Thursday, November 22, 2007

Si Jenius Yogi Ahmad Erlangga

Kemarin saya bertemu dengan adik kelas yang baru pulang dari Belanda. Ternyata riset PhD dia cukup dahsyat, memecahkan persoalan matematika gelombang yang digunakan oleh perusahaan minyak Shell untuk mencari cadangan minyak. Hasil riset dia cukup menghebohkan dunia minyak, terutama dengan kemungkinan membuat profil 3 dimensi dari cadangan minyak. Metode dia berhasil memproses data-data seismik seratus kali lebih cepat dari metode yang sekarang biasa digunakan.

Saya jadi ingat kembali kehebatan Pak Habibie. Beliau dulu menemukan rumus yang mampu mempersingkat prediksi perambatan retak. Rumus beliau ini yang kini digunakan negara-negara , termasuk NASA Amerika.

Saya yakin SDM Indonesia memang jagoan kaliber internasional. Sayangnya visi dan finansial negeri ini jauh dari menggembirakan. Semua SDM kita yang sangat bagus ditelantarkan (karena tidak ada kerjaan yang bisa dilakukan di dalam negeri). Akhirnya negara lain lah yang memanfaatkan.

Yogi Ahmad Erlangga, teman saya itu dengan sedih menceritakan. Setelah hasil dia dipublikasikan maka dia mendapat kontak dari Schlumberger untuk menindaklanjuti hal itu. Shell tentu saja sudah memakainya. Bahkan di Belanda dia diliput oleh media massa, juga media TV Belanda berencana mewawancarainya (tapi dia keburu pingin pulang, jadi tidak sempat). Jelas hal ini menunjukkan potensi ekonomi luar biasa dari algoritma matematik yang dia temukan.

Karya Erlangga (demikian nama belakang yang populer di internet, dia bahkan di klaim sebagai matematikawan Belanda, haha) ini juga diyakini menjadi solusi bukan hanya untuk minyak tapi juga untuk berbagai hal lain yang menyangkut gelombang. Salah satunya adalah industri yang berminat untuk menggunakan metode dia dalam merancang Blu-Ray, keping DVD super yang nantinya bisa memuat hingga puluhan GB data.

Sedikit yang menarik, Yogi sebenarnya adalah sarjana teknik aeronautika (penerbangan) ITB, yang kemudian mengambil riset bidang matematika. Ternyata hasilnya bisa diaplikasikan ke dunia minyak. Sekarang dia mendapat post-doc di Jerman untuk meneliti bagaimana meredam bising dari mesin jet.

Demikian luar biasa respon di dunia, sayang kata dia, hingga saat ini Pertamina justru tidak pernah mengontak dia. (yah, jangan-jangan bahkan Pertamina pun tidak tahu ada karya anak bangsa ini yang menghebohkan dunia…. atau jangan-jangan tidak peduli? kan tinggal bayar Schlumberger…)
Kita ini memang bangsa pintar, sayang kurang cerdik…

--------------------
From: Bambang Sidharta
Date: Nov 21, 2007 5:53 PM
Subject: [Oil&Gas] (OOT) Erlangga dan KEjeniusan Anak Indonesi

2 comments:

Aku dan Hidupku said...

minta alamat emailnya erlangga ada ga??thx

Dedi J.S. Chandra said...

Boleh minta alamat emailnya?