Tuesday, October 4, 2011

Brownies Kukus Semarang

FROM BROWNIES -melted chocolate WITH LOVE





Telp. 085225653294 / 024 76727427
Ukuran diameter 20 cm.

Jl. Pucang Indah III/3, Pucanggading

Saturday, May 28, 2011

Dari Milis NCC: Makanan Tahu - Tahuan oleh Ophoeng

Pada 28 Mei 2011 08:54, Ophoeng  menulis:

 
Mas Wisnu dan TTM semuwah,

Hai, apakabar? Sudah makan tahu?

Hehehe... pagi-pagi sudah disodori menu jajanan sotoi, eh, (sok) tahu nih. Tahu guling Yogya-nan, tahu kupat Magelangan, memang mirip-mirip, serupa tapi tak sama keduanya.

Kalau mau dirunut lebih jauh lagi, ada banyak menu jajanan dengan bbu - bahan baku utama dari tahu goreng yang pada sts - serupa (tapi) tak sama begitu.

Saya coba bikin black, eh, white list-nya nih:

Tahu Tek-tek - Cerebonan, isinya tahu goreng, toge, timun, lontong, disiram kuwah encer mirip tahu guling begitu. Pake kerupuk bawang, dan sambel pedes tentu. Persisnya dah lupa lagi, sudah lama gak mudik dan nemu ni jajanan sih.

Disebut Tahu Tek-tek, sebab sang saudagar keliling (dulu) pake pikulan dan membuat tetabuhan dengan memukul-mukulkan sutil pada wajannya , menciptakan sfx (soound effect) berbunyi: tek...tek..tek.... memanggil-manggil anda yang masih sore sudah pada kemulan di kamer - mereka memang saudagar nocturne, keluarnya sore menjelang malem ari bagai kalong tapi bukan juwalan sate kalong sih.

Jangan tersaru ama Tahu Tek Surabayan ya, sebab Tahu Tek Surabayan aka Tahu Gunting (bukan guling) - kerana sukaan ada penjaja keliling make gunting untuk mengiris tahuna, kalau gak salah pake bumbu petis (you know how they love petis so much, rek!) + kacang yang diuleg dadakan, pake lontong dan kentang + toge pendek dirajang, eh, dijarang (disedu air panas) ding!

Modifikasi Tahu Tek-tek adalah yang di Jakarta berubah namanya jadi.... Ketoprak. Cobalah sesekali iseng bikin survei, pasti akan anda temukan bahwa banyakan (almost 99,999%) yang juwal ketoprak di Jakarta itu pan orang Cerebon tuh. Mereka kalau ditanya ya bingung, kenapa koq tahu tek-tek ala Cerebonan namanya jadi ketoprak di Jakarta tuh, jeh!

Mong-omong ketoprak, pada merhatikan gak ya bahwa ada dua 'shift' pedagang ketoprak, satu yang shift juwalannya pagi-siang berkeliling-keliling kota - naik delman or mbecak?, membawa gerobaknya berbentuk perahu. Sementara shift sore-malam hari digantikan saudagar ketoprak yang mangkal di ujung gang, dengan gerobak berkaca ala penjaja bakso gitu.

Back to the main core business: Tahu.

Orang Puertorico, Goldwater - Banyumas punya menu tahu bernama Tahu Gecot. O, jangan salah mengira kalau ini saya salah ketik - bukan Tahu Gejrot khas Cerebon dan beda jauh, sodara-sodara. Gecot memang sekilas mirip typo error mau nulis 'gejrot', tapi tahu gecot itu menu jajanan khas Puertorico, yang sekilas lintas hampir 99,99% mirip ama tahu kupat Magelangan or Tahu Tepo Ngawi-an. Pake siraman kacang gerus kasar dan utuh, pake daun seledri dirajang juga.

Kalau urang Bogor, punya menu bernomenklatur Doclang - jangan juga salah kira typo error untuk 'docang' khas Cerebon, beda sangat. Ini doclang isinya tahu 'jelek' aka goreng, keratan lontong dibungkus daun patat, kentang, toge seduh, irisan timun seger, telur rebus, disiram bumbu kacang juga.

http://ophoeng.multiply.com/photos/album/335/Docang_Cirebon_Is_Not_Doclang_Bogor.

Kalau ke Kuningan, Cirebon, ada jajanan yang disebut 'Hucap' aka Tahu Kecap - ini juga mirip-mirip, isinya seputaran tahu, ketupat (identik ama lontong toh), toge, timun dan siraman saus kacang(?) dan kecap (manis) yang banyak.

Di kawasan NMN - Ngawi-Madiun-Nganjuk, kalau gak salah ada Tahu Tepo. Mirip ama tahu gecot, tahu guling(?) juga. Tepo ('e'nya lemah apa kuat ya?) itu opo to? ternyata itu istilah tempatan untuk.....lontong tuh, euy!

Kalau mau coba, lihat ajah resep-nya di sini:
http://notnot9.multiply.com/reviews/item/30

Saya yakin, masih ada menu jajanan tahu begini di daerah lain, barangkali anda yang punya menu di daerah tsb mau berbagi juga, monggo, mangga atuh, sila aza.....

So, menu akhir pekan ni all about tahu tah? ;D)

Salam makan enak dan sehat,
Ophoeng

--- In naturalcookingclub@yahoogroups.com, wisnumartono@... wrote:
>
> Sore tadi, seturun dari bis Bandara di Rawamangun, saya menemukan warung tenda dg tulisan Tahu Kupat Magelang.
>
> Sudah lama saya ingin mencicipi makanan khas Magelang ini. Tempo hari di Cibubur, udah masuk warung dg tulisan Tahu kupat, malah order bakmi Jawa.
>
> Makanya, tadi sore saya langsung pesan, Tahu Kupat.
>
> Kecuali kacang goreng giling dan bakwan gorengnya, kebanyakan bahan yang dipakai mirip Tahu Guling Yogya. Tentu saja, hanya mirip. Tidak sama persis.
>
> Bahan utama Tahu Guling adalah tahu dan digoreng spt tahu ketoprak (Jakarta). Dipotong kecil, ditambah tempe bacem goreng dipotong. Sayurannya taoge rebus dan kol mentah iris tipis. Ditambah kupat bbrp potong.
>
> Bahan ini disiram air gula merah agak banyak (tentu saja tidak semanis kolak ya) yang diberi ulekan bawang putih plus cabe, ditambah sledri iris dan krupuk kecil.
>
> Tahu Kupat yang tadi saya makan, disiapkan dg mengulek kacang goreng halus (spt Ketoprak) dan cabe di cobek. Kemudian dipindah ke piring, lalu diberi potongan tahu putih goreng, bakwan potong, kupat, kol mentah iris, diberi kecap, sledri dan bawang merah goreng, lalu diberi kuah manis mirip kuah Tahu Guling, tapi jumlahnya jauh lebih sedikit dari kuah Tahu Guling. Lalu, diberi krupuk juga.
>
> Jadi, memang sepintas Kupat Tahu Magelang dan Tahu Guling Yogya agak mirip.

Saturday, May 7, 2011

Komputer Mendeteksi Acromegaly

Saat ini software komputer telah dinyatakan para dokter bahwa bisa mendeteksi adanya anomali hormon atau yang disebut acromegaly secara akurat. Yang dimaksud akurat adalah bisa melampaui diagnosis seorang dokter (secara statistik). Meskipun software ini saya lihat memang mengandung permasalahan khas yang menjadikannya masih belum memungkinkannya bekerja mandiri. Hal yang khas ini adalah bahwa software ini cenderung sok tau, sehingga beberapa kasus pasien dikatakan terindikasi acromegaly, padahal pada kenyataannya tidak. Namun secara statistik, software ini telah melampaui ekspektasi para dokter. Berita yang lebih lengkap bisa dibaca dari Antaranews.com