Thursday, December 21, 2006

Mana yang lebih tenar : SAMSON atau UNGU ?

Ajang AMI Award, yang didukung Panasonic telah memberikan banyak piala kepada SAMSON, sehingga mengukuhkan pesepsi bahwa grup itu paling populer.
Eitttsss.. sebentar ... itu di kalangan apa dulu ?
Meskipun sasaran SAMSON adalah para remaja tapi mungkinkah hanya kalangan tertentu, misal menengah ke atas. Bila kita melihat penciptaan nada-nada yang kebanyakan septime ala jazz mungkin bisa jadi hanya kalangan tertentu yang bisa meng absorbsi.

Meskipun UNGU pada kesempatan itu tidak kelihatan gaungnya, namun dalam waktu yang hampir bersamaan membuat kehebohan. Dalam konser di Pekalongan, ada sekitar 10 orang penonton tewas, 6 orang luka-luka. Ini membuktikan bahwa penggemar UNGU begitu membludak. Hal tersebut merupakan fakta tidak terbantahkan. Alokasi penonton (menurut ijin keramaian cuman 3000), dengan kapasitas lapangan 10.000 orang , mungkin telah dipadati dari 20.000 lebih UNGU mania. PEnataan nada di UNGU banyak menggunakan nada Major dan Minor , bukan septime, sehingga mudah untuk diresapi di semua kalangan.

Nah, sebenarnya validkah penilaian dari AMI Award - Panasonic tersebut ?

Bila kita trace back ke belakang, Panasonic Award juga telah melahirkan penghargaan pada karya berupa sinetron - sinetron , yang sebagian besar adalah sampah.
Definisi sampah ini karena banyak merugikan masyarakat, yaitu berupaya mengganti kultur masyarakat yang mendukung produktivitas menjadi peredaman produktivitas.

Jelas bahwa Sinetron ini cuman mengejar tayang, sama sekali tidak menghargai kualitas, sehingga produser - sutradara - penulis skenario benar2 kacangan.
Kalau pemerannya sih saya anggap udah okay okay saja, toh sebenarnya tugas dari sutradara untuk mengarahkan.

Nah ... ada apa sebenarnya dengan Panasonic ? Ini ajang penghargaan, atau sekedar politisasi bisnis ?

2 comments:

Anonymous said...

Wow - you really feel strongly about this subject don't you? Take it easy - no need to get all wound up...

tribas said...

gimana kalo panas dalam yg lebih keren?