Tuesday, August 14, 2007

Sejarah Penyandian melawan PRRI / Permesta

betul
karena itu bahasa daerah di Indonesia harus dipelajari dan dikembangkan :-)
ada cerita , true story ,
pada saat pembrontakan PRRI Permesta tahun 57 an, yang menumpas adalah
pasukan RKPAD (Kopassus)
yang seru , bahwa komandan kompi kopassus (RPKAD) saat itu , men
training orang orang dari seluruh kesatuan di Indonesia yang terpilih
untuk menjadi kopassus, dalam training nya tersebut , sang komandan ,
Letnan Soeweno dan Letnan Dading Kalbuadi
menggunakan bahasa Jawa untuk komunikasi ...
Marahlah itu para serdadu yang misal berasal dari Menado , Ambon , batak
dll....
tapi sang komandan tetap saja pada pendirian nya , kalau mereka tidak
bisa bahasa jawa dalam waktu seminggu , akan dipulangkan ke kesatuannya...

Singkat kata , pasukan inilah yang kemudian diterjunkan membasmi
pembrontakan PRRI Permesta yang di dukung oleh Amerika
melalui supply supply peluruh hingga pesawat. Yang menarik , bahasa yang
mereka gunakan dalam operasi tersebut adalah bahasa jawa
banyumas an (kedua orang komandan tersebut berasal dari banyumas)..
dan singkat nya RPKAD berhasil membasmi PRR Permesta...
Yang menarik , kedua orang itu sudah mengetahui bahwa pasti radio radio
yang mereka gunakan untuk komunikasi bisa disadap oleh
PRRI Permesta yang pada saat itu didukung oleh Amerika.
Mereka gunakan metode yang membuat Amerika tidak bisa mengerti bahasa
yang mereka gunakan ,
PRRI Permesta bisa melakukan penyadapan percakapan antara komando dengan
pasukan di lapangan akan tetapi mereka tidak dapat
mengerti makna pembicaraan tersebut karena bahasa yang digunakan tidak
di mengerti oleh PRRI Permesta tersebut...

Jadi soal sadap menyadap , ya ndak usah takut ...pasti kesadap :-)) ,
tinggal kita mau pakai cara apa utk counter sadap menyadap tadi ??? :)
ada banyak cara ....sejarah membuktikan hal itu di Nusantara ...


-bsd-
From : Basuki Suhardiman

Revolusi telah tiba, Bung!

Kawan-kawan sejawat di profesi IT,
marilah kita rapatkan barisan , bersatu padu ,
bahu membahu untuk mendukung proses perubahan ini.

Revolusi telah digulirkan,
dengan didukung penuh oleh rekan2 di
Kepolisian Negara Republik Indonesia,
dengan tindakan2 tegasnya ,
sampai ke pelosok-pelosok daerah.
Mari semua komponen perjuangan,
para aktivis komunitas Linux di manapun tempatnya.

Siapkan semua CD, DVD , Distro Linux apapun,
kita bantu instansi2 untuk mendukung
masa-masa perubahan ini,
dengan demikian kita bisa selamatkan aset2
bangsa dari tangan dan antek liberalis-imperialis.

Gerakan kita ini juga didukung legiun2 asing,
seperti SUN, IBM, dan organisasi nirlaba (SourceForge),
juga tokoh2 seperti Stallman, Trovalds, dll.
untuk mendukung proses percepatan
revolusi ini.

Bangun Bung! Masa revolusi telah tiba,
era baru telah terbuka.

Merdeka !!!!

--
Salam Revolusi IT Indonesia !!!!
*mantheng tapi ojo methentheng*

Alpha Bagus Sunggono

Thursday, August 9, 2007

Ikut Berduka Cita atas ditahannya rekan kami Bimo

Hari ini saya mendapat kabar,
tentang rekan kami dari ex. PCC (Polytechnic Computer Club)
ukmpcc polines Semarang,

telah ditahan pihak yang berwajib,
akibat melakukan tindakan ilegal,
yaitu menginstall windows bajakan.

Rekan kami dijebak oleh
intel kepolisian, yang berpura-pura
meminta diinstall kan windows bajakan.
Setelah disanggupi,
akhirnya rekan kami ditangkap
dengan cukup tragis.

Saya mungkin belum sempat mewanti2
rekan saya ini. Padahal dulu,
sejak 4 tahunan yg lalu, bbrp teman terdekat
saya , selalu saya larang untuk
menginstall windows bajakan,
atas permintaan orang lain (pelanggan).

Yahhh .. mari kita gunakan software legal,
semisal Ubuntu (bila memang biaya utk pembelian
license tidak mencukupi.

Saturday, August 4, 2007

News From Orari seputar Sweeping

Subject: [ASWAGI] News From Orari seputar Sweeping

News from orari

Fenomena Operasi HAKI , ditujukan khusunya untuk
wilayah POLWIL PATI , yang satu bulan kedepan lagi
gencar-gencarnya operadi HAKI oleh POLWIL PATI
"Mohon dicermati tiulisan berikut "
Pihak POLRI TIDAK BERHAK Untuk mengambil komputer dari
TKP kecuali TERBUKTI TERLIBAT dalam tindakan kriminal
(praduga Tak bersalah) Misalnya dipergunakan untuk
membuat CD/DVD bajakan itu sendiri, menjual software
bajakan, mempubilkasikan secara umum (bersifat
komersial) seperti isilagu/ringtone MP3, toko menjual
barang ilegal (hard ware curian), credit card fraud,
dll.

Proses PEMBUKTIAN KETERLIBATAN seseorang dalam
tindakan kriminal yang menggunakan komputer
membutuhkan waktu yang lama, termasuk melakukan
pengintaian. Jadi, apabila ada POLISI yang berani
masuk ke dalam warnet dan menyatakan harus menyita
semua komputer yang ada berarti mereka adalah OKNUM
yang tidak bertanggungjawab.
Semua ada proses/prosedurnya
Mengenai pemakaian windows original, pernyataan di
bawah ini diperoleh langsung dari pihak Microsoft
Indonesia dan juga melalui perwakilannya, yaitu
Magenta Sebagai tempat pendaftaran MSRA.
Pertama
Akan ada perwakilan dari pihak yang merasa
berkepentingan (misalnya Microsoft) yang lebih dikenal
dengan sebutan SURVEYOR datang melakukan SURVEY, BUKAN
RAZIA/PENYITAAN! !!. Mereka wajib Menunjukkan surat
perintah kerja (SPK) yang berisikan detail apa saja
yang harus mereka kerjakan. User BERHAK melakukan
konfirmasi dengan cara menelphone pihak microsoft
Indonesia atau Magenta tentang keberadaan surveyor di
lapangan tersebut.

Kedua,
Apabila surveyor mendapatkan penggunaan software
bajakan, maka surveyor tersebut BERHAK meminta surat
pernyataan dari user yang WAJIB diisi data sesuai
dengan keadaan dilapangan oleh user.

Ketiga,
Pihak Microsoft/ MAgenta akan mengirim surat penawaran
untuk menyelesaikan tindakan pelanggaran oleh user.
Setelah user mengkonfirmasi tindakan yang telah
diambil apakah memutuskan untuk menggunakan Windows
original atau beralih ke solusi freeware seperti
LINUX, pihak Microsoft/Magenta akan mengirimkan
kembali seorang surveyor memastikan kebenaran di
lapangan.

Keempat,
Apabila user tidak merespon penawaran dan atau setelah
surveyor mendatangi kembali masih mendapatkan
pelanggaran, maka pihak microsoft/Magenta akan
mengirimkan surat peringatan.

Kelima,
Apabila user tidak merespone surat peringatan, maka
piak microsoft / magenta akan memeperkarakan secara
hukum dan menyerahkannya ke pihak POLRI.
Selanjutnya sepoerti proses hukum yang berlaku, POLRI
akan mengirimkan surat panggilan pertama, kedua,ketiga
dan apabila tidak direspon baru akan dilakukan
penyitaan dan penyegelan tempat usaha.

Catatan
Diluar proses/prosedur di atas, User BERHAK
mempertahankan kepemilikannya atas harta benda yang
dibeli secara legal dan sebagai pembeli dapat
memposisikan dirinya sebagai KORBAN. Tidak bisa suatu
merek meperkarakan merek lain, misalnya microsoft
memeperkarakan Biling Explorer bajakan. hal tersebut
merupakan etika merek dagang terdaftar (registered
trade mark) internasional.

Informasi ini dapat diperoleh melalui webside
Microsoft atau apabila kita mencoba mengaktifasi/
update windows bajakan.

Friday, August 3, 2007

Jawa Tengah Banyak Korban Sweeping Kebablasan

Dari : Heru Setiawan
----------------

Dear All,

Turut prihatin atas banyaknya korban dari Sweeping ngawur di Jawa Tengah,
khusus Semarang nih Kota saya.

Polisi datang ke warnet, game centre, toko computer, bahkan menurut kabar,
konon di salatiga sampe gedor kos-kosan untuk razia HAKI.

Yang kasihan, di toko computer begitu semua sudah original, yang ditanyakan
SIUP, TDP dan berkas perusahaan sampai ijin HO, dan yang lebih membuat
gundah, konon ada berita polisi Tanya ijin perakitan computer untuk toko
computer yang tidak hanya jual computer merk branded.

Kasihan, sedih, iklim usaha jadi semakin berat.
Banyak toko computer di Semarang bukan Cuma tutup, tapi sampai papan nama
pun di turunkan, untuk menghindari polisi.
Akhirnya usaha pun gak bisa, pendapatan gak ada, pengangguran bertambah,
kriminalitas meningkat, kerjaan lagi buat polisi....

Muter... dari polisi ke polisi lagi...

Semoga semua sadar... ya yang pakai software ya pakai yang original atau
pakai yang open source kalau memang tidak mampu.
Lha Polisi itu kalau memang sudah original, mbok ya gak usah nyari-nyari
salahnya sampe ke dalam-dalam...
Karena prinsipnya manusia kan tempatnya salah dan dosa....

Sampai hari ini, teman pemilik warnet di semarang ini ada yang masih di
dalam sel, Cuma karena sebetulnya dia punya windows asli, tapi kesalahannya
sama dia gak di install di komputer warnetnya, karena sayang-sayang.

Semoga Indonesia tetap bisa maju dan terus maju... apapun kondisi halangan
dan rintangan yang di hadapi...

Merdeka... Merdeka... Merdeka...

Selamat Ulang Tahun yang ke 62 INDONESIA Tercinta.....
(17 Agustus 1945 -17 Agustus 2007)
Semoga namamu tetap berkobar di hati seluruh rakyatmu.....


Best Regards,

Heru Setiawan

Thursday, August 2, 2007

Indonesia akan melampaui kekuatan ekonomi negara adidaya G-7 ?

*Goldman Sach tentang Indonesia *

*Cyrillus Harinowo*

Goldman Sach adalah salah satu bank investasi terbesar di dunia. Karena itu,
apa yang dikatakan lembaga itu tentu disertai dasar yang jelas dan selalu
mendapat perhatian dari khalayak.

Pada tahun 2003 lembaga itu mengeluarkan makalah berjudul Dreaming with the
BRICs. BRIC adalah singkatan dari Brasil, Rusia, India, dan China.

Seperti judulnya, makalah itu memproyeksikan empat negara itu akan menjadi
pesaing potensial negara maju yang tergabung dalam kelompok G-7. Makalah itu
memperoleh perhatian besar dari berbagai khalayak sehingga menjadi penentu
penting bagi mengalirnya investasi asing menuju empat negara itu.

Belakangan, mimpi keempat negara BRICs itu menjadi ulasan penting berbagai
majalah bergengsi. Laporan khusus majalah Economist (September 2006),
"Surprise", merupakan kekaguman majalah itu akan pesatnya perkembangan
negara berkembang, terutama kelompok BRICs.

Pada akhir 2005, Goldman Sach kembali melahirkan makalah dengan
memperkenalkan istilah baru, yaitu negara-negara yang tergabung dalam N-11
(Next Eleven), yaitu kumpulan negara dengan jumlah penduduk besar di dunia
dan berpotensi besar di belakang BRICs.

Kelompok N-11 ini ialah Banglades, Mesir, Indonesia, Iran, Korea, Meksiko,
Nigeria, Pakistan, Filipina, Turki, dan Vietnam. Kelompok itu memang
mendapat perhatian dari berbagai khalayak. Bahkan Pricewaterhousecoopers,
sebuah kantor akuntan terbesar di dunia, melalui Chief Economist-nya di
London, membuat prediksi berjudul The World in 2050 pada Maret 2006.

Makalah itu secara khusus menyoroti kelompok khusus yang disebut E-7, The
Emerging Seven, yaitu negara berkembang kelompok tujuh, terdiri dari China,
India, Brasil, Rusia, yang termasuk BRICs, ditambah Indonesia, Meksiko, dan
Turki yang kebetulan termasuk kelompok N-11. Kelompok E-7 ini diprediksikan
akan melampaui kekuatan ekonomi negara-negara adidaya yang tergabung dalam
G-7 pada tahun 2050. Namun, yang menarik adalah adanya hampir kesamaan kedua
makalah itu mengenai Indonesia.

*Kekuatan nomor tujuh*

Mungkin Goldman Sach agak "menyesal", mengapa tidak memasukkan Indonesia
dalam kelompok BRICs.

Dalam tulisan terbaru "N-11: More Than an Acronym", (Global Economics Paper
No 153, Maret 28, 2007), Goldman Sach membuat suatu prediksi perekonomian
global pada tahun 2050. Dalam makalah itu Indonesia diprediksi akan menjadi
kekuatan nomor tujuh di dunia setelah China, AS, India, Brasil, Meksiko, dan
Rusia.

Prediksi mirip makalah The World in 2050 yang disiapkan
Pricewaterhousecoopers, yang menempatkan Indonesia pada kekuatan nomor enam
setelah AS, China, India, Jepang, dan Brasil. Dari kedua tulisan itu menarik
disimak bahwa urutan enam besar perekonomian dunia bisa berbeda, tetapi
urutan Indonesia keenam atau ketujuh relatif tidak banyak berbeda.

*Prediksi tentang Indonesia*

Pada tahun 2025, Goldman Sach memprediksi perekonomian Indonesia akan
sebesar di antara Kanada dan Turki. Dalam hal ini, PDB Indonesia akan
menempati urutan ke-14, Kanada berada di atasnya urutan ke-13. Dua puluh
lima tahun kemudian, Indonesia diprediksi menjadi kekuatan ketujuh
perekonomian dunia, melampaui Jepang, Inggris, Jerman, Nigeria, Perancis,
Korea, dan Turki. Apakah prediksi itu memiliki alasan kuat?

Yang jelas, sudah ada dua lembaga amat terhormat di dunia yang membuat
prediksi seperti itu. Karena itu, merupakan suatu hal yang menarik untuk
melihat data yang digunakan Goldman Sach dan prediksi jangka pendek mereka.

Goldman Sach menggunakan tahun 2006 sebagai tahun dasar. Seberapa akurat
data yang digunakan dibandingkan dengan data resmi yang dipublikasikan?
Sebagai catatan, Goldman Sach juga menggunakan data ofisial, meski untuk
tahun 2006 masih menggunakan angka prediksi.

Ternyata data tahun 2006 yang kita miliki menunjukkan perkembangan yang
lebih cepat dibandingkan dengan data Goldman Sach. Total PDB, misalnya,
mencapai angka sekitar 366 miliar dollar AS dibandingkan dengan prediksi
Goldman Sach sebesar 350 miliar dollar AS. Dengan angka lebih tinggi itu,
pendapatan per kapita penduduk Indonesia mencapai 1.663 dollar AS tahun
2006, sedangkan menurut data Goldman Sach sebesar 1.508 dollar AS. Selain
angka PDB, perbedaan angka pendapatan per kapita juga disebabkan jumlah
penduduk yang menurut Goldman Sach sebesar 232 juta penduduk, lebih besar
daripada angka sebenarnya.

Dengan perbedaan angka dasar itu, bisa dimengerti jika prediksi PDB
Indonesia pada tahun 2010 akan mencapai 419 miliar dollar AS, sementara
prediksi yang saya buat cukup konservatif pun menghasilkan angka sekitar 550
miliar dollar AS. Dengan prediksi semacam itu, bisa dimengerti mengapa
prediksi Goldman Sach tentang Indonesia menjadi sedikit lebih rendah
dibandingkan dengan prediksi yang dilakukan Pricewaterhousecooper.

*Makin menemukan bentuk*

Bagi yang skeptis, prediksi ini bisa dianggap membuang-buang waktu. Meskipun
demikian, mengingat nama besar kedua institusi itu, rasanya kita perlu
melihat secara lebih jernih apa yang mereka lakukan dengan apa yang sudah
terjadi beberapa tahun terakhir ini.

Tampaknya, apa yang dimunculkan kedua institusi itu kian menemukan bentuknya
dalam "The World in 2007" (Economist edisi Desember 2006). Dalam edisi itu
disebutkan ada 66 negara yang memiliki perekonomian terbesar di dunia,
dengan data cukup rinci. Dalam daftar itu, Indonesia ada pada urutan ke-21
dengan menggunakan nilai tukar pasar (market exchange rate, bukan dengan PPP
rate). Dibandingkan dengan data 2004, Indonesia masih di urutan ke-25-26
bersama Arab Saudi.

Dalam artikel itu disebutkan, PDB Arab Saudi tetap di urutan ke-26 meski
terjadi kenaikan amat tinggi harga minyak bumi. Indonesia dalam tiga tahun
telah dan akan melampaui Austria, Norwegia, Turki, dan Polandia. Tahun ini
saya prediksi PDB Indonesia akan mencapai sekitar 410 miliar dollar AS. Ini
bisa membawa Indonesia pada urutan ke-20, melampaui Taiwan.

Pada tahun 2010, seperti dikemukakan sebelumnya, Indonesia akan melampaui
Swiss, Swedia, dan Belgia, dengan total PDB sekitar 550 miliar dollar AS.
Jika ini terjadi, posisi ke-14 sebagaimana prediksi Goldman Sach tahun 2025,
bukan tidak mungkin akan terlampaui bahkan sebelum akhir tahun 2020.

Semoga mimpi ini akan membawa kemakmuran lebih besar bagi penduduk Indonesia
tanpa terkecuali.

Cyrillus Harinowo *Ketua STIE dan STIMIK Perbanas
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0708/01/opini/3731974.htm

Pengkhianatan terhadap amanat dalam konstitusi negara Republik Indonesia ?

Jika Disahkan, RUU BHP Akan Berdampak Luas terhadap Upaya Penyiapan SDM

http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0708/02/humaniora/3734462.htm
============================

Jakarta, Kompas - Masyarakat harus berani menolak kebijakan pendidikan
nasional yang mengarah pada liberalisasi atau privatisasi pendidikan.
Kebijakan ini menyebabkan masyarakat menanggung biaya pendidikan yang
tidak terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.

Pernyataan ini muncul dalam kajian mengenai dampak jika disahkannya
Rancangan Undang- Undang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP), Rabu (1/8)
di Jakarta. Acara ini digagas sejumlah lembaga masyarakat peduli
pendidikan yang tergabung dalam Koalisi Tolak RUU BHP.

"Kebijakan pendidikan nasional yang melegalkan pemerintah lepas tangan
dalam pembiayaan pendidikan merupakan pengkhianatan terhadap amanat
dalam konstitusi negara Republik Indonesia," demikian antara lain isi
pernyataan mereka.

Hadir sebagai pembicara antara lain tokoh pendidikan HAR Tilaar,
Darmaningtyas selaku pengurus Majelis Luhur Perguruan Tamansiswa, dan
Lody Paat dalam kapasitasnya sebagai Koordinator Koalisi Pendidikan.

HAR Tilaar prihatin terhadap pemerintahan saat ini yang memiliki
pandangan terbatas tentang pendidikan nasional. Hal ini terlihat dari
berbagai kebijakan pendidikan yang tidak lagi mengarah pada pencapaian
tujuan pendidikan nasional untuk pencerdasan bangsa yang menjangkau
semua warga negara Indonesia, seperti yang diamanatkan pendiri bangsa
dalam UUD 1945.

"Kebijakan yang ada sekarang ini tidak dipikirkan konsekuensinya ke
depan. BHP hanya menjadikan pendidikan sebagai komoditas. Dengan
pemikiran pemerintah yang seperti ini, masyarakat miskinlah yang
pertama menjadi korban," ujar Tilaar.

Menurut guru besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini, BHP
meminimalkan campur tangan pemerintah dalam pendidikan. Dalam kondisi
bangsa Indonesia yang masih miskin dan indeks pembangunan manusia yang
masih memprihatinkan, pemerintah telah berani mempertaruhkan upaya
pencerdasan bangsa yang diamanatkan konstitusi dengan menjadikan BHP
sebagai pegangan untuk memajukan pendidikan.

"Dalam waktu 20-30 tahun ke depan, mungkin BHP baru tepat dilakukan.
Di Amerika Serikat dan Eropa sekalipun, pemerintah tidak pernah lepas
tangan dalam pendanaan pendidikan. Indonesia yang masih miskin kok,
ya, sudah sombong mau melepaskan pendidikan kepada mekanisme pasar
lewat BHP," ujar Tilaar.

Omong kosong

Darmaningtyas mengatakan, dengan kebijakan pendidikan seperti
sekarang, pemerintah bisa dikatakan hanya omong kosong terhadap upaya
menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif. Pasalnya, warga
negara yang mampu mengecap bangku kuliah sejak 1998 tidak naik, tetapi
cenderung turun di kisaran 12-13 persen dari jumlah penduduk usia
19-24 tahun.

"Masyarakat Indonesia masih butuh banyak dukungan untuk bisa menuju
pendidikan tinggi. Persoalan pendidikan dasar saja masih butuh
perhatian serius. Tetapi, kebijakan pendidikan sekarang justru semakin
membuat akses masyarakat menikmati pendidikan kian terbatas karena
mahal," kata Darmaningtyas.

Lody Paat menyatakan, negara punya tanggung jawab dalam pendidikan.
"Penyusunan RUU BHP merupakan upaya untuk melegalkan pemerintah
melepaskan tanggung jawab terhadap pendidikan saja," ujarnya. (ELN)