Friday, June 15, 2007

Vika Cikita, Putri Tukang Parkir yang Meraih Nilai UN Terbaik

Vika Cikita, Putri Tukang Parkir yang Meraih Nilai UN Terbaik
se-Sumbar

Jum'at, 15-Juni-2007, 10:11:43
Telah dibaca sebanyak 175 kali

Kerap Jalan Kaki dari Jati Rumah Gadang ke Sekolah. Kemiskinan sangat
dekat dengan kebodohan. Tapi hal itu tak berlaku pada Vika Cikita,
siswa SMA 1 Padang, yang ternyata anak seorang tukang parkir di kota
ini. Vika mampu membuka mata siapapun, bahwa kemiskinan keluarganya
bukan halangan baginya menggapai nilai fantastis di sekolah. Vika
berhasil meraih nilai ujian nasional (UN) terbaik se-Sumbar.

Sebuah rumah kayu dan berlantai kayu di Jati Rumah Gadang No VII
Kelurahan Jati Kecamatan Padang Timur, ternyata menyimpan mutiara.
Jika berkunjung ke kediaman Ridwan dan Indrawati—orangtua Vika—memang
cukup sulit menemukannya. Maklum, kita harus berjalan kaki ke lokasi
yang disebut warga sekitar Jati Rumah Gadang itu. Rumah itu ditempeli
stiker keluarga miskin. Tak ada ruang tamu. Hanya sebuah beranda
dilengkapi tiga sofa usang. Jika anda tamu, di sofa usang itulah anda
bisa melepas kepenatan. Ridwan dan Indrawati akan menyambut dengan
senyuman. Tulus. Disusul kemudian Vika keluar dari kamar.

Di sinilah, Vika Cikita, 17 tahun, anak pertama Ridwan, tinggal dan
belajar setiap hari. Vika menceritakan hampir setiap hari dia ke
sekolah berjalan kaki. Jika ada ongkos dari bapaknya yang menjadi
tukang parkir di kawasan Bioskop Raya Teather Padang, Vika terkadang
tetap jalan kaki. Rute Vika jalan kaki ke sekolahnya di SMAN 1 Padang
melalui jalan kecil tembus ke Universitas Dharma Andalas di Jalan
Perintis Kemerdekaan, lanjut ke Jalan Sudirman melalui belakang rumah
Gubernur, dan langsung menuju ke SMAN 1. Ukuran waktunya lebih kurang
45 menit, bahkan satu jam perjalanan.

Walaupun berasal dari keluarga yang tak mampu, dari kecil Vika sudah
terlihat cerdas. Itu berkat air susu ibunya. Sang ibu juga tak
menyangka. Karena menurut Indrawati sejak kecil Vika makannya
tidaklah yang mewah-mewah. Terpenting bernilai gizi, seperti tempe,
tahu, telur, dan sayuran. Vika Cikita pun bukan tipe manja dan mudah
berpatah arang. Cita-cita digengamnya kuat penuh semangat. Inilah
pemicunya. Vika selalu berhasil membuktikan hal itu sejak SD dan SMP.
Bahwa ia harus mampu membuat bahagia orangtuanya, walaupun tanpa
merengek-rengek ikut les, seperti kebanyakan anak-anak berada.

“Bagaimana mau les, ke sekolah saja Vika berjalan kaki karena tidak
ada ongkos. Walaupun begitu Vika tetap harus sekolah, karena dengan
pendidikan itulah kita dapat mengangkat derajat kita,” ujar peraih
peringkat pertama nilai UN tingkat Sumatera Barat ini kepada Padang
Ekspres, sembari meletakkan segelas air putih.Kamu tentu sangat
bahagia?

“Iya, Vika langsung sujud syukur pada Allah SWT saat mendengar
pengumuman itu.Jujur, Vika tidak menyangka kalau Vika meraih
peringkat satu UN. Karena, yang terpenting bagi Vika bagaimana Vika
bisa lulus dengan nilai yang baik,” ujar Vika yang lantas membenahi
jilbabnya.Yang membuat Vika was-was saat ini adalah apakah ia lulus
dalam SPMB atau tidak nantinya dan biaya kuliahnya, walaupun begitu
Vika sangat berharap ia dapat kuliah. Hal inilah yang menyebabkan
orangtuanya mati-matian mengumpulkan uang agar ia bisa ikut bimbel
SPMB.

Sederhana: Vika Cikita (kanan) bersama Ny Indrawati di rumahnya yang
sederhana. Wali Kota Padang Fauzi Bahar (Insert) menyanggupi untuk
memberi beasiswa bagi Vika hingga tamat.

“Hanya untuk mencari uang Rp250 ribu untuk bimbel SPMB, ayah Vika
benar-benar harus banting tulang mencari uang. Makanya Vika
benar-benar serius agar lulus, doakan ya, Kak,” tuturnya. Ketika
masih kecil, Vika bercita-cita menjadi dokter karena ia ingin
membantu orantuanya yang tak mampu. Ayah Vika berpropesi sebagai
tukang parkir sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga.Tetapi setelah
masuk ke bangku SMA, Vika mulai menyadari keadaannya. Keinginannya
untuk masuk Fakultas Kedokteran terasa jauh dari dirinya. “Darimana
uangnya, Kak, untuk biaya sekolah ini saja Vika dibantu oleh
sekolah,. Jadi, tidak mungkin rasanya jika Vika mengikuti keinginan
Vika.

Lalu Vika dianjurkan guru di sekolah untuk berkuliah di UNP dengan
harapan agar Vika langsung menjadi guru.Makanya ketika ada program
Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) Vika lalu memilih jurusan
Fisika UNP.Tetapi sayang Vika tidak lulus di sana padahal untuk beli
formulir PMDK saja Vika dibantu guru-guru,” keluhnya dengan mata
berkaca-kaca.Ketika ditanya ke depan ia ingin memilih jurusan apa
jika hendak kuliah Vika menjawabnya dengan bingung, bukan karena tak
tahu jawabannya tetapi karena ia takut biayanya akan memberatkan
orangtuanya.”Yang terpenting Vika ingin cari jurusan yang kuliahnya
sebentar dan biayanya murah,” tukasnya.

Pergaulan Vika di Sekolah

Guru-guru di sekolah Vika mengaku, perilaku Vika sama sekali tak
berbeda dari anak-anak lain. “Tidak ada minder sedikit pun berteman
walau kadang ia tak jajan, tak terlihat ia mengeluh pada siapapun.
Teman-temannya pun tak melihat sebelah mata pada Vika, mereka malah
membantu Vika jika terlihat Vika belum makan atau jika ada
acara-acara sekolah, tak segan-segan temannya membantu,” ujar Wakil
Kepala Bidang Kesiswaan, Drs.Ramadansyah.

Alumni SMP 5 Padang ini memang sangat rendah hati sekali, walau
banyak media yang ingin mewawancarainya.Ia tetap mengatakan bahwa ia
takut dibilang terlalu diekspos karena ia belum apa-apa dibanding
teman-teman lainnya. Bahkan, ia sangat menghargai teman-temannya yang
selama ini membantunya. “Teman-teman Vika sering membantu Vika, jika
Vika tidak ada uang jajan. Makanya, Vika tak ingin mengecewakan
teman-teman,” tutur Vika. Saat mengetahui keberhasilan Vika, orangtua
Vika senang tetapi tak terlalu kaget karena memang dari kecilnya Vika
termasuk anak yang cerdas dan kreatif.

“Ketika kecil, Vika sering diundang menyanyi di pesta pernikahan atau
acara-acara kelurahan. Dandanannya pun tak kalah dibanding
penyanyi-penyanyi cilik lainnya.Tetapi, hobi Vika ini terhenti saat
ia mulai SMP mungkin karena ia tahu keadaannya,” tutur ibu Vika,
Indrawati (41).Ibu Vika sangat berharap agar ada pihak nantinya yang
membantu biaya sekolah Vika. “Jujur, saya tak mampu membiayai kuliah
Vika nantinya. Tapi, saya tak pernah mematikan harapan dan keinginan
anak saya.Mudah-mudahan ada jalannya,” tutur Indrawati.

Wako Ulurkan Kasih

Saat berita ini ditulis, Padang Ekspres mendapat telepon dari Wali
Kota Padang, Drs. Fauzi Bahar, M.Si. Subhanaullah, ternyata kabar
luar biasa datang dari orang nomor satu di Kota Padang itu, Fauzi
Bahar menyanggupi untuk membiayai kuliah Vika hingga ia tamat.
“Dimanapun Vika nantinya kuliah, saya akan membiayainya hingga ia
menamatkan kuliahnya. Silahkan Vika ingin kuliah di mana,” tegas
Fauzi. (***)

-----
From :http://www.padangekspres.co.id/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=557

Thursday, June 14, 2007

Panen Password di Warnet

---------- Forwarded message ----------
From: kenz
Date: 14 Jun 2007 17:03
Subject: [jasakom-perjuangan] Re: [ask] Help!! Situs saya dideface rekan kita.
To: jasakom-perjuangan@yahoogroups.com

-----------------------------
Dugaan saya, (bukan Suudzon), saya pernah memakai cPanel di salah satu
wnet di Yogya. Juga pernah menggunakan FTP client di wnet tersebut.
Apakah mungkin ada keylogger di wnet tersebut ya??
-----------------------------

hmm.. warnet Jogja.. saya jadi ingat 7 tahun yang lalu ketika baru
belajar membuat web site seperti Anda. Aktivitas ke server biasa saya
lakukan dari warnet ke warnet di Jogjakarta. Yea.. bisa ditebak, suatu
kali web saya dideface, saya sibuk mencari kelemahan situs saya, tapi
tak menemukannya kemudian saya kembali ke warnet tersebut, dan saya
masih menemukan jejak-jejak saya di ie, ya ternyata secara tidak
sengaja saya memanfaatkan fasilitas save password di browser.

suatu kelalaian yang fatal, untungnya sekarang sudah ada aplikasi
portable sehingga browser bisa dilakukan di USB kita sendiri.

tapi tetap saja, saya masih menemukan warnet-warnet di yogya yang
menggunakan keylogger, belum lagi dengan program sniffer jaringan yang
bisa menangkap paket kita.

suatu pelajaran yang berharga buat saya untuk berhati-hati melakukan
aktivitas admin situs ataupun cpanel di warnet ataupun di tempat umum
(hotspot).

Jika terpaksa gunakan portable browser, periksa keylogger, dan gunakan
htpps:// meskipun usaha ini hanya untuk meminimalisir saja.
paling aman ya gunakan komputer sendiri, dan gunakan akses dari
rumah/kantor kita sendiri (meski inipun tidak terjamin keamanannya
juga :D)

menurut saya, kasus mas johanes itu lebih pada pencurian password
cpanel bukan memanfaatkan script jomlaa untuk melakukan reset cpanel,
karena sistemnya berbeda (sepengetahuan saya loh ya, mungkin yang
lebih expert lebih tahu)

*di warnet jogja, saya sering panen password di IE ataupun
browser-browser yang memiliki fasilitas autosave password :D
hati-hati ya...

kenz

Wednesday, June 13, 2007

BUMN dan Gejolak Minyak Goreng

Rabu, 13 Juni 2007

BURAS




Gejolak Minyak Goreng!



H.Bambang Eka Wijaya:

"SETELAH fluktuasi harga beras dan gula, ditingkah minyak tanah yang hilang-hilang timbul, kini giliran minyak goreng membuat gara-gara!" ujar Umar. "Dari harga normal di kisaran Rp5.300--Rp5.550 per kg, pekan ini minyak goreng tembus Rp10 ribu per kg!"

"Itu terjadi karena menjurus langkanya bahan baku minyak goreng di pasar dalam negeri, akibat harga crude palm oil (CPO) di pasar internasional mencapai 700 dolar AS per ton!" sambut Amir. "Akibatnya, para produsen CPO--minyak sawit--mengutamakan ekspor dan pabrikan minyak goreng dalam negeri sulit mendapatkan bahan baku! Pengaruh harga pasar internasional itu tak bisa diatasi pemerintah kita, sehingga Kantor Menko Perekonomian menyatakan keseimbangan baru harga minyak goreng dalam negeri di hari terakhir ini berada pada kisaran Rp6.800--Rp7.000 per kg!"

"Dari perkembangan di pasar internasional sebenarnya kenaikan minyak goreng dari harga terendah semula Rp5.300 menjadi Rp6.800 atau Rp1.500 per kg!" timpal Umar. "Tapi akibat bahan baku di pasar lokal menjurus langka, mekanisme pasar tidak berjalan normal dan terjadi shock hingga harga tembus Rp10 ribu per kg! Di situ terlihat, peran regulator dalam mengelola supply bahan baku dan distribusi komoditas di pasar yang cenderung lemah, sehingga pasar lepas kendali!"

"Dengan dalih negeri kita mengikuti program liberalisasi pasar, pemerintah bisa mengelak tak lagi mencampuri mekanisme pasar!" tukas Amir. "Dalih itu boleh-boleh saja! Tapi kenyataannya, 70 persen produk CPO nasional dikuasai BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang secara praktis di bawah kendali pemerintah! Jadi, kalau sejak awal regulasi berjalan baik, harga minyak goreng tetap bisa terkendali pada harga keseimbangan baru, Rp6.800 per kg--seperti harga operasi pasar hari terakhir di Jawa--tak tembus Rp10 ribu per kg!"

"Dari gejolak harga berbagai kebutuhan pokok--beras, gula, minyak tanah, dan minyak goreng--selalu terlihat kelemahan pada faktor regulasi yang bertanggung jawab menjaga stabilitas ekonomi!" timpal Umar. "Maka itu, cukup menyentak orang dewasa, ketika rombongan murid taman kanak-kanak (TK) berkunjung ke Istana Wakil Presiden hari Selasa kemarin, seorang bocah TK menanya Wakil Presiden kenapa harga minyak goreng naik! Apa pun jawaban Wakil Presiden bisa tinggal menjadi klise karena anak kecil pun tahu masalah ini tak bisa dilepaskan dari tanggung jawab pemerintah--dengan dalih liberalisasi pasar secanggih apa pun!"

"Tanggung jawab pemerintah itu terletak pada kewajibannya menjamin tersedianya secara cukup kebutuhan pokok bagi seluruh rakyat negeri ini dengan harga dan tempat pembelian yang terjangkau!" tegas Amir. "Untuk itu, faktor supply dan distribusi tak boleh lepas dari kontrol pemerintah! Ketika gejolak harga kebutuhan pokok rakyat terjadi akibat supply dan distribusi lepas dari kendali pemerintah, maka labilitas perekonomian nasional itu jelas semata akibat kelalaian atau ketakmampuan pemerintah menjalankan kewajibannya!" ***

From : http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2007061300535116

Tuesday, June 12, 2007

Surabaya: Pelacur anak laris manis

Senin, 11/06/2007 10:12 WIB
Menguak Erotisme Dolly(2)
PSK Anak Laris Manis
Steven Lenakoly - DetikSurabaya

Surabaya - Jam di tangan menunjukkan pukul 22.00
malam. Langit Surabaya tampak cerah tak berawan,
secerah riuhnya suasana Dolly. Saat itu tidak ada yang
berbeda dengan malam sebelumnya di lokalisasi ini.

"Bang SMS siapa ini bang..kok pakai sayang-sayang"
sayup terdengar samar dari sebuah kafe karaoke yang
berada di tengah lokalisasi Dolly.

Makin mendekat makin menguat lagu itu. "Selamat malam
mas, silakan masuk," ucap seorang pelayan yang duduk
di bangku putih tanpa sandaran di depan kafe tersebut.

Telinga terasa ingin pecah ketika masuk dalam ruangan
yang di depannya ditampilkan big screen atau televisi
layar besar dan menampilkan video lagu yang
dipopulerkan Trio Macan itu.

Di tempat itu juga terdapat panggung seukuran 3 meter
kali 5 meter, lengkap dengan peralatan bandnya. Ada
gitar, bongo, drum dan bass serta keyboard.

Di sekitarnya juga terdapat ruangan gelap itu yang ada
7 baris sofa warna biru berkapasitas 2 orang yang
ditata secara vertikal. Ada dua sisi, kiri dan kanan.
Setiap sisi ada dua sofa kecil yang di depannya
terdapat 2 meja seukuran sofa.

detiksurabaya.com memilih tempat duduk di 2 baris dari
belakang. Tak lama berselang setelah duduk, datang
seorang pelayan mengenakan pakaian warna coklat dengan
motif batik.

Pelayan itu membawa membawa gelas bir ukuran besar dan
selembar tisu kepada seorang pria paruh baya yang
duduk di ujung sofa

Kemudian dia meletakkan bir itu di atas meja warna
coklat yang ada di depan pria itu. "Mau diminum apa
mas," kata pelayan itu ramah sambil menatap dan
tersenyum kepada kami, usai memberi minuman kepada
pria itu.

Setelah memilih minuman, detiksurabaya.com melihat ke
belakang. Di belakang tampak seorang perempuan dengan
tinggi 170 centimeter, berambut ikat sebahu, bertubuh
sintal, berparas tidak terlalu cantik, mengenakan
pakaian mirip pakaian wanita hamil warna biru motif
kembang yang sedang bercengkrama dengan bartender.

Kami pun mengacungkan tangan, dengan sigap perempuan
itu datang. "Ada apa?" tanyanya. "Saya sedang mencari
teman. Ada tidak?". "Ada, sebentar ya," jawabnya.

Ia kemudian melangkah kembali ke depan meja bar.
Setelah menunggu 15 menit menunggu, ia datang kembali
dan mengatakan, "Malam ini sedang keluar semua,". Dia
pun menawarkan dirinya untuk menemani. "Ya sudah, saya
saja yang menemani," terangnya.

Kami berdua terus ngobrol. Perempuan itu sebut saja
Sheila (26) asli Madiun. Ia juga mengaku telah bekerja
di tempat tersebut 6 bulan yang lalu, saat pertama
kali tempat itu beroperasi. Sebelumnya ia bekerja di
sebauh kafe yang ada di jalan Mayjen Sungkono.

Obrolan berlanjut, lantas kami pun bertanya, apakah
ada PSK yang masih anak-anak. Ia terdiam beberapa saat
sambil menatap penuh curiga kemudian ia mengaku ada.
"Ada, kalau memang mau," tegasnya.

Memang PSK anak ini tidak secara terang-terangan
melacurkan diri seperti kebanyakan PSK. Menurut aturan
wisma, PSK yang masuk harus berumur 18 tahun. Di bawah
itu, wisma tidak mau menerima.

Wisma juga harus menanggung risiko yang besar jika
memang harus memperkerjakan anak di bawah umur. Sebab
dapat dijerat tindak pelanggaran hukum oleh pihak
kepolisian.

Bagaimana transaksi PSK di bawah umur? Untuk
berkenalan dfengan mereka hanya lewat kenalan atau
memanfaatkan keunggulan SMS.

Sheila mengaku mempunyai lima PSK yang berada di bawah
umur. Semuanya berada di bawah 17 tahun. "Ada lima
orang," ungkapnya. Kami pun janjian untuk bertemu di
tempat yang sama keesokkan harinya. Pertemuan pun
berlanjut hingga ke tengah malam hari berikutnya.

Sekitar pukul 23.00 malam itu Surabaya diguyur hujan
deras. Setiap orang berteduh di rumahnya
masing-masing. Tidak terkecuali di lokalisasi Dolly.
Memang kerlip lampu wisma dan suara dentuman musik
disko dangdut tidak sekeras jika cuaca cerah.

Puluhan lelaki juga berteduh di warung rokok maupun
halaman wisma. Meskipun demikian, kata-kata tawaran
menjajakan perempuan terus terucap.

Langit yang gelap gulita disertai kilat dan guntur
tidak menyurutkan niat sebut saja Nadya (16) untuk
untuk berhenti melangkah. Langkahnya semakin keras
menuju kafe karaoke, tempat kami janjian. Di samping
Nadya, berjalan Sheila. Sheila, adalah perempuan yang
berkenalan dengan kami pada malam sebelumnya.

detiksurabaya.com telah menunggu di sofa yang sama.
Telah juga menikmati lagu dangdut yang kali ini
dibawakan secara live. Band ini memiliki vokalis
perempuannya bergaya mirip Inul Daratista.

"Sudah lama menunggu?" tanya Sheila mengagetkan. Ia
kemudian mengenalkan pada seorang perempuan yang
bertubuh kurus, mengenakan tank top warna merah mudah
dan celana jins biru.

"Nadya," katanya lirih. Dua detik kemudian ia duduk.
Mulanya kami duduk berjauhan tapi lama-kelamaan
semakin mendekat dan semakin panas. Anik lalu memesan
bir hitam, perbincangan kami mulai.

Parasnya memang terlihat seperti anak baru lulus SMU.
Make up yang dikenakan tidak terlalu tebal, dipadukan
dengan liptik warna merah. Kesederhanaanya pun
terlihat, tak ada kata-kata nakal yang keluar dari
mulutnya, seperti layaknya para PSK senior.

Nadya mengaku asli Wonocolo. Wonocolo adalah daerah di
selatan Surabaya dan berdekatan dengan IAIN Sunan
Ampel.

"Saya keluar dari sekolah kelas dua SMU," terangnya.
Karena ekonomi keluarga, dirinya harus rela tidak
meneruskan sekolah.

Ayahnya adalah pelayar di kapal pesiar Cendrawasih,
ibunya ibu rumah tangga biasa. "Saya sebenarnya tidak
ingin jadi seperti ini," katanya.

Keadaan keluarga yang mencekik membuatnya memutuskan
untuk keluar sekolah. Belum lagi diperparah dengan
ayah yang tidak pernah pulang ke rumah sejak tahun
2004. "Kabar terakhir, dia layar ke Thailand,"
tuturnya.

Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula, adik
bungsunya harus meninggal dunia pada umur tiga bulan
karena kelainan di tubuhnya. Nadya adalah anak kedua
dari lima bersaudara.

Awalnya dirinya masuk ke Dolly setelah
direkomendasikan oleh seorang teman. Sebelum kerja di
lokalisasi, ia bekerja di Asiana, sebuah tempat
karaoke di Darmo. Perasaan takut tertular penyakit
sering menghantui dirinya.

Nadya juga menyatakan bahwa yang menghubungkan dengan
tamu adalah Sheila. "Ia adalah mamiku," tegasnya.
Tarif semalam yang dipatoknya sebesar Rp 500 ribu. Itu
tidak bisa ditawar lagi. Sedangkan tarif menemani
minum dan menikmati lagu hanya Rp 35 ribu per jamnya.
Minimal pelanggannya harus membooking 2 jam.

Malam berlanjut, lagu demi lagu berganti. Nadya
mengajak untuk jalan untuk sewa kamar karena sudah
"panas". "Maaf aku sekarang tidak punya uang," ujar
detiksurabaya.com menolak halus ajakannya. Kami pun
urung keluar.

Jam booking sudah habis, Sheila datang menjemput
sambil mengingatkan kalau jam sewa sudah habis. Sheila
menjelaskan, ia memang berperan sebagai mami yang
menghubungkan anak buahnya yang masih masih belia.

"Semua anak buah saya yang berjumlah lima orang
berumur 16 tahun. Dan kami tidak ikut dalam wisma,"
ungkapnya. Setiap tamu yang laku, ia akan mendapatkan
komisi Rp 7.500.

Memang pelacuran anak masih marak terjadi. Apa yang
kami ditemukan adalah contoh kecil dari masih banyak
Sheila lain yang menjajakan anak-anak sebagai
komoditas.

Sheila mengaku setiap malam anak buahnya selalu habis
laris dicari orang. Praktek ini terselubung dan tidak
mudah ditemui. (stv/mar)

sumber: www.detiksurabaya.com

Wednesday, June 6, 2007

Tiga Pemilik Warnet Resmi Masuk Rutan

Rabu, 06 Juni 2007
Tiga Pemilik Warnet Resmi Masuk Rutan


MALANG - Setelah dijebloskan ke rumah tahanan (rutan) sejak Kamis 1 Juni lalu, secara resmi Kapolwil Malang Kombes Pol M. Amin Saleh memberikan keterangan tentang kepastian penahanan tiga orang pemilik warnet yang diduga menggunakan software ilegal.

"Anda sudah bisa lihat sendiri, mereka telah mengenakan baju tahanan dan tadi (kemarin siang, Red) ketiganya sedang diperiksa penyidik," ungkap Amin saat melakukan sidak rutin ke rutan polwil siang kemarin.

Ketiga tersangka yang ditahan itu, lanjut Amin, telah mendekam di rutan sejak sepekan lalu. Tersangka berinisial AR, AC, dan EM ini ditahan menyusul terpenuhinya semua unsur yang memungkinkan seseorang untuk ditahan, karena khawatir mempersulit proses penyidikan. Misalkan menghilangkan barang bukti atau bahkan melarikan diri.

Dari pantauan Radar yang sempat menyaksikan ketiganya siang kemarin masuk ke ruang penyidikan, wajah mereka tampak pucat. Saat keluar dari sel tahanan menuju ruang penyidik, mereka telah disambut anggota keluarga yang hendak membesuknya. EM, tersangka wanita, tak segan-segan memeluk kerabat wanitanya.

"Sudah sabar ya, ini cobaan," tutur seorang kerabat wanita ini berusaha menenangkan EM yang tercatat sebagai pemilik warnet di Jalan Dieng, Sukun.

Hal yang sama juga diikuti AC. Suami EM sekaligus pemilik warnet di Jalan MT Haryono, Lowokwaru, ini seakan tak kuat menahan rasa sedih. Dia berusaha secepat mungkin masuk ke ruang penyidik. "Ayo, ngobrol di ruang dalam ae," katanya.

Kapolwil menambahkan, saat ini masih ada satu tersangka lagi yang belum bisa ditahan karena sedang sakit di RS. "Saya juga ragu, apa ini hanya upaya dia untuk menghindar. Karena saat panggilan pertama dia hadir, namun panggilan berikutnya mendadak sakit," ungkapnya.

Untuk memastikan kondisi kesehatannya, Amin memerintahkan penyidik memeriksa dokter yang merawatnya. Informasinya, pemeriksaan dokter dilakukan Kamis (8/6) besok. Sebagaimana diketahui, pemeriksaan tersangka sempat berulangkali gagal dilakukan, karena beberapa di antara mereka mendadak sakit saat akan diperiksa. (mas)

----
From : http://jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=163608&c=88

Tuesday, June 5, 2007

Humor Nasi : Nasi ternyata sangat berbahaya

Hasil research yang baru saja kami lakukan membuktikan bahwa makan nasi
ternyata tidak baik bagi kita.

Buktinya :

1. Nasi MENYEBABKAN KECANDUAN.
Responden kami yang tidak makan nasi selama sehari saja akan kelaparan
dan merasa sangat ingin makan nasi lagi.

2. SETENGAH dari seluruh siswa Indonesia yang makan nasi nilainya ada di
bawah rata-rata kelas.

3. HAMPIR 99% KEJAHATAN terjadi dalam waktu kurang dari 24-jam setelah
pelakunya mengkonsumsi nasi.

4. Suku-suku pada zaman batu yang tidak pernah makan nasi terbukti TIDAK
PERNAH mengidap tumor, Alzheimer, osteoporosis, ataupun Parkinson.

5. Dokter melarang bayi yang baru lahir untuk makan nasi. Hal ini
menjadi bukti bahwa nasi punya dampak berbahaya yang sudah dibuktikan
oleh ilmu kedokteran.

6. Nasi yang kering biasa dimakan oleh ayam. Nah, sekarang anda perlu
curiga dari mana flu burung berasal.

7. Jumlah pemakan nasi di Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan
dengan jumlah pemakan nasi di negara maju. Ini mungkin salah satu
penyebab keterbelakangan pada negara ini.

8. Di warung-warung, biasanya KULI makan nasi dalam jumlah lebih banyak
daripada kaum eksekutif. Hal ini membuktikan jika makan nasi MENURUNKAN
kemampuan ekonomi seseorang.

9. Makan nasi dapat menyebabkan rasa haus alias MENYERAP air. Padahal
tubuh kita sebagian besar terdiri dari air.

10. Dalam kondisi tertentu, makan nasi MENINGKATKAN resiko kematian.
Misalnya makan nasi sambil menyetir mobil.

11. Pengidap DIABETES lebih dianjurkan makan kentang daripada nasi.
Berarti nasi kurang baik bagi kesehatan.

12. Makan nasi menyebabkan keinginan mengkonsumsi sayur dan lauk.
Misalnya nasi bandeng (nasi + bandeng goreng), nasi kucing (nasi +
kucing goreng),
dsb. Hal ini bisa menyebabkan obesitas.

13. Nasi mengandung ZAT BESI yang konf elektron terluarnya 4s2. Zat lain
yang elektron terluarnya 4 adalah Racun ARSENIK (4p3), Batu batere TITANIUM
(4s2), dan racun yang menyerang Superman yaitu KRIPTON (4p6). Ini
mengindikasikan bahwa nasi punya kesamaan dengan zat- zat berbahaya
lainnya.

14. Kitab suci (samawi) tidak pernah menyebut-nyebut soal nasi. Para
Nabi juga tidak makan nasi. Lagipula nasi bukan sesuatu yang dianjurkan
agama sehingga keabsahan penggunaannya pun belum dapat dipastikan.

15. Nasi DIMASAK dalam suhu lebih dari 100 derajat Celsius. Itu panas
yang cukup untuk bunuh orang.



Edy
http://www.frateran.com/forum/archive/index.php/t-860.html