilangnya" AdamAir/KI 782 tanggal 11 Februari 2006 dapat dijadikan contoh, dengan menyalahkan alat navigasi pesawat dapat terbang melenceng jauh dari rute yang ditentukan. Dan saat itu, AdamAir jurusan Makassar mendarat di Tambolaka. Kali ini, pesawat AdamAir dengan nomor penerbangan KI 574 kemungkinan juga melenceng jauh dan akan ditemukan di suatu tempat yang jauh dari perkiraan. Itu semua bisa terjadi hanya dengan menyalahkan cuaca sebagai penyebab.
Sudah waktunya ketentuan penerbangan ditepati dan ditegakkan. Kenyamanan boleh dipangkas, tetapi keselamatan harus tetap diutamakan.
F Djoko Poerwoko Pengamat Penerbangan
--------------------
Dari: samiaji
Tanggal: 2007 Jan 6 07:56
Judul: [nasional-list] Pesawat Itu Tidak Mungkin Hilang
Friday, January 5, 2007
Kasus Alda dibelokkan
http://jurnalnet.com/konten.php?nama=AduanPublik&op=detail_aspirasi_aduan_publik&id=137
04 Januari 2007 Kasus Alda dibelokkan
Jurnalnet.com: Menurut sumber di kepolisian kasus Alda bakal di belokkan pada kasus pengobatan mal praktek.
Sebenarnya sih polisi udah tahu siapa saja yang terlibat di dalam kasus ini. Alda memang meninggal karena OD tapi sebagian obat yang masuk ke badannya tidak ia ketahui. Dari rekaman CCTV sebenarnya sudah tahu siapa aja yang ada di dalam kamar Alda.
Tapi sayangnya tidak semuanya bisa di publikasikan karena memang orang-orang yang terlibat di dalamnya merupakan lumbung duit para polisi. Padahal di laporan awalnya udah secara resmi di tulis bahwa ada 6 orang berada di kamar itu saat kejadian. (rekaman CCTV di potong dan hanya memperlihatkan saat Alda dan ferry cek in. Plus sosok suster Medi yang lagi masuk ke dalam kamar).
Menurut sumber orang-orang yang terkait di dalam merupakan cukong-cukong gede yang biasa nyetor ke polisi. Makanya kasus ini kayaknya ribet banget. iya ribet buat di tutupin padahal sih udah ketahuan semua.
Dari laporan awal sebenarnya kejadian itu berawal dari acara pesta ulang tahunnya Alda yang memang bakal di gelar di hotel itu oleh para sohibnya Ferry. Makanya saat di diskotik kondisi Alda sebenarnya udah ngedrugs (laporan awal dia pingsan saat nyanyi). Karena udah high banget makanya di bawa ke kamar. cukong-cukong ini niatnya mau "ngerjain" Alda dengan ngebuat dia mabok. Makanya trus di suply drugs.
Pesta Narkoba dan esek-esek pun di mulai (di temukan beberapa kondom, laporan forensik sebenarnya menemukan banyak sperma. Baik di TKP atau pun di tubuh korban, lagi-lagi tidak di publikasikan). Saat itulah ternyata kondisinya Alda tidak kuat dan OD. (lihat gambar yang beredar dengan busana kaos pink puls bra hitam yang tidak pada tempatnya, karena memang yang ada di kamar itu biasa melepaskan tapi tidak biasa memasangnya ngertikan) ya selanjutnya sebagaimana di berita.
Sebenarnya Ferry sudah ada di bawah idung polisi. Cuma dia lagi nego berapa yang dia dapat untuk menyelamatkan cukong-cukong lain yang nggak mau keseret. Kalau udah deal harganya baru lah polisi keluar sebagai pahlawan (kesiangan) berhasil menangkap sang buronan.
Tokoh suster Medi sebenarnya hanya berada di ruangan sejenak saja. Tidak saat kejadian. (suster ini cuma kurir yg bawa 'barang'), makanya wanita ini juga bakal jadi salah satu aktor. Kabarnya suster ini mendapatkan honor 3 miliar untuk berperan dan membelokkan penyelidikan ke arah mal praktek.
Tinggal sosok Fery yang lagi nego harga buat jaminan dia. Begitu juga para oknum polisi yang lagi kongkalikong. Makanya jangan heran kalau kekayaan pejabat kepolisian akan ada yang meningkat.
Ini jadi proyek gede-gedean, bisa ngalahin proyek jalan tol cipularang. makanya banyak yang sibuk. Polsek Matraman, Polres Jakarta Timur, Mabes Polri, Polda Metro Jaya (soalnya semua pengen kebagian proyek ini - tinggal cari tahu aja nanti dealnya berapa) ya bakal ada yg tambah kaya jika kasus ini selesai.***
RUMPI List Member
[Rita muchdin, Jakarta]
04 Januari 2007 Kasus Alda dibelokkan
Jurnalnet.com: Menurut sumber di kepolisian kasus Alda bakal di belokkan pada kasus pengobatan mal praktek.
Sebenarnya sih polisi udah tahu siapa saja yang terlibat di dalam kasus ini. Alda memang meninggal karena OD tapi sebagian obat yang masuk ke badannya tidak ia ketahui. Dari rekaman CCTV sebenarnya sudah tahu siapa aja yang ada di dalam kamar Alda.
Tapi sayangnya tidak semuanya bisa di publikasikan karena memang orang-orang yang terlibat di dalamnya merupakan lumbung duit para polisi. Padahal di laporan awalnya udah secara resmi di tulis bahwa ada 6 orang berada di kamar itu saat kejadian. (rekaman CCTV di potong dan hanya memperlihatkan saat Alda dan ferry cek in. Plus sosok suster Medi yang lagi masuk ke dalam kamar).
Menurut sumber orang-orang yang terkait di dalam merupakan cukong-cukong gede yang biasa nyetor ke polisi. Makanya kasus ini kayaknya ribet banget. iya ribet buat di tutupin padahal sih udah ketahuan semua.
Dari laporan awal sebenarnya kejadian itu berawal dari acara pesta ulang tahunnya Alda yang memang bakal di gelar di hotel itu oleh para sohibnya Ferry. Makanya saat di diskotik kondisi Alda sebenarnya udah ngedrugs (laporan awal dia pingsan saat nyanyi). Karena udah high banget makanya di bawa ke kamar. cukong-cukong ini niatnya mau "ngerjain" Alda dengan ngebuat dia mabok. Makanya trus di suply drugs.
Pesta Narkoba dan esek-esek pun di mulai (di temukan beberapa kondom, laporan forensik sebenarnya menemukan banyak sperma. Baik di TKP atau pun di tubuh korban, lagi-lagi tidak di publikasikan). Saat itulah ternyata kondisinya Alda tidak kuat dan OD. (lihat gambar yang beredar dengan busana kaos pink puls bra hitam yang tidak pada tempatnya, karena memang yang ada di kamar itu biasa melepaskan tapi tidak biasa memasangnya ngertikan) ya selanjutnya sebagaimana di berita.
Sebenarnya Ferry sudah ada di bawah idung polisi. Cuma dia lagi nego berapa yang dia dapat untuk menyelamatkan cukong-cukong lain yang nggak mau keseret. Kalau udah deal harganya baru lah polisi keluar sebagai pahlawan (kesiangan) berhasil menangkap sang buronan.
Tokoh suster Medi sebenarnya hanya berada di ruangan sejenak saja. Tidak saat kejadian. (suster ini cuma kurir yg bawa 'barang'), makanya wanita ini juga bakal jadi salah satu aktor. Kabarnya suster ini mendapatkan honor 3 miliar untuk berperan dan membelokkan penyelidikan ke arah mal praktek.
Tinggal sosok Fery yang lagi nego harga buat jaminan dia. Begitu juga para oknum polisi yang lagi kongkalikong. Makanya jangan heran kalau kekayaan pejabat kepolisian akan ada yang meningkat.
Ini jadi proyek gede-gedean, bisa ngalahin proyek jalan tol cipularang. makanya banyak yang sibuk. Polsek Matraman, Polres Jakarta Timur, Mabes Polri, Polda Metro Jaya (soalnya semua pengen kebagian proyek ini - tinggal cari tahu aja nanti dealnya berapa) ya bakal ada yg tambah kaya jika kasus ini selesai.***
RUMPI List Member
[Rita muchdin, Jakarta]
Simpang Siur tentang jatuhnya ADAM AIR
Dari: kalamdari
Tanggal: 2007 Jan 4 21:04
Judul: [jurnalisme] SKANDAL - Re: Adam Air di Sulsel
Halo ces Bahar. Senangku' bisa baca Laporan Khusus Fajar ini. Paling
tidak, laporan ini termasuk di antara sedikit laporan yang bisa
memperterang urusan tersebarnya kabar bohong pesawat Adam Air. Tapi
ada beberapa hal yang saya kurang paham dari laporan Fajar di bawah
ini. Mungkin kau ces, atau teman-teman Fajar yang standplatz di
Sulawesi Barat, bisa memperterang masalah ini:
1. Sepemahamanku dari berita Fajar, informasi awal soal "lokasi
jatuhnya" pesawat Adam Air berawal dari seorang warga bernama Abu
Haris. Dia "mendengar suara pesawat yang terbang rendah" disusul
"suara ledakan bersamaan hilangnya suara pesawat" di seputaran
Rangoan. Dia lalu melapor ke Kepala Desa Muh. Nasir. Yang terakhir
"melanjutkan informasi" itu ke Kepala Polisi Resort Polewali-Mandar (Polman) AKBP Sukria
Gaos.
2. Nasir menelpon ke telepon seluler Gaos pada Selasa pagi. Saat itu,
Gaos sedang berada di rumah jabatan Bupati Polewali-Mandar, Ali Baal.
Dari komunikasi ini lah, Gaos dan Ali mendengar kabar ada masyarakat
Rangoan yang menemukan pesawat jatuh berikut "jumlah korban tewas 90
orang dan 12 yang selamat."
3. Gaos dan Ali lalu mengabarkan informasi yang baru mereka dengar itu
ke Gubernur Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh. Saat itu, Adnan Saleh
lagi menunggu kedatangan Menteri Koperasi Suryadharma Ali. Yang
terakhir sedianya meyerahkan Daftar Isian Proyek Tahun 2007. Setelah
mendengar kabar ini, "acara penyerahan DIPA yang diserahkan langsung
oleh Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali dipercepat. Gubernur dan
menteri serta Kapolda Sulsel langsung menuju lokasi jatuhnya pesawat
seperti yang diinformasikan oleh kapolres tadi."
Betul sampai di sini, ces?
Nah, yang saya tidak paham itu kalau empat poin itu disandingkan
dengan keterangan Panglima Kodam VII Wirabuana, Mayjen TNI Arief Budi
Sampurno, di sembilan peragraf terakhir.
Arief bilang serdadunya telah mengecek informasi ke Kepala Desa
Rangoan Muh. Nasir. Hasilnya: Nasir menolak disebut sebagai sumber
informasi. Keterangan Arief kemudian: "Kepala desanya bilang,
bagaimana mau melaporkan soal jatuhnya pesawat. Sementara di
kampungnya tidak ada signal telepon seluler. Ia juga mengaku tidak
tahu-menahu soal pesawat Adam Air yang dikabarkan jatuh itu."
Sementara itu, Wartawan Fajar yang datang ke Rangoan mendapati Abu
Haris "hanya kebingungan". Tapi, dia bilang memang ada "mendengar
suara pesawat terbang rendah lalu lenyap seketika."
Kesulitanku adalah bagaimana mengawinkan dua bongkahan informasi itu.
1. Jika Abu Haris "bingung" soal informasi pesawat jatuh itu,
sementara Nasir, seperti keterangan Arief, justru menihilkan
kemungkinan dia menelpon Gaos pada Selasa pagi, lalu siapa sebenarnya
yang menelpon ke HP Gaos?
2. Keterangan Abu Haris saat bertemu Fajar mirip-mirip dengan kabar
burung yang akhirnya sampai ke telinga Gubernur Andan Saleh. Bedanya:
pada yang terakhir ada tambahan "terdengar suara ledakan bersamaan
hilangnya suara pesawat."
3. Oh iya, ada keterangan Gubernur Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh
di Fajar edisi 4 Januari. Di berita itu, Adnan Saleh menduga
penyebaran "informasi keliru" seputar jatuhnya Adam Air di wilayah
Polman punya "maksud-maksud tertentu", antara lain menggagalkan
prosesi penyerahan "bantuan DIPA". Anwar bilang "munculnya informasi
yang keliru itu berawal dari Kapolres Polman". Dia bilang menyesal
karena "langsung percaya" sama Gaos. "Katanya, informasi itu sudah A1
(akurat) karena sumbernya dari Kepala Desa Rangoan."
3. Adakah reporter Fajar telah bertemu Kapolres AKBP Sukria Gaos? Apa
hasilnya? Bagaimana gosip-gosip di lapangan seputar konflik lokal
terkait penyerahan DIPA, seperti yang disebut Gubenur Adnan Saleh?
4. Satu lagi ces: apa sebenarnya itu DIPA? Berapa total nilainya?
Itu dulu sementara ini, teman. Saya menunggu balasmu. Salam,
Alfian Hamzah
--------------------------------------
LAPORAN KHUSUS FAJAR, 03 Jan 2007
Abu Haris, Sumber Informasi Bohong Itu
* Pangdam Nilai Menyesatkan
MAJENE--Lokasi jatuhnya pesawat Adam Air yang sebelumnya dikabarkan di
daerah Rangoan, Kecamatan Matangnga, Kabupaten Polman, Sulbar,
ternyata membuat jutaan orang tertipu. Bahkan, ratusan orang yang
terdiri atas personel TNI, Polri, Basarnas, PMI, masyarakat serta
wartawan, sempat ke hutan Matangnga yang masih "perawan" itu. Namun,
hingga pukul 18:00 Wita, kepastian lokasi jatuhnya pesawat nahas belum
ditemukan sama sekali.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Aryanto Boedihardjo, masih berada di
Matangnga hingga malam tadi mengikuti perkembangan pencarian yang
terus diupayakan. Kepada wartawan, Kapolda mengatakan masih menunggu
informasi dari tim yang dikerahkan mencari lokasi yang diperkirakan
tempat jatuhnya Adam Air, di sekitar pegunungan atau kawasan hutan
Matangnga. "Kita masih menunggu informasi dari tim yang naik ke
gunung, masuk ke hutan melakukan pencarian," katanya di Dusun
Ringinan, lokasi yang diperkirakan paling dekat dengan lokasi jatuhnya
pesawat Adam Air, pukul 17:30 Wita
Lalu, dari mana sumber informasi yang membuat banyak orang tertipu
itu? Seperti diketahui, informasi lokasi kecelakaan Adam Air
diberitakan di wilayah Desa Rangoan, yang terletak 35 kilometer dari
jalan poros Polewali-Majene, atau berjarak kurang lebih 60 kilometer
dari Polewali. Dikabarkan, kecelakaan pesawat Boeing 737 itu
menyebabkan 90 orang tewas dan 12 orang lainnya hilang. Informasi itu,
telah menjadi konsumsi publik sejak Selasa pagi, kemarin.
Dirilis Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh berdasarkan laporan dari
Kapolres Polmas AKBP Sukria Gaos dan Bupati Polman Ali Baal.
"Informasi yang sudah tersebar mengenai lokasi jatuhnya pesawat Adam
Air di sekitar daerah ini (Rangoan), masih terus dicari. Kita tunggu
laporan dari usaha yang sedang kita lakukan sekarang," jelas Gubernur
Sulbar, senada dengan penjelasan Kapolda Sulsel.
Kapolda Sulsel dan Gubernur Sulbar tidak membantah informasi yang
beredar sebelumnya, bahwa Adam Air ditemukan jatuh di daerah
pegunungan Rangoan. Menurut Andan Saleh, informasi itu berawal dari
seorang warga Rangoan bernama Abu Haris yang mengatakan bahwa Senin 1
Januari sekitar pukul 16:30 Wita, ia mendengar suara pesawat yang
terbang rendah di daerah itu. Namun, beberapa saat kemudian, terdengar
suara ledakan bersamaan hilangnya suara pesawat. Dengan dasar itu, Abu
Haris menyampaikan kepada Kepala Desa Rangoan Muh Nasir. Selanjutnya,
Nasir melanjutkan informasi itu kepada pihak kepolisian. Kapolres
Polmas AKBP Sukria Gaos yang menerima laporan tersebut melalui
handpone saat berada di rumah jabatan Bupati Polman, Selasa 2 Januari
sekitar pukul 08:30 Wita, bersama Bupati Polman Ali Baal langsung
memberitahukan informasi tersebut. Termasuk, kepada Gubernur Sulbar
Anwar Adnan Saleh yang sedang menunggu kedatangan Meneg Koperasi dan
UKM Suryadharma Ali untuk penyerahan DIPA Tahun 2007.
Gubernur Sulbar, kemudian menyampaikan informasi itu kepada berbagai
pihak, termasuk media massa. Ia menyebutkan bahwa Adam Air telah
ditemukan dan jatuh di daerah Rangoan, Kecamatan Matangnga.
Sebanyak 90 orang ditemukan tewas dan 12 orang masih dicari. Atas
dasar itu, Kapolres Polmas bersama Dandim 1402 Polmas Letkol Kav Ahmad
Riad melaporkan kepada atasan masing-masing, lalu segera mengerahkan
pasukannya menuju Matangnga. Bupati Polman pun memerintahkan
jajarannya mempersiapkan upaya evakuasi para korban. Pencarian
dilakukan selama kurang lebih lima jam sejak pukul 14:30 Wita di
daerah Rangoan, dengan menyisir hutan belukar di wilayah tersebut.
Tapi, belum ada tanda-tanda sama sekali. Pesawat helikopter TNI AU
terus-menerus pula melakukan pemantauan dari udara mengitari lokasi
yang diperkirakan tempat jatuhnya pesawat.
Gubernur Adnan Saleh, mengatakan usaha pencarian akan terus dilakukan
hingga paling tidak tiga hari. "Kita akan mengerahkan semua kekuatan
untuk pencarian. Paling tidak, dalam waktu tiga hari kita akan
melakukan upaya maksimal untuk memastikan soal Adam Air ini," jelasnya.
Hal senada diungkapkan Kapolda Aryanto Boedihardjo. "Yang kita lakukan
sekarang adalah pencarian, berdasarkan informasi awal yang kita
terima. Nanti akan kita berikan informasi setiap perkembangan, sampai
ada kepastian betul-tidaknya pesawat Adam Air jatuh di sekitar wilayah
ini dalam waktu tiga hari," tandasnya.
Kedua pejabat ini, secara implisit mengakui terjadinya distorsi
informasi yang telah menyebar kepada publik. "Iya, kami memang
memberikan informasi keluar karena ada laporan dari Kepala Desa kepada
Kapolres bahwa masyarakat sini telah menemukan pesawat jatuh, sampai
menyebut jumlah korban tewas 90 orang dan 12 yang selamat," katanya.
Di Ringingan, Rangoan, ada beberapa pejabat selain Kapolda Sulsel dan
Gubernur Sulbar. Seperti, Hadi Jamal, anggota DPR RI, Ketua DPRD
Sulbar Hamzah Hapati Hasan, Danrem 142 Tatag Kolonel Kav Mustofa,
Kapolwil Parepare Kombes Genot Haryanto.
Pencarian dilakukan dengan mengerahkan sejumlah tim yang menyebar dan
menyisir hutan belukar. Petugas cukup kesulitan karena fasilitas
komunikasi sama sekali tidak ada yang bisa difungsikan. Signal telepon
sama sekali tidak ada. Jalanan ke Rangoan sangat memprihatinkan.
Menuju ke sana, dengan kendaraan bermotor roda empat selama 5-6 jam,
itupun dengan jenis mobil khusus yang memiliki handle, namun belum
bisa sampai di desa yang diperkirakan tempat jatuhnya pesawat.
Harus ditempuh dengan berjalan kaki selama lima jam. Pejabat yang tiba
di lokasi, terpaksa menggunakan sepeda motor. Beberapa anggota DPRD
Sulbar, Polman dan Mamasa, masih berada di Rangoan hingga malam tadi.
Saat wartawan Fajar meninggalkan Desa Rangoan pukul 19:00 Wita malam
tadi, para petugas TNI, Polri, Tim SAR, PMI dan berbagai pihak lainnya
terus berdatangan. Abu Haris, yang dicoba dikonfirmasi soal laporan
yang disampaikan kepada Kepala Desa Rangoan, hanya kebingungan. Tapi,
dia mengaku mendengar suara pesawat terbang rendah lalu lenyap seketika.
Begitupun Kepala Desa Muh Nasir, tutup mulut kepada wartawan. Dia
terlihat sibuk mengatur warganya melakukan pencarian.
Di Posko yang langsung dibentuk di desa itu, Dinas Kesehatan dan PMI
telah melakukan pula persiapan, seperti penyiapan obat- obatan dan
peralatan lain. Basarnas telah menyiapkan juga kantong mayat yang
sewaktu-waktu langsung dibawa ke lokasi kalau betul pesawat Adam Air
ditemukan.
Sekitar pukul 17:30 petang, kemarin, Lettu Muslidan dari Lantamal IV,
di Rangoan mengutip Radar Singapura yang menyebutkan perkiraan tempat
jatuhnya pesawat Adam Air pada kordinat 03.13.57 LS, 119.09.07 BT.
Titik dimaksud, diperkirakan di sekitar daerah antara perbatasan
Kecamatan Matangnga-Kecamatan Tutar, kurang lebih empat mil arah barat
dari Rangoan pada ketinggian 200 DPL. Tapi, kabar baru itu belum dapat
dikonfirmasikan lebih lanjut.
Pencarian lebih lanjut, direncanakan Rabu pagi ini. Selain di daerah
tersebut, juga di sekitar Rantepao dan Majene.
Sementara itu, Panglima Kodam VII Wirabuana, Mayjen TNI Arief Budi
Sampurno, menegaskan, informasi mengenai lokasi jatuhnya pesawat Adam
Air di Polewali Mandar adalah informasi bohong dan menyesatkan. Arief
mengaku sangat menyesalkan sumber informasi bohong itu.
Menurut Arief, pihaknya telah memerintahkan anak buahnya untuk
mengecek informasi lebih detail di lapangan. Kepala desa yang disebut
menjadi pelapor, juga telah ditemui. Namun, kepala desa tersebut
membantah sebagai sumber informasi.
"Kepala desanya bilang, bagaimana mau melaporkan soal jatuhnya
pesawat. Sementara di kampungnya tidak ada signal telepon seluler. Ia
juga mengaku tidak tahu-menahu soal pesawat Adam Air yang dikabarkan
jatuh itu," jelas Pangdam mengutip kepala desa yang dimaksud.
Pangdam mengaku tetap memerintahkan aparat TNI untuk membantu
melakukan pencarian. Namun, hingga kini aparat masih mengalami
kesulitan karena titik jatuhnya pesawat hingga malam tadi belum bisa
dideteksi.
Sumber : (tim)
http://www.fajar.co.id/news.php?newsid=31516
------------------
Anwar: Tangkap Pelaku Teror Informasi
(04 Jan 2007, 230 x , cetak, Komentar)
MAMUJU--Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh meminta petugas agar
menangkap pelaku yang sengaja melakukan teror informasi. Pelaku yang
dimaksud Anwar adalah orang yang menyebarkan berita bohong terkait
ditemukannya Adam Air di Polman.
Sebelumnya, dikabarkan bahwa pesawat Adam Air telah ditemukan di Desa
Rangoan, Kecamatan Matangnga, Kabupaten Polman. Bahkan, informasi itu
menyebutkan kalau 90 orang tewas dan 12 korban belum ditemukan. Namun,
informasi itu, ternyata menyesatkan.
Karena itu, kader Partai Golkar ini meminta pihak kepolisian agar
segera mencari pelaku yang memberikan informasi sesat tersebut. "Ini
adalah teror informasi yang dilakukan orang-orang tertentu. Hal ini
tidak bisa dibiarkan. Pelaku harus ditangkap," tegas Anwar saat
ditemui di ruang kerjanya, kemarin.
Anwar yang juga mantan anggota DPR RI itu menduga, pelaku yang
menyebarkan informasi keliru itu memiliki maksud-maksud tertentu.
Salah satunya, sebut dia, menggagalkan penyerahan bantuan DIPA. Selain
itu, informasi yang kini marak di Sulbar bahwa teror informasi itu
bertujuan menciptakan suasana yang tidak kondusif.
Anwar menambahkan, kronologis munculnya informasi yang keliru itu
berawal dari Kapolres Polman. Dia mendapat informasi Kapolres pada
Selasa pagi, sekitar pukul 08.00 Wita.
"Katanya, informasi itu sudah A1 (akurat) karena sumbernya dari Kepala
Desa Rangoan. Saya pun langsung percaya," akunya, kecewa.
Sehingga, saat dia ditelepon Wakil Presiden HM Jusuf Kalla, Anwar pun
menyampaikan informasi itu. Termasuk kepada para wartawan dari
berbagai media.
Bahkan, sejak munculnya informasi tersebut, acara penyerahan DIPA yang
diserahkan langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali
dipercepat. Setelah itu, gubernur dan menteri serta Kapolda Sulsel
langsung menuju lokasi jatuhnya pesawat seperti yang diinformasikan
oleh kapolres tadi.
Hanya saja, saat sudah tiba di lokasi yang dimaksud, ternyata bangkai
pesawat Adam Air yang dimaksud tidak ada. Dia pun langsung memanggil
kepala Desa Rangoan, tapi sang kades ternyata juga membantah adanya
informasi itu.
Menurut Gubernur, hingga siang kemarin, Tim SAR gabungan masih terus
melakukan pencarian di sekitar Kecamatan Matangnga. Bahkan ada juga
yang sudah sampai ke wilayah Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa.
Anwar juga menuturkan, pihaknya saat ini masih terus mengimbau para
bupati, aparat keamanan TNI/ Polri dan masyarakat setempat agar terus
mencari bangkai pesawat Adam Air yang diperkirakan jatuh di wilayah
Sulbar.
"Kita sudah sepakat dengan para Tim SAR untuk melakukan pencarian
selama tiga hari terlebih dahulu. Kalau belum ada hasil, baru kita
melakukan evaluasi untuk mencari di daerah lain," kuncinya.
http://www.fajar.co.id/news.php?newsid=31569
Tanggal: 2007 Jan 4 21:04
Judul: [jurnalisme] SKANDAL - Re: Adam Air di Sulsel
Halo ces Bahar. Senangku' bisa baca Laporan Khusus Fajar ini. Paling
tidak, laporan ini termasuk di antara sedikit laporan yang bisa
memperterang urusan tersebarnya kabar bohong pesawat Adam Air. Tapi
ada beberapa hal yang saya kurang paham dari laporan Fajar di bawah
ini. Mungkin kau ces, atau teman-teman Fajar yang standplatz di
Sulawesi Barat, bisa memperterang masalah ini:
1. Sepemahamanku dari berita Fajar, informasi awal soal "lokasi
jatuhnya" pesawat Adam Air berawal dari seorang warga bernama Abu
Haris. Dia "mendengar suara pesawat yang terbang rendah" disusul
"suara ledakan bersamaan hilangnya suara pesawat" di seputaran
Rangoan. Dia lalu melapor ke Kepala Desa Muh. Nasir. Yang terakhir
"melanjutkan informasi" itu ke Kepala Polisi Resort Polewali-Mandar (Polman) AKBP Sukria
Gaos.
2. Nasir menelpon ke telepon seluler Gaos pada Selasa pagi. Saat itu,
Gaos sedang berada di rumah jabatan Bupati Polewali-Mandar, Ali Baal.
Dari komunikasi ini lah, Gaos dan Ali mendengar kabar ada masyarakat
Rangoan yang menemukan pesawat jatuh berikut "jumlah korban tewas 90
orang dan 12 yang selamat."
3. Gaos dan Ali lalu mengabarkan informasi yang baru mereka dengar itu
ke Gubernur Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh. Saat itu, Adnan Saleh
lagi menunggu kedatangan Menteri Koperasi Suryadharma Ali. Yang
terakhir sedianya meyerahkan Daftar Isian Proyek Tahun 2007. Setelah
mendengar kabar ini, "acara penyerahan DIPA yang diserahkan langsung
oleh Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali dipercepat. Gubernur dan
menteri serta Kapolda Sulsel langsung menuju lokasi jatuhnya pesawat
seperti yang diinformasikan oleh kapolres tadi."
Betul sampai di sini, ces?
Nah, yang saya tidak paham itu kalau empat poin itu disandingkan
dengan keterangan Panglima Kodam VII Wirabuana, Mayjen TNI Arief Budi
Sampurno, di sembilan peragraf terakhir.
Arief bilang serdadunya telah mengecek informasi ke Kepala Desa
Rangoan Muh. Nasir. Hasilnya: Nasir menolak disebut sebagai sumber
informasi. Keterangan Arief kemudian: "Kepala desanya bilang,
bagaimana mau melaporkan soal jatuhnya pesawat. Sementara di
kampungnya tidak ada signal telepon seluler. Ia juga mengaku tidak
tahu-menahu soal pesawat Adam Air yang dikabarkan jatuh itu."
Sementara itu, Wartawan Fajar yang datang ke Rangoan mendapati Abu
Haris "hanya kebingungan". Tapi, dia bilang memang ada "mendengar
suara pesawat terbang rendah lalu lenyap seketika."
Kesulitanku adalah bagaimana mengawinkan dua bongkahan informasi itu.
1. Jika Abu Haris "bingung" soal informasi pesawat jatuh itu,
sementara Nasir, seperti keterangan Arief, justru menihilkan
kemungkinan dia menelpon Gaos pada Selasa pagi, lalu siapa sebenarnya
yang menelpon ke HP Gaos?
2. Keterangan Abu Haris saat bertemu Fajar mirip-mirip dengan kabar
burung yang akhirnya sampai ke telinga Gubernur Andan Saleh. Bedanya:
pada yang terakhir ada tambahan "terdengar suara ledakan bersamaan
hilangnya suara pesawat."
3. Oh iya, ada keterangan Gubernur Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh
di Fajar edisi 4 Januari. Di berita itu, Adnan Saleh menduga
penyebaran "informasi keliru" seputar jatuhnya Adam Air di wilayah
Polman punya "maksud-maksud tertentu", antara lain menggagalkan
prosesi penyerahan "bantuan DIPA". Anwar bilang "munculnya informasi
yang keliru itu berawal dari Kapolres Polman". Dia bilang menyesal
karena "langsung percaya" sama Gaos. "Katanya, informasi itu sudah A1
(akurat) karena sumbernya dari Kepala Desa Rangoan."
3. Adakah reporter Fajar telah bertemu Kapolres AKBP Sukria Gaos? Apa
hasilnya? Bagaimana gosip-gosip di lapangan seputar konflik lokal
terkait penyerahan DIPA, seperti yang disebut Gubenur Adnan Saleh?
4. Satu lagi ces: apa sebenarnya itu DIPA? Berapa total nilainya?
Itu dulu sementara ini, teman. Saya menunggu balasmu. Salam,
Alfian Hamzah
--------------------------------------
LAPORAN KHUSUS FAJAR, 03 Jan 2007
Abu Haris, Sumber Informasi Bohong Itu
* Pangdam Nilai Menyesatkan
MAJENE--Lokasi jatuhnya pesawat Adam Air yang sebelumnya dikabarkan di
daerah Rangoan, Kecamatan Matangnga, Kabupaten Polman, Sulbar,
ternyata membuat jutaan orang tertipu. Bahkan, ratusan orang yang
terdiri atas personel TNI, Polri, Basarnas, PMI, masyarakat serta
wartawan, sempat ke hutan Matangnga yang masih "perawan" itu. Namun,
hingga pukul 18:00 Wita, kepastian lokasi jatuhnya pesawat nahas belum
ditemukan sama sekali.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Aryanto Boedihardjo, masih berada di
Matangnga hingga malam tadi mengikuti perkembangan pencarian yang
terus diupayakan. Kepada wartawan, Kapolda mengatakan masih menunggu
informasi dari tim yang dikerahkan mencari lokasi yang diperkirakan
tempat jatuhnya Adam Air, di sekitar pegunungan atau kawasan hutan
Matangnga. "Kita masih menunggu informasi dari tim yang naik ke
gunung, masuk ke hutan melakukan pencarian," katanya di Dusun
Ringinan, lokasi yang diperkirakan paling dekat dengan lokasi jatuhnya
pesawat Adam Air, pukul 17:30 Wita
Lalu, dari mana sumber informasi yang membuat banyak orang tertipu
itu? Seperti diketahui, informasi lokasi kecelakaan Adam Air
diberitakan di wilayah Desa Rangoan, yang terletak 35 kilometer dari
jalan poros Polewali-Majene, atau berjarak kurang lebih 60 kilometer
dari Polewali. Dikabarkan, kecelakaan pesawat Boeing 737 itu
menyebabkan 90 orang tewas dan 12 orang lainnya hilang. Informasi itu,
telah menjadi konsumsi publik sejak Selasa pagi, kemarin.
Dirilis Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh berdasarkan laporan dari
Kapolres Polmas AKBP Sukria Gaos dan Bupati Polman Ali Baal.
"Informasi yang sudah tersebar mengenai lokasi jatuhnya pesawat Adam
Air di sekitar daerah ini (Rangoan), masih terus dicari. Kita tunggu
laporan dari usaha yang sedang kita lakukan sekarang," jelas Gubernur
Sulbar, senada dengan penjelasan Kapolda Sulsel.
Kapolda Sulsel dan Gubernur Sulbar tidak membantah informasi yang
beredar sebelumnya, bahwa Adam Air ditemukan jatuh di daerah
pegunungan Rangoan. Menurut Andan Saleh, informasi itu berawal dari
seorang warga Rangoan bernama Abu Haris yang mengatakan bahwa Senin 1
Januari sekitar pukul 16:30 Wita, ia mendengar suara pesawat yang
terbang rendah di daerah itu. Namun, beberapa saat kemudian, terdengar
suara ledakan bersamaan hilangnya suara pesawat. Dengan dasar itu, Abu
Haris menyampaikan kepada Kepala Desa Rangoan Muh Nasir. Selanjutnya,
Nasir melanjutkan informasi itu kepada pihak kepolisian. Kapolres
Polmas AKBP Sukria Gaos yang menerima laporan tersebut melalui
handpone saat berada di rumah jabatan Bupati Polman, Selasa 2 Januari
sekitar pukul 08:30 Wita, bersama Bupati Polman Ali Baal langsung
memberitahukan informasi tersebut. Termasuk, kepada Gubernur Sulbar
Anwar Adnan Saleh yang sedang menunggu kedatangan Meneg Koperasi dan
UKM Suryadharma Ali untuk penyerahan DIPA Tahun 2007.
Gubernur Sulbar, kemudian menyampaikan informasi itu kepada berbagai
pihak, termasuk media massa. Ia menyebutkan bahwa Adam Air telah
ditemukan dan jatuh di daerah Rangoan, Kecamatan Matangnga.
Sebanyak 90 orang ditemukan tewas dan 12 orang masih dicari. Atas
dasar itu, Kapolres Polmas bersama Dandim 1402 Polmas Letkol Kav Ahmad
Riad melaporkan kepada atasan masing-masing, lalu segera mengerahkan
pasukannya menuju Matangnga. Bupati Polman pun memerintahkan
jajarannya mempersiapkan upaya evakuasi para korban. Pencarian
dilakukan selama kurang lebih lima jam sejak pukul 14:30 Wita di
daerah Rangoan, dengan menyisir hutan belukar di wilayah tersebut.
Tapi, belum ada tanda-tanda sama sekali. Pesawat helikopter TNI AU
terus-menerus pula melakukan pemantauan dari udara mengitari lokasi
yang diperkirakan tempat jatuhnya pesawat.
Gubernur Adnan Saleh, mengatakan usaha pencarian akan terus dilakukan
hingga paling tidak tiga hari. "Kita akan mengerahkan semua kekuatan
untuk pencarian. Paling tidak, dalam waktu tiga hari kita akan
melakukan upaya maksimal untuk memastikan soal Adam Air ini," jelasnya.
Hal senada diungkapkan Kapolda Aryanto Boedihardjo. "Yang kita lakukan
sekarang adalah pencarian, berdasarkan informasi awal yang kita
terima. Nanti akan kita berikan informasi setiap perkembangan, sampai
ada kepastian betul-tidaknya pesawat Adam Air jatuh di sekitar wilayah
ini dalam waktu tiga hari," tandasnya.
Kedua pejabat ini, secara implisit mengakui terjadinya distorsi
informasi yang telah menyebar kepada publik. "Iya, kami memang
memberikan informasi keluar karena ada laporan dari Kepala Desa kepada
Kapolres bahwa masyarakat sini telah menemukan pesawat jatuh, sampai
menyebut jumlah korban tewas 90 orang dan 12 yang selamat," katanya.
Di Ringingan, Rangoan, ada beberapa pejabat selain Kapolda Sulsel dan
Gubernur Sulbar. Seperti, Hadi Jamal, anggota DPR RI, Ketua DPRD
Sulbar Hamzah Hapati Hasan, Danrem 142 Tatag Kolonel Kav Mustofa,
Kapolwil Parepare Kombes Genot Haryanto.
Pencarian dilakukan dengan mengerahkan sejumlah tim yang menyebar dan
menyisir hutan belukar. Petugas cukup kesulitan karena fasilitas
komunikasi sama sekali tidak ada yang bisa difungsikan. Signal telepon
sama sekali tidak ada. Jalanan ke Rangoan sangat memprihatinkan.
Menuju ke sana, dengan kendaraan bermotor roda empat selama 5-6 jam,
itupun dengan jenis mobil khusus yang memiliki handle, namun belum
bisa sampai di desa yang diperkirakan tempat jatuhnya pesawat.
Harus ditempuh dengan berjalan kaki selama lima jam. Pejabat yang tiba
di lokasi, terpaksa menggunakan sepeda motor. Beberapa anggota DPRD
Sulbar, Polman dan Mamasa, masih berada di Rangoan hingga malam tadi.
Saat wartawan Fajar meninggalkan Desa Rangoan pukul 19:00 Wita malam
tadi, para petugas TNI, Polri, Tim SAR, PMI dan berbagai pihak lainnya
terus berdatangan. Abu Haris, yang dicoba dikonfirmasi soal laporan
yang disampaikan kepada Kepala Desa Rangoan, hanya kebingungan. Tapi,
dia mengaku mendengar suara pesawat terbang rendah lalu lenyap seketika.
Begitupun Kepala Desa Muh Nasir, tutup mulut kepada wartawan. Dia
terlihat sibuk mengatur warganya melakukan pencarian.
Di Posko yang langsung dibentuk di desa itu, Dinas Kesehatan dan PMI
telah melakukan pula persiapan, seperti penyiapan obat- obatan dan
peralatan lain. Basarnas telah menyiapkan juga kantong mayat yang
sewaktu-waktu langsung dibawa ke lokasi kalau betul pesawat Adam Air
ditemukan.
Sekitar pukul 17:30 petang, kemarin, Lettu Muslidan dari Lantamal IV,
di Rangoan mengutip Radar Singapura yang menyebutkan perkiraan tempat
jatuhnya pesawat Adam Air pada kordinat 03.13.57 LS, 119.09.07 BT.
Titik dimaksud, diperkirakan di sekitar daerah antara perbatasan
Kecamatan Matangnga-Kecamatan Tutar, kurang lebih empat mil arah barat
dari Rangoan pada ketinggian 200 DPL. Tapi, kabar baru itu belum dapat
dikonfirmasikan lebih lanjut.
Pencarian lebih lanjut, direncanakan Rabu pagi ini. Selain di daerah
tersebut, juga di sekitar Rantepao dan Majene.
Sementara itu, Panglima Kodam VII Wirabuana, Mayjen TNI Arief Budi
Sampurno, menegaskan, informasi mengenai lokasi jatuhnya pesawat Adam
Air di Polewali Mandar adalah informasi bohong dan menyesatkan. Arief
mengaku sangat menyesalkan sumber informasi bohong itu.
Menurut Arief, pihaknya telah memerintahkan anak buahnya untuk
mengecek informasi lebih detail di lapangan. Kepala desa yang disebut
menjadi pelapor, juga telah ditemui. Namun, kepala desa tersebut
membantah sebagai sumber informasi.
"Kepala desanya bilang, bagaimana mau melaporkan soal jatuhnya
pesawat. Sementara di kampungnya tidak ada signal telepon seluler. Ia
juga mengaku tidak tahu-menahu soal pesawat Adam Air yang dikabarkan
jatuh itu," jelas Pangdam mengutip kepala desa yang dimaksud.
Pangdam mengaku tetap memerintahkan aparat TNI untuk membantu
melakukan pencarian. Namun, hingga kini aparat masih mengalami
kesulitan karena titik jatuhnya pesawat hingga malam tadi belum bisa
dideteksi.
Sumber : (tim)
http://www.fajar.co.id/news.php?newsid=31516
------------------
Anwar: Tangkap Pelaku Teror Informasi
(04 Jan 2007, 230 x , cetak, Komentar)
MAMUJU--Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh meminta petugas agar
menangkap pelaku yang sengaja melakukan teror informasi. Pelaku yang
dimaksud Anwar adalah orang yang menyebarkan berita bohong terkait
ditemukannya Adam Air di Polman.
Sebelumnya, dikabarkan bahwa pesawat Adam Air telah ditemukan di Desa
Rangoan, Kecamatan Matangnga, Kabupaten Polman. Bahkan, informasi itu
menyebutkan kalau 90 orang tewas dan 12 korban belum ditemukan. Namun,
informasi itu, ternyata menyesatkan.
Karena itu, kader Partai Golkar ini meminta pihak kepolisian agar
segera mencari pelaku yang memberikan informasi sesat tersebut. "Ini
adalah teror informasi yang dilakukan orang-orang tertentu. Hal ini
tidak bisa dibiarkan. Pelaku harus ditangkap," tegas Anwar saat
ditemui di ruang kerjanya, kemarin.
Anwar yang juga mantan anggota DPR RI itu menduga, pelaku yang
menyebarkan informasi keliru itu memiliki maksud-maksud tertentu.
Salah satunya, sebut dia, menggagalkan penyerahan bantuan DIPA. Selain
itu, informasi yang kini marak di Sulbar bahwa teror informasi itu
bertujuan menciptakan suasana yang tidak kondusif.
Anwar menambahkan, kronologis munculnya informasi yang keliru itu
berawal dari Kapolres Polman. Dia mendapat informasi Kapolres pada
Selasa pagi, sekitar pukul 08.00 Wita.
"Katanya, informasi itu sudah A1 (akurat) karena sumbernya dari Kepala
Desa Rangoan. Saya pun langsung percaya," akunya, kecewa.
Sehingga, saat dia ditelepon Wakil Presiden HM Jusuf Kalla, Anwar pun
menyampaikan informasi itu. Termasuk kepada para wartawan dari
berbagai media.
Bahkan, sejak munculnya informasi tersebut, acara penyerahan DIPA yang
diserahkan langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali
dipercepat. Setelah itu, gubernur dan menteri serta Kapolda Sulsel
langsung menuju lokasi jatuhnya pesawat seperti yang diinformasikan
oleh kapolres tadi.
Hanya saja, saat sudah tiba di lokasi yang dimaksud, ternyata bangkai
pesawat Adam Air yang dimaksud tidak ada. Dia pun langsung memanggil
kepala Desa Rangoan, tapi sang kades ternyata juga membantah adanya
informasi itu.
Menurut Gubernur, hingga siang kemarin, Tim SAR gabungan masih terus
melakukan pencarian di sekitar Kecamatan Matangnga. Bahkan ada juga
yang sudah sampai ke wilayah Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa.
Anwar juga menuturkan, pihaknya saat ini masih terus mengimbau para
bupati, aparat keamanan TNI/ Polri dan masyarakat setempat agar terus
mencari bangkai pesawat Adam Air yang diperkirakan jatuh di wilayah
Sulbar.
"Kita sudah sepakat dengan para Tim SAR untuk melakukan pencarian
selama tiga hari terlebih dahulu. Kalau belum ada hasil, baru kita
melakukan evaluasi untuk mencari di daerah lain," kuncinya.
http://www.fajar.co.id/news.php?newsid=31569
Akhir Tahun 2006 ke Awal Tahun 2007
Sekitar hari Kamis minggu akhir di 2006, aku melihat tayangan di Metro TV, ada gempa besar di Taiwan, 7.1 Scala Reichter. Wah ... cukup dalam , bbrp puluh km di dasar laut, cuman pikiranku ke arah Tsunami aja.
Esok paginya aku mau upload file via email - gprs - Telkomsel, syulitttttttt banget.
Tumbennn bener pikirku, biasanya whus whus whus. Jalaslah tetep gagal upload.
Siangnya baru dapet kabar neh , ana kerusakan fiber optic di Taiwan. Pantesan ...
Malemnya , aku ke warnet, hanya bisa menggunakan emailku yang di plasa.net.
---
Malem Idul Adha, malem minggu , aku coba lagi koneksi gprs ... bisa nih, pake Agile Messenger. Tapi cuman beberapa detiks :((.
Aku coba coba lagi gak bisa, logon failed, activation rejected. Siangnya , setelah ngebantu ngurus sapi sapi, aku mo sms dan call, pake kartu AS ku tersebut. Gak bisa !! Wah network telkomsel congestion neh. Whew...
---
Dari media massa diberitakan adanya kerusakan di interkoneksi Taiwan - Korea , yang menyebabkan koneksi internet Asia cukup lumpuh. Tidak tahu kapan bisa beroperasi normal lagi ( berita waktu itu ).
Aku berpikir wah yang down Jalur keluar dari IIX nih, keliatannya cuman terkoneksi ke jalur Taiwan (via SingTel). Aneh juga neh , kalau cuman itu satu2nya jalur internet. Gak seperti desain nya DARPA, internet yang tangguh meski serangan bom nuklir. Denger2 neh ada jalur koneksi laen ke Amrik, liwat SEA-ME-WE (South East Asia-Middle East-Western Europe) kata detik.com. Tapi cuman kok gak otomatis routing ke situ ... Ya iyaaalaaah khan pertimbangan bisniz euy.
---
Berita lain, tenggelamnya KM Senopati , di susul dengan Hilangnya 747 400 nya ADAM AIR, apakah ada korelasi keduanya ? Kalo ya, hubungannya adalah badai Isobel kalee.
Memang sih , ada joke-joke lain tentang hilangnya boeing, misal : terjadi tabrakan di udara, dan pembajakan pesawat, dan spekulasi pemikiran tentang adanya cerita : ada pembajakan , mungkin membawa material berbahaya, lalu ada tindakan terhadap pembajakan itu, sehingga pesawat dilenyapkan, atauu pun kedua2nya lenyap. Tapi ya itu , hal tersebut saya masukkan saja ke category JOKE .. he he he.
Informasi lain yang mungkin benar adalah : adanya kerusakan teknis di pesawat setelah melewati makasar, mungkin semacam konslet di bagian sayap, entahlah.
Info yang aneh adalah adanya 2 ELBA, meskipun jaraknya sekitar 5 - 6 jam.
Konon ELBA mengeluarkan sinyal kalau terjadi pesawat jatuh, atau tersentuh air.
Yah marilah kita sebagai bangsa Indonesia,
mengintrospeksi diri kita masing2,
hentikan main-main .. ayo serius ( ini kalimat dari Cak Nun )
Esok paginya aku mau upload file via email - gprs - Telkomsel, syulitttttttt banget.
Tumbennn bener pikirku, biasanya whus whus whus. Jalaslah tetep gagal upload.
Siangnya baru dapet kabar neh , ana kerusakan fiber optic di Taiwan. Pantesan ...
Malemnya , aku ke warnet, hanya bisa menggunakan emailku yang di plasa.net.
---
Malem Idul Adha, malem minggu , aku coba lagi koneksi gprs ... bisa nih, pake Agile Messenger. Tapi cuman beberapa detiks :((.
Aku coba coba lagi gak bisa, logon failed, activation rejected. Siangnya , setelah ngebantu ngurus sapi sapi, aku mo sms dan call, pake kartu AS ku tersebut. Gak bisa !! Wah network telkomsel congestion neh. Whew...
---
Dari media massa diberitakan adanya kerusakan di interkoneksi Taiwan - Korea , yang menyebabkan koneksi internet Asia cukup lumpuh. Tidak tahu kapan bisa beroperasi normal lagi ( berita waktu itu ).
Aku berpikir wah yang down Jalur keluar dari IIX nih, keliatannya cuman terkoneksi ke jalur Taiwan (via SingTel). Aneh juga neh , kalau cuman itu satu2nya jalur internet. Gak seperti desain nya DARPA, internet yang tangguh meski serangan bom nuklir. Denger2 neh ada jalur koneksi laen ke Amrik, liwat SEA-ME-WE (South East Asia-Middle East-Western Europe) kata detik.com. Tapi cuman kok gak otomatis routing ke situ ... Ya iyaaalaaah khan pertimbangan bisniz euy.
---
Berita lain, tenggelamnya KM Senopati , di susul dengan Hilangnya 747 400 nya ADAM AIR, apakah ada korelasi keduanya ? Kalo ya, hubungannya adalah badai Isobel kalee.
Memang sih , ada joke-joke lain tentang hilangnya boeing, misal : terjadi tabrakan di udara, dan pembajakan pesawat, dan spekulasi pemikiran tentang adanya cerita : ada pembajakan , mungkin membawa material berbahaya, lalu ada tindakan terhadap pembajakan itu, sehingga pesawat dilenyapkan, atauu pun kedua2nya lenyap. Tapi ya itu , hal tersebut saya masukkan saja ke category JOKE .. he he he.
Informasi lain yang mungkin benar adalah : adanya kerusakan teknis di pesawat setelah melewati makasar, mungkin semacam konslet di bagian sayap, entahlah.
Info yang aneh adalah adanya 2 ELBA, meskipun jaraknya sekitar 5 - 6 jam.
Konon ELBA mengeluarkan sinyal kalau terjadi pesawat jatuh, atau tersentuh air.
Yah marilah kita sebagai bangsa Indonesia,
mengintrospeksi diri kita masing2,
hentikan main-main .. ayo serius ( ini kalimat dari Cak Nun )
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
“Ki sanak, siapakah nama Ki Sanak? Dari manakah asal Ki Sanak? Sebab dari pengamatan kami, Ki Sanak bukanlah orang daerah kami…” Ia ...
-
IPDN punya tradisi pukulan setengah kancing, dimana posisinya kira-kira adalah di Ulu Hati. Apakah ada tempat lain yang mempunyai tradisi it...
-
Pada 28 Mei 2011 08:54, Ophoeng menulis: Mas Wisnu dan TTM semuwah, Hai, apakabar? Sudah makan tahu? Hehehe... pagi-pagi sudah d...