Thursday, October 30, 2008

Wi-Spy 2.4x Spectrum Analyzer

If you need portable Spectrum Analyzer to inspect abut WiFi signal around you, you better read news from http://www.thinkgeek.com/gadgets/electronic/9558/, here is the news:

---------
Zoom
More Images

Troubleshoot. Analyze. Optimize.

This new version of Wi-Spy features upgraded hardware and software!

Wi-Spy is the world's smallest 2.4 GHz spectrum analyzer and has been designed specifically for troubleshooting and analyzing Wi-Fi networks. Its software allows recording and playback of data traces and draws pretty graphs.

We're excited about Wi-Spy 2.4x and think you will be, too! The hardware has been redesigned to increase the frequency and amplitude resolution with an added reverse-polarity SMA adapter. Wi-Spy 2.4x is packaged with a powerful little antenna, so it’s good from the start but it's also a snap to screw-on any RP-SMA antenna you choose. The Chanalyzer software has been upgraded to version 2.1, which takes full advantage of the higher resolution with improved graphics and an even friendlier user interface.



  • Increased frequency and amplitude resolution
  • Helps you identify wi-fi interference (802.11 b/g/n, microwave ovens, cordless phones, Bluetooth, etc.)
  • Frequency range is 2.400 - 2.4835 GHz
  • Record/playback data traces
  • Frequency/amplitude marker
  • Frequency / Wi-Fi / Zigbee channel labels
  • Save or copy image to clipboard
  • Spectral, Topographic, and Planar Views
  • Download Beta version of software for Mac
  • More details here

Google Earth in 3D released for the iPhone

It must be nice if we collaborate Google Earth to our lovely iPhone. I think, you should check it out from http://www.gsmarena.com/google_earth_in_3d_released_for_the_iphone-news-649.php about google earth in 3D released for the iPhone.

--------------

Google released an iPhone version of their highly popular desktop application Google Earth. Not only can you roam the virtual Earth viewing satellite imagery but you can also view selected terrains in 3D just by tilting your iPhone. The iPhone OpenGL graphics seems well suited for an intensive application like Google Earth.

The new Google Earth application can be download straight to your iPhone (2G or 3G) via the Apple AppStore for free. You can use this link (opens iTunes if you have it installed).

When you start off the App you will see the 3D Earth from space. To zoom in just double tap or use the well-known iPhone gesture. You can drag the virtual map with finger swipes just as easily as you would on the native Google Maps application. This time however you can rotate the map as you like by twisting two fingers on screen.

Google Earth on Apple iPhone Google Earth on Apple iPhone Google Earth on Apple iPhone Google Earth on Apple iPhone
Visting the virtual Barcelona: notice the info dots from Panoramio and Wikipedia

You can pinpoint your location using either GPS or cell tower triangulation. You can also search places in general or ones near your location. And finally you can always realign your map to point to North by clicking on the compass in the top right corner.

Google Earth on Apple iPhone Google Earth on Apple iPhone Google Earth on Apple iPhone
Looking for a local businesses - Desigual stores • reading an article about a individual store

The nice thing about Google Earth (and what makes it better than Maps) is that it's loaded with information - geotagged photos from Panoramio and text articles from Wikipedia. If there are any of those available for the location you are looking at, you'll see small clickable icons on screen.

Google Earth on Apple iPhone Google Earth on Apple iPhone Google Earth on Apple iPhone
Reading a Wikipedia article and opening a Panoramio image straight from Google Earth

As we already said, using the 3D mode is as easy as it gets. If you use Google Earth with the iPhone parallel to the ground, just lift it up in portrait position and you'll see the virtual horizon and hopefully some 3D terrain (not available at all places).

Google Earth on Apple iPhone Google Earth on Apple iPhone Google Earth on Apple iPhone
Visiting Mount Everest in 2D and 3D • showing Europe in 3D view

Apple Releases New MacBook and MacBook Pro

If you're an Apple MacBook maniac, now you can get new release about newest MacBook from Apple. I've got information about that from :
http://www.techfresh.net/tech-gadgets/apple/
So, let's read the entire story.

Apple Introduces New MacBook Family

Apple has updated its MacBook family notebook with the release of the new 13 inch MacBook and the new 15 inch MacBook Pro. Priced at $1,200 upwards, these new advanced notebooks feature all-metal enclosures that makes it durable, pro-performance notebook graphics, the bright and instant-on LED-backlit displays, and a glass Multi-Touch trackpad. Apple also claims that these new notebooks are their greenest notebooks that meets Energy Star 4.0, EPEAT Gold, and RoHS environmental standards. Apple’s new MacBook and MacBook Pro are powered by NVIDIA GeForce 9400M graphics processor with 256MB of DDR3 SDRAM shared with main memory, a built-in iSight camera, and Mini DisplayPort. Other features include 8x slot-loading SuperDrive (DVD±R DL/DVD±RW/CD-RW), a 160GB or a 250GB 5400-rpm Serial ATA hard disk drive, up to 4GB of 1066MHz DDR3 SDRAM, and a 2.0GHz or 2.4GHz Intel Core 2 Duo processor with 3MB on-chip shared L2 cache running 1:1 with processor speed (1066MHz front side bus). See more pictures in the gallery below to see what it’s like. [Apple via Laptop Notebook News]

Wednesday, October 29, 2008

42 Pakar Pengeboran : semburan lumpur lapindo disebabkan oleh pemboran yg salah

Tadi malam saya mendapatkan forward SMS dari DR. Rudi Rubiandini, peserta acara pertemuan para ahli pemboran dunia di Cape Town. Ternyata setelah diskusi dan presentasi, 42 ahli pemboran internasional dari berbagai
negara menyimpulkan bahwa semburan lumpur lapindo disebabkan oleh pemboran yg salah. Hanya ada 3 ahli yg menyatakan kemungkinan mud volcano. 13 ahli menyatakan penyebabnya campuran, dan 16 ahli blm berpendapat. Yg dimaksud penyebab campuran itu begini: gempa Jogja memang menyebabkan gerakan tanah tapi tdk cukup kuat dideteksi di Porong. Andaikan waktu pemboran Lapindo memasang casing ke kedalaman hingga mendekati Formasi Kujung yg dituju maka gempa Jogja tdk menjadi masalah. Tapi karena tdk pasang casing di kedalaman akhir itu (meski sudah diingatkan Medco sebelumnya) maka retakan sumur dan tekanan dari bawah tdk terlindungi casing dan mencari celah keluar menyamping, tdk melalui sumur BJP 1 sebab sumur eksplorasi itu sudah ditutup, blow out preventer (BOP) ditutup saat terdeteksi masalah (kick di kedalaman 4241 kaki) pada waktu menarik rangkaian bor ke atas setelah terjadinya total loss. Pada mulanya pemboran sd dg 9277 kaki tak ada masalah, lalu
terjadi total loss sehingga rangkaian bor ditarik lalu mata bor juga patah sehingga dipotong dan disemen di bawahnya. Makanya semburannya tdk keluar di mulut sumur. Yg lebih ahli menjelaskan adalah ahli pemboran (kalau saya cuma ahli ngebor isteri). Sebelumnya lapindo membuat siaran pers yg menyatakan ahli geologi internasional menyimpulkan bahwa semburan lumpur karena bencana alam, padahal pertemuan para ahli di London masih belum menyimpulkan apa-apa. Siapa bohong? 

Ditulis oleh : subagyo sh

Saturday, October 18, 2008

Terapi Baru Diabetes Melitus

Terapi Baru Diabetes Melitus

By Republika Contributor
Jumat, 17 Oktober 2008 pukul 14:56:00
 

JAKARTA-- Saat ini ada empat macam jenis Obat Hipoglikemik Oral (OHO) yang dapat membantu terapi penderita diabetes melitus tipe 2. Pertama, obat pemicu sekresi insulin seperti Sulfonylurea dan Glinid, obat penambah sensitifitas insulin seperti Metformin, Tiazolidindion.

Kemudian obat penghambat glukoneogenesis seperti Metformin dan obat penghambat absorpsi glukosa yaitu penghambat Glukosidase alfa.

Namun, terapi pengobatan diabetes meliteus tipe 2 yang telah tersedia dirasa kurang efikasinya. Kondisi itu disebabkan oleh berkembangnya penyakit tersebut. Sehingga dibutuhkan obat yang lebih efektif.

PT. Dexa Medica sebagai perusahaan pemasaran obat, akan meluncurkan obat sebagai terapi diabetes yang lebih efektif, yaitu Vildagliptin pada bulan oktober 2008.

Kepala Marketing dan Sales Sinergi Dexa Medica, Dorothy Maria Dharma menjelaskan, ada alasan kuat mengapa Dexa Medica memasarkan obat hipoglikemik oral yang diproduksi PT. Novartis ini ke seluruh Indonesia.

Dalam perkembangan diabetes melitus, terdapat dua proses patofisiologi primer yang berperan, yaitu berkurangnya respon jaringan tubuh terhadap insulin dan menurunnya fungi pankreas secara berkelanjutan, dimana hal ini disebabkan oleh tidak seimbangnnya pola sekresi insulin dan glukogon.

Pada orang yang sehat, hormon kunci untuk mengontrol glukosa darah adalah glukagon dan insulin, dimana dihasilkan pada sel alfa dan sel beta serta bekerja secara seimbang. Penderita diabetes mengalami kerusakan pada fungsi sel beta pamkreas dan Vildagliptin memperlihatkan kemampuan memperbaiki funsi sel beta.

Vildagliptin adalah 'Dipeptidyl peptidase-4 Inhibitor (DPP-4 Inh) yang berpotensi, selektif dan reversibel. Melalui mekanisme ity, vildagliptin memperpanjang waktu kerja GLP-1 sehingga terjadi peningkatan insulin dan sekaligus menekan sekresi glukagon sehingga terjadi kontrol glukosa darah yang diinginka.

Vildagliptin memperbaiki sensitivitas sel alfa dan beta terhadap glukosa, karena menigkatnya glucose-dependent insulin secretion dan menurunkan sekresi glukagon.

Meskipun obat ini cukup mahal, yaitu Rp 4.700/tablet, namun obat ini memiliki efek Farmakologik yang maksimal. Prof. Dr. Slamet Suyono, SpPD-KEMD, yang menjadi salah satu pembicara pada acara media edukasi diabetes melitus tipe 2 di Jakarta, hari ini (16/10), mengatakan obat ini berfungsi menghemat fungsi sel beta penkreas, memperbaiki fungsi sel beta, merupakan satu-satunya jenis OAD yang juga bekerja terhadap sel alfa, meminimalisir interaksi obat dan efektif terhadap obat pengobatan diabetes yang sudah gagal dengan terapi lain.

Pada kesempatan yang sama Dorothy Maria Dharma menjelaskan rencana launching Vildagliptin. " Tanggal 18 Oktober nanti kami akan launching di enam kota besar secara serempak. Kota-kota tersebut antara lain Jakarta, Bandung, Semarang, Medan dan Palembang," paparnya. (cr1/ri)

http://republika.co.id/launcher/view/mid/19/news_id/8374

Tuesday, October 14, 2008

Krismon Global - AS , dan pergelutan dengan Inflasi di Indonesia

Mari Mengeroyok "Hantu" Inflasi
Oleh Lalu Mara Satria Wangsa

Selasa, 14 Oktober 2008
"Tsunami" finansial yang menghantam Negeri Paman Sam (Amerika Serikat) dan Uni Eropa tidak hanya menyeret harga kertas berharga (saham dan obligasi) di seluruh dunia menukik ke level terendah dalam lima tahun terakhir, tetapi juga berdampak negatif pada harga minyak mentah dunia. Kini harga minyak mentah dunia berada di bawah 90 dolar Amerika Serikat (AS) per barel, jatuh 40% dibanding harga tertinggi yang pernah dicapai pada 11 Juli 2008, yaitu 147,27 dolar per barel.
Melonjaknya harga minyak merupakan pangkal utama terjadinya "tsunami" finansial. Perusahaan-perusahaan minyak raksasa dunia, seperti Exxon dan BP, menghasilkan keuntungan tertinggi dalam sejarah. Di sisi lain, keuntungan tersebut telah menggerus daya beli (buying power) rakyat di seluruh dunia. Inflasi menjadi momok yang menakutkan. Di sinilah pangkal soal dimulai. Bank-bank sentral di seluruh dunia secara berkala menaikkan tingkat suku bunga acuan.
Kenaikan tingkat suku bunga acuan secara langsung membuat non performing loan (NPL) perbankan meningkat. Banyaknya nasabah yang gagal bayar (default), khususnya di sektor properti, mengganggu kesehatan perbankan. Meski pada akhirnya The Fed, selaku bank sentral acuan dunia, sejak Juni 2007 terus memangkas suku bunga acuan secara berkala hingga saat ini sebesar 2%, "tsunami" finansial pun tidak dapat dihindari.
Kini "tsunami" finansial membuat harga minyak mentah dunia cenderung turun. Negara-negara yang tergabung dalam kartel minyak, OPEC, bingung apakah akan memotong tingkat produksi untuk menjaga harga tetap di level 100 dolar AS per barel dengan risiko dapat mendorong keadaan ekonomi dunia lebih buruk, ataukah membiarkan harga terus menukik dengan harapan percepatan pemulihan ekonomi secara global.
Pemerintahan SBY-JK pun menaikkan harga BBM untuk menekan besaran subsidi. Jika pada saat itu pemerintah tidak menaikkan harga BBM ketika harga minyak mentah di pasar internasional melonjak di atas 125 dolar AS per barel, maka beban subsidi BBM yang harus ditanggung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bisa melebihi angka Rp 190 triliun dari seharusnya Rp 126,8 triliun yang sudah dianggarkan.
Jika dibandingkan dengan dana penanggulangan kemiskinan yang disalurkan melalui program pemberdayaan masyarakat yang tersebar di 22 departemen dan lembaga, maka jumlah subsidi yang ditanggung pemerintah luar biasa besarnya. Besaran dana penanggulangan kemiskinan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tahun 2004 dana penanggulangan kemiskinan hanya Rp 18 triliun, lantas meningkat menjadi Rp 23 triliun pada 2005, lalu Rp 42 triliun pada 2006, Rp 51 triliun tahun 2007, dan Rp 82 triliun pada 2008. Karena itu, pilihan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada saat itu adalah pilihan rasional dan tepat.
Kini, dengan menyusutnya pertumbuhan ekonomi global sebagai dampak "tsunami" finansial, diprediksi permintaan minyak mentah dunia juga menurun. Era mata uang euro "membantai" mata uang dolar Amerika pun naga-naganya mulai mengendur. Baik AS maupun Uni Eropa sama-sama mengalami masalah di sektor finansial.
Melemahnya mata uang Amerika sepanjang tahun terhadap mata uang euro juga berkontribusi signifikan atas meningkatnya harga minyak. Para pemain pasar uang ramai-ramai melakukan hedging (lindung nilai) atas nilai asetnya ke minyak agar tidak tergerus oleh inflasi.
Tren penurunan tersebut minimal dapat menghilangkan ketakutan atas "hantu" inflasi. Tanda-tanda itu sudah terlihat ketika sebagai pembuka, bank sentral Australia sudah memulai dengan memangkas suku bunga acuan sebesar 100 basis poin. Bank sentral Amerika, The Fed, sudah memangkas suku bunga acuan (Fed fund rate) menjadi 1,5%. Bank sentral Hong Kong, Bank of England, dan bank sentral Inggris, misalnya, juga mengikuti langkah yang diambil bank sentral Australia. Bank of Japan, salah satu bank sentral yang menjadi acuan pasar uang, juga sudah merilis tidak akan menaikkan suku bunga acuan 0,5%.
Di dalam negeri, pemerintah masih terus bergelut mengendalikan "hantu" inflasi sebagai akibat kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu. Hingga saat ini, inflasi year on year (September 2007-September 2008) mencapai 12,14%. Sedangkan inflasi sepanjang Januari hingga September 2008 mencapai 10,47%. Rasanya sulit untuk mencapai target inflasi sepanjang tahun 2008 sebesar 11,4%.
Jadi, mungkinkah pemerintah memanfaatkan momentum tren penurunan harga minyak dunia dengan mengambil langkah menurunkan harga BBM? Menurunkan harga BBM merupakan salah satu upaya untuk mengendalikan "hantu" inflasi. Jinaknya "hantu" inflasi adalah berkah bagi kita semua, khususnya rakyat menengah ke bawah yang populasinya lebih besar ketimbang kalangan berpunya.
Di satu sisi, tren penurunan harga minyak di pasar internasional dapat dijadikan momentum untuk mengecilkan atau menghanguskan subsidi BBM yang sudah dianggarkan di APBN. Pemerintah dapat mengalihkan anggaran subsidi tersebut untuk program pemberdayaan masyarakat dan program penanggulangan kemiskinan.
Apabila akhirnya pemerintah mengambil keputusan menurunkan harga BBM, maka tekanan inflasi di tiga bulan tersisa akan mengendur. Dengan demikian, kita bisa berharap Bank Indonesia dapat kembali menurunkan BI Rate secara berkelanjutan, yang akhirnya menggairahkan sektor riil. Kini dengan BI Rate sebesar 9,5%, rasanya sulit bagi sektor riil untuk mengembangkan usahanya.
"Tsunami" finansial yang melanda AS dan Uni Eropa harus dijadikan momentum bagi kita semua untuk membantu pemerintah dalam mengendalikan "hantu" inflasi dengan mencintai dan menggunakan produk dalam negeri. Mari kita hidupkan lagi semangat yang pernah diletakkan oleh Pak Harto selaku Ketua Dewan Penasihat Golkar saat menunjuk Pak Ginandjar Kartasasmita sebagai Menteri Muda Pendayagunaan Produk Dalam Negeri. Bukankah salah satu produk Menmud Ginandjar adalah keppres yang mengatur penggunaan dan perlindungan bagi produksi dalam negeri? Sekarang adalah saat yang tepat menjalankan apa yang sudah diretas oleh Pak Harto.
Kinilah saatnya SBY-JK meningkatkan popularitasnya di mata rakyat dengan memutuskan harga BBM turun, seperti yang diinginkan oleh sebagian besar masyarakat menengah dan bawah.***

Lalu Mara Satria Wangsa adalah Staf Khusus Menko Kesra.
Tulisan ini adalah pendapat pribadi
http://www.suarakarya-online.com/news.html?category_name=Opini

Akibat Krisis, Cengkeraman China pada Ekonomi AS Kian Menguat

14/10/08 11:02

Akibat Krisis, Cengkeraman China pada Ekonomi AS Kian Menguat



Washington (ANTARA News) - Krisis finansial AS boleh jadi akan memperkuat cengkeraman China pada perekonomian Amerika, karena Beijing kemungkinan akan banyak membeli sekuritas pemerintah AS dengan memanfaatkan cadangan devisanya yang kian menggelembung, para pakar menyatakan.

China telah menguasai sekuritas AS senilai 1,3 triliun dolar, atau sekitar 70 persen dari 1,8 triliun dolar cadangan devisa mereka, sehingga memicu kekhawatiran di kalangan politisi AS bahwa penguasaan China yang begitu besar akan menjadikan negara itu sebagai ancaman utama bagi AS.

Namun demikian, para pakar menyatakan China tak mempunyai pilihan demi mencegah pengikisan pada nilai asetnya saat ini untuk terus membeli aset dengan dominasi dolar, sekalipun AS menghadapi risiko terperosok ke gejolak ekonomi terburuknya sejak Depresi Besar pada dekade 1930-an.

"Mereka membutuhkan aset yang likuid dan aman, padahal aset yang demikian tak banyak di bagian dunia lainnya," kata Eswar Prasad, mantan Kepala Divisi China pada Dana Moneter Internasional (IMF) kepada AFP.

"Jika China menghentikan pengiriman uangnya ke AS, dolar AS akan mengalami depresiasi dengan cepat dan karena dengan defisit neraca berjalan saat ini, tak ada satu pihak pun bersedia membiayai defisit tersebut, dolar akan merosot dan mengikis nilai modal aset mereka," katanya. 

Ekonomi AS dikelola melalui defisit neraca berjalan yang besar, yang akan memburuk sehubungan Washington menyelamatkan Wall Street dari gejolak saat ini dengan menggelontorkan dana ratusan miliar dolar.

Calon presiden AS, baik Barack Obama maupun John McCain, menjelang pemilihan presiden pada 4 Nopember, telah menyatakan rasa frustrasi mereka atas ketergantungan yang besar AS pada modal China, namun mereka hanya memiliki pilihan yang sedikit. (*)

COPYRIGHT © 2008