Saturday, June 23, 2007

Institusi Rating di Indonesia, Layakkah dipercaya ?

Dan pertanyaan saya seperti yang sudah-sudah dan seperti di milis sebelah. Siapa yang mengeluarkan Rating ? AC Nielsen ?
Terus terang saya sangat tidak percaya dengan perusahaan peRating di Indonesia ini. Seperti yang kita tahu, di negara ini uang bisa membuat orang melakukan apa saja. Dan saya sangat sangat yakin bahwa Rating pun bisa dibeli.

Contoh, saya ingin rating product saya bagus untuk menarik sponsor untuk memasang iklan. Bagaimana caranya supaya perusahaan peRating ini bisa mengeluarkan hasil rating yang tinggi untuk product saya ? maka uang akan berbicara.

Kalau memang perusahaan peRating ini berani mengaku Rating yang mereka keluarkan adalah hasil dari survey sebenarnya. Silahkan jawab di sini.
Sebutkan dimana saja mereka melakukan survey. Berapa banyak sampel mereka, berapa besar sebarannya. Dan metodanya bagaimana mereka memilih para sampel ini. Lah sekarang ini kan entah dari mana ujug-ujug keluar angka sekian, sekian, sekian. Ajaib. Di luar negeri mungkin mereka punya nama. Tapi maaf saja. Kalau melihat hasil kerja yang sekarang ini, saya kok ya ragu kalau mereka bener-bener survey.

Dan hal lainnya lagi. (ini dengan pemikiran seandainya kita bisa mempercayai rating)
Sinetron itu bisa dapar rating besar apakah semata-mata karena masyarakat suka sinetron ???
Menurut saya, ini terjadi karena masyarakat atau pemirsa sudah tidak punya pilihan. Lihat saja acara pada jam-jam 6 hingga 9 malam. Semua stasiun menayangkan Sinetron. Apakah masyarakat punya pilihan ? Jam segitu kan memang jam dimana anggota keluarga berkumpul, dan menikmati waktu bersama, menunggu jam makan malam, atau bersantai setelah makan malam. Duduk di depan pesawat televisi. Dan karena tidak ada pilihan tontonan, ya nonton iklan saja. atau pindah-pindah channel terus sambil menunggu ada tayangan yang bagus.
Jadi jangan bilang "sinetron mendapat rating sangat tinggi karena disukai masyarakat". Saya percaya rating itu bisa tinggi karena memang sudah tidak ada pilihan dari stasiun-stasiun tv.





Regards,
Paulus T.
----------

Dari Paulus Tanuri
tanggal 23 Jun 2007 12:39
judul Re: [mediacare] Inikah Sinetron Model Baru?

1 comment:

acnielsen said...

Ada yang bilang tak kenal maka tak sayang. Kalau belum kenal, jangan main nuduh dong. Itu bisa jadi fitnah :)

Dari tulisan ini, ketauan penulisnya bukan orang yang berkecimpung di dunia TV ataupun dunia riset pemasaran

Saya bisa jawab pertanyaan penulis:
Area survey: Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya dan sekitarnya, Medan, Denpasar, Palembang, Makasar dan Yogya (+Sleman+Bantul)

Sampelnya lebih kurang 1000 rumah tangga di tiap kota

Metoda memilih sampel tersebut adalah Stratified Random Sampling. Kalau gak ngerti, tanya aja sama dosen2 statistik. Di buku Introduction to Market Research keluaran McGraw Hill juga dijelaskan kok tentang metode ini

Kalo penulis bilang, entah dari mana ujug2 keluar angka sekian, sekian, sekian, ajaib. Sama dengan ajaibnya kok mendadak ada Toyota keliaran di jalan, sementara saya gak tau kapan dibuatnya dan darimana asalnya. Atau sama dengan kok IHSG naik turun, sementara IHSG itu apaan saya ngerti juga gak

Intinya ... Kalo gak ngerti, ya belajar dulu biar ngerti... kalo gak cuma jadi bahan ketawaan orang2 yang sudah mengerti hehehe...