Monday, April 23, 2007

Pendangan tentang Perbedaan Gender sudah Uzur

sebetulnya hasil studi-studi terbaru tentang hubungan dyadic (duaan)
antara lelaki-perempuan dalam sebuah relasi yang cukup intens, tidak
lagi menafsirkan lelaki dan perempuan hanya sebagai nomina, atau
sebagai identitas gender.

lelaki dan perempuan mewujud dalam karakter maskulin dan feminin
yang bisa saja dimiliki oleh jenis kelamin berbeda. jadi seorang
lelaki tak selalu maskulin, sebagaimana juga seorang wanita tak
selalu feminin. proporsi kadar maskulinitas-femininitas itu selalu
ada dalam sebuah individu dalam takaran yang bervariasi.

biasanya karakter itulah yang lebih berperan dalam menentukan siapa
yang lebih mendominasi dalam sebuah hubungan.

seloroh tentang isti (ikatan suami takut istri), merupakan salah
satu contoh paling terang dari kecenderungan penjelasan terbaru itu.
jika maskulinitas disetarakan dengan sifat yang lebih dominan,
agresif, mengatur, ketimbang femininitas yang dianggap lebih
kompromistis, mengalah, dan menghindari konfrontasi, maka pada
kasus "isti" itu terlihat maskulinitas tidak selalu berada di pihak
suami.

lebih dari itu, dominasi ini mau ditakar dari indikator apa? kalau
pada fungsi pengambilan keputusan (decion making) dalam sebuah
pasangan, biasanya hal itu berada di tangan sang istri, misalnya:
mau ambil rumah/kendaraan di mana atau jenis apa? menyekolahkan anak
di mana? dan hal-hal strategis semacam itu. suami sering hanya
menjadi influencer, tapi pemetok palu jadi atau tidaknya sebuah
keputusan dieksekusi berada di tangan perempuan. ini yang dipahami
betul oleh para marketer kontemporer.

jadi siapa yang lebih dominan?

hemat saya harus dilihat kasus per kasus, tak bisa digeneralisasi,
apalagi dengan penjelasan quasi-ilmiah, yang seringkali menggunakan
stereotip uzur yang sudah lelah mengikuti zaman.

salam,

~a~

From : Akmal N. Basral
1 Apr 2007 09:29

1 comment:

Rachmawati said...

Siapa yang dominan?
Ya yang mau mendominasi =D.
Cewek mungkin memang bisa juga mendominasi, tapi kalo ada cowok yang 'lebih' bisa mendominasi, sebetulnya hukum alamnya cewek bakal ngalah ;). Tapi masalahnya, cowok yang bisa mendominasi tanpa si cewek ngerasa didominasi,,,sangat jarang ditemukan :).